Cara Agar Terhindar dari Sifat Sombong Menurut Islam, Perlu Diketahui

Cara Agar Terhindar dari Sifat Sombong Menurut Islam, Perlu Diketahui
Ilustrasi uang. ©2013 Merdeka.com/shutterstock.com/rineca
JATENG | 14 Agustus 2022 10:30 Reporter : Ayu Isti

Merdeka.com - Dalam Islam, sombong adalah salah satu sifat yang dibenci oleh Allah. Sifat ini selalu menunjukkan sisi keakuan, di mana seseorang menganggap dirinya paling baik, paling pintar, mulia, dan paling lainnya. Selain merasa besar diri, orang yang bersifat sombong cenderung memandang orang lain lebih rendah bahkan sering meremehkan atau merendahkan orang lain.

Sementara dalam agama Islam, umat muslim selalu diajarkan dan diperintahkan untuk rendah diri. Sebab, tidak ada kuasa manusia tanpa bantuan dari Allah. Manusia hanya makhluk yang terbuat dari tanah dan sangat kecil di mata Allah. Sehingga, tidak pantas bagi manusia menyombongkan dirinya, memamerkan apa yang dimiliki dan dicapainya, karena semua itu datang dari Allah.

Maka dianjurkan bagi umat muslim untuk terus beristighfar, memohon ampun atas segala perbuatan dosa yang dilakukan, termasuk sifat sombong yang dimilikinya. Meskipun begitu, manusia juga perlu berusaha agar tidak menjadi orang yang sombong. Dalam hal ini, terdapat beberapa cara agar terhindar dari sifat sombong yang bisa dipraktikkan.

Cara-cara berikut merupakan ajaran dari Imam Al Ghazali ketika muncul pikiran atau niat untuk menyombongkan diri sendiri pada orang lain. Dilansir dari NU Online, berikut kami merangkum cara agar terhindar dari sifat sombong menurut Islam, bisa disimak.

2 dari 4 halaman

Mengenal Sifat Sombong

Sebelum mengetahui cara agar terhindar dari sifat sombong, perlu dipahami terlebih dahulu apa yang dimaksud sombong. Sombong merupakan watak atau sifat manusia yang merasa dirinya paling daripada yang lain. Paling baik, paling benar, paling pintar, paling mulia, dan perasaan paling lainnya.

Selain itu, orang yang sombong juga cenderung melihat orang lain lebih rendah. Bahkan, orang yang sombong tak jarang berusaha meremehkan atau merendahkan orang lain, sehingga dirinya terlihat lebih tinggi dari orang tersebut.

ilustrasi benci
©Shutterstock/Evgeniya Porechenskaya

Sifat sombong juga biasanya disertai dengan sifat riya atau sifat ingin memamerkan apa yang ada pada dirinya. Seperti ketika seorang yang sombong melakukan ibadah, sengaja diperlihatkan di hadapan orang lain, agar dirinya mendapat pujian atau agar dirinya dianggap seorang yang lebih baik dan mulia.

Dalam Islam, dijelaskan bahwa sifat sombong merupakan fitrah yang sudah ada sejak manusia lahir. Meskipun termasuk sifat alami dan bawaan dari lahir, namun Islam mengajarkan setiap umatnya untuk bersikap tawadhu atau rendah diri.

Sebab, manusia bukanlah apa-apa tanpa bantuan dari Allah. Bahkan, semua yang diberikan pada manusia, harta, jabatan, pencapaian, atau kehidupan semua berasal dari Allah. Sungguh manusia sama sekali tak berdaya tanpa kebesaran Allah. Ada banyak cara agar terhindar dari sifat sombong.

3 dari 4 halaman

Bahaya Sifat Sombong

Sebelum mengetahui cara agar terhindar dari sifat sombong menurut Islam, penting juga untuk dipahami bahaya-bahaya dari sifat sombong. Dengan mengetahui bahaya dari sifat sombong, diharapkan umat muslim dapat memahami bahwa sifat sombong hanya akan memberikan kerugian pada siapa saja yang melakukan.

Dengan begitu, setiap umat Islam bisa lebih berhati-hati dengan sifat yang sudah menjadi fitrah manusia sejak lahir ini. Berikut beberapa bahaya sifat sombong dalam Islam yang perlu dihindari:

  • Orang yang sombong dibenci oleh Allah SWT dan Rasulullah SAW. Di mana semua makhluk dan alam semesta diciptakan oleh Allah atas kehendak dan keinginan-Nya. Tanpa Allah tentu manusia tidak akan ada. Tanpa kekuatan dan kebaikan dari Allah, manusia tidak berdaya. Termasuk rezeki yang didapatkan di dunia semua berasal dari Allah.
  • Orang yang sombong diabaikan oleh Allah. Dalam hal ini, Rasulullah bersabda, “Ada tiga golongan yang tidak akan diajak bicara oleh Allah, tidak disucikan oleh-Nya, dan baginya adzab yang pedih, (yaitu) orang yang sudah tua berzina, penguasa pendusta dan orang miskin yang sombong.” (HR Muslim).
  • Menjadi makhluk yang hina. Orang yang sombong cenderung tidak mau kalah dan terlihat rendah di hadapan orang lain. Sehingga orang sombong selalu berusaha mengagungkan dirinya dan meremehkan orang lain. Orang semacam ini termasuk golongan yang menyedihkan karena menggali lubang kehinaan dari dirinya sendiri.
  • Hatinya terkunci. Allah akan menutup rapat pintu hati manusia yang bersikap sombong, sehingga dirinya tidak mampu lagi menerima kebenaran. Bukan hanya itu, manusia yang sombong hatinya akan mati karena sifat keangkuhan yang dimilikinya.
  • Menjadi pengikut iblis. Dalam surat Al Baqarah ayat 34, Allah SWT berfirman, “Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: “Sujudlah kamu kepada Adam,” maka sujudlah mereka kecuali Iblis, ia enggan dan takabur maka ia termasuk golongan orang-orang yang kafir.”
  • Menjadi penghuni neraka. Orang yang sombong termasuk golongan yang dibenci oleh Allah dan golongan pengikut iblis. Orang-orang semacam ini selamanya akan mendekam di neraka dengan segala siksaan kejam baginya.
4 dari 4 halaman

Cara agar Terhindar dari Sifat Sombong

Setelah memahami pengertian dan bahayanya, terakhir akan dijelaskan bagaimana cara agar terhindar dari sifat sombong menurut Islam. Dalam hal ini, Imam Al Ghazali memberikan lima cara yang bisa menjadi jurus bagi diri sendiri agar tidak terjerumus pada sifat sombong yang dibenci Allah.

Pertama, ketika Anda ingin menyombongkan diri pada anak kecil, ingatlah bahwa anak kecil tersebut adalah hamba yang suci dan tidak memiliki dosa. Sedangkan Anda yang lebih dewasa tentu penuh dengan dosa, sehingga lebih rendah dibandingkan anak kecil yang masih polos dan suci hatinya.

Kedua, ketika Anda bertemu dengan orang yang lebih tua dan ingin menyombongkan diri. Ingatlah bahwa orang tersebut hidup lebih lama dari Anda, dan mungkin ia telah melakukan ibadah dan mendapatkan pengalaman yang lebih banyak dibandingkan Anda.

Ketiga, jika Anda bertemu dengan seorang yang alim kemudian ingin menyombongkan diri. Ingatlah bahwa mereka memiliki ilmu yang lebih dari Anda. Sehingga apa yang bisa disombongkan dari diri sendiri, jika orang lain mempunyai wawasan ilmu yang lebih luas namun tetap bijak dalam bersikap.

Keempat, cara agar terhindar dari sifat sombong selanjutnya ialah, jika Anda bertemu dengan orang bodoh dan ingin menyombongkan diri. Ingatlah bahwa orang bodoh tersebut melakukan dosa karena ketidaktahuannya. Sedangkan Anda melakukan dosa padahal lebih tahu darinya.

Kelima, jika Anda menganggap orang lain kafir, Ingatlah bahwa tidak ada yang mengetahui kondisi akhir hayat seseorang kecuali Allah. Bisa jadi orang kafir tersebut kemudian hari masuk Islam lalu meninggal dengan cara terbaik. Sehingga belum tentu Anda mempunyai kondisi yang lebih baik darinya di kelak kemudian hari.

(mdk/ayi)

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Opini