Cegah Munculnya Krisis Pangan Akibat Pandemi, Ini Kata Satgas Pesantren di Jogja

Cegah Munculnya Krisis Pangan Akibat Pandemi, Ini Kata Satgas Pesantren di Jogja
JATENG | 5 Juni 2020 16:04 Reporter : Shani Rasyid

Merdeka.com - Merebaknya Pandemi Corona berdampak besar bagi perekonomian warga. Banyak warga yang kehilangan mata pencahariannya, begitu pula dengan penghasilan mereka sehari-hari.

Akibatnya, tak sedikit dari mereka yang tak bisa mencukupi kebutuhan sekedar untuk makan. Terutama bagi warga miskin, mereka terancam bencana kelaparan.

Hal inilah yang membuat pemerintah harus sigap dan tanggap mengantisipasi hal-hal tersebut. Namun, ancaman krisis pangan tidak sesederhana yang dibayangkan. Bila krisis pangan terjadi, yang terdampak bukan hanya warga miskin atau mereka yang tak sanggup membeli kebutuhan sehari-hari, namun juga seluruh lapisan masyarakat tak terkecuali mereka dari kalangan menengah ke atas.

Hal inilah yang dipikirkan oleh tim satgas peduli COVID-19 Pondok Pesantren Aswaja Nusantara Mlangi.

"Krisis pangan tersebut akan berpengaruh pada seluruh aspek struktural keamanan pangan, yakni produksi, distribusi, dan konsumsi. Oleh karenanya sebisa mungkin krisis itu tidak akan terjadi," kata Penanggung Jawab Satgas Aswaja Peduli Covid-19, Muhammad Mustafid dalam rilis yang diterima merdeka.com, Jumat (05/6).

Baca Selanjutnya: Penurunan Daya Beli Masyarakat...

Halaman

(mdk/shr)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami