Cerita Masa Kecil Sutradara Joko Anwar, Awal Tonton Film Gara-Gara Ini

Cerita Masa Kecil Sutradara Joko Anwar, Awal Tonton Film Gara-Gara Ini
Joko Anwar. ©kapanlagi.com/budy santoso
JATENG | 3 Desember 2021 14:23 Reporter : Denny Marhendri

Merdeka.com - Sudah banyak film karya sutradara Joko Anwar yang ditonton jutaan orang. Banyak juga karya filmnya yang berhasil menyabet berbagai penghargaan bergengsi.

Kualitasnya sebagai seorang sutradara film pun sudah tidak diragukan lagi. Minatnya di dunia film ternyata datang ketika ia masih kecil.

Ada motivasi tersendiri mengapa pada saat itu Joko Anwar suka sekali menonton film. Baru-baru ini, ia menceritakan masa kecilnya. Berikut selengkapnya.

2 dari 4 halaman

Umur 5 Tahun

joko anwar

Instagram - Joko Anwar

Hal itu diungkapkan oleh Joko Anwar dalam video yang diunggah di kanal Youtube TS Media pada Rabu (1/12). Dalam obrolan itu, ia berbagi kisah saat dirinya tinggal di Medan.

Sutradara film Pengabdi Setan ini mengatakan bahwa ia sudah gemar menonton film di bioskop sejak umur lima tahun. Bahkan pada saat itu ia sering menonton film secara 'ilegal' melalui lubang ventilasi di luar bioskop.

"Aku dari umur lima tahun udah jalan sendiri ke bioskop. Nggak boleh sama bapak ibu. Di Medan," ungkap Joko Anwar.

"Kalau misalkan punya duit aku nonton bayar bioskop. Tapi kalau hari-hari biasanya aku ngintip dari lubang ventilasi. Sampai umur sepuluhan," katanya.

3 dari 4 halaman

Mau Kabur

Salah satu motivasi Joko Anwar gemar pergi ke bioskop untuk nonton film adalah ia ingin menghindar dari lingkungan sosialnya yang tidak sehat. Kerena pada saat itu, anak-anak seusianya sering sekali berbuat tindakan kriminal yang melanggar hukum.

"Aku mau nonton ke bioskop karena mau kabur ke dunia tempat aku tumbuh berkembang itu," jelas Joko Anwar.

"Bisa dibilang tempatnya kumuh ya terus nggak ada yang sekolah. Kebanyakan umur 14 tahun itu udah masuk penjara karena berbuat kriminal," ucapnya.

4 dari 4 halaman

Tak Mendapat Pendidikan

Joko Anwar menegaskan, jika ia terus-terusan berada di lingkungan yang tidak sehat itu dirinya tidak akan berkembang. Untung saja, di daerah tempat tinggalnya ada bioskop yang mudah di akses.

"Aku nggak bisa mendapatkan pendidikan tentang hidup. Dari keluarga nggak, di lingkungan nggak, di sekolah nggak," tuturnya.

"Jadi aku escape ke bioskop," pungkasnya.

(mdk/dem)

TOPIK TERKAIT

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami