Bupati Sleman Positif COVID-19, Ini Fakta Terbarunya

Bupati Sleman Positif COVID-19, Ini Fakta Terbarunya
Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo. ©ANTARA/HO-Prokompim Setda Sleman
JATENG | 26 Januari 2022 16:17 Reporter : Shani Rasyid

Merdeka.com - Akhir-akhir ini, kasus COVID-19 kembali menunjukkan kenaikan. Hal itulah yang terlihat di beberapa wilayah, termasuk Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Pada Selasa (25/1), Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo harus menjalani isolasi mandiri karena terkonfirmasi positif terpapar COVID-19. Walau begitu, ia merasa kondisinya baik-baik saja dan tidak mengalami gejala berat.

“Alhamdulillah kondisi saya saat ini baik-baik saja dan tidak ada gejala yang berat. Saya minta doanya agar segera diberikan kesembuhan,” kata Kustini dalam keterangan tertulisnya dikutip dari ANTARA.

Namun setelah dilakukan penelusuran kontak melalui tes PCR, diketahui sebanyak 10 staf Pemerintahan Kabupaten Sleman yang kontak erat dengan Kustini juga terkonfirmasi positif COVID-19. Lantas bagaimana kondisi mereka? berikut selengkapnya:

2 dari 3 halaman

Jalani Agenda Padat

bupati sleman kustini sri purnomo
©ANTARA/HO-Prokompim Setda Sleman

Kustini mengatakan, dalam seminggu belakangan dirinya memang menjalani agenda yang padat mulai dari kunjungan kerja ke Kabupaten Lumajang, Kota Jakarta, dan Kabupaten Kulon Progo. Setelah itu, dia sempat merasakan gejala mirip flu dan kemudian berinisiatif melakukan tes antigen pada Minggu (23/1) malam.

Karena hasilnya menunjukkan reaktif, dia kemudian melanjutkan dengan tes PCR. Hasil dari tes PCR adalah positif COVID-19.

“Merasa sangat capek karena kunjungan kerjanya cukup banyak. Karena ada gejala yang mengarah ke flu, saya berinisiatif periksa dan dinyatakan positif,” kata Kustini dikutip dari ANTARA pada Selasa (25/1).

3 dari 3 halaman

Sepuluh Orang Kontak Erat Positif COVID-19

ilustrasi virus corona©istimewa

Menyikapi hal tersebut, ada 10 orang staf di Pemerintah Kabupaten Sleman yang terkonfirmasi positif COVID-19 berdasarkan hasil penelusuran kontak erat. Sepuluh staf itu langsung menjalani isolasi mandiri hingga 10 hari ke depan dan melakukan WFH.

“Rata-rata kondisinya tanpa gejala. Tapi ada beberapa yang merasakan flu ringan,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, Cahya Purnama, dikutip dari ANTARA pada Rabu (26/1).

Cahya mengatakan, dalam dua hari terakhir, tren kasus COVID-19 di Sleman menunjukkan kenaikan. Pada Senin (24/1), ada 9 orang yang terkonfirmasi positif. Sedangkan pada Selasa (25/1), ada penambahan hingga 16 kasus positif.

(mdk/shr)

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami