Ciri-ciri Ideologi Terbuka, Berikut Penjelasan Lengkapnya

Ciri-ciri Ideologi Terbuka, Berikut Penjelasan Lengkapnya
Ilustrasi Pancasila. ©2016 Merdeka.com
JATENG | 6 Juli 2022 19:43 Reporter : Jevi Nugraha

Merdeka.com - Ciri-ciri ideologi terbuka penting untuk diketahui setiap individu maupun kelompok. Ideologi merupakan gagasan berisi ide, budaya, dan pola hidup tertentu. Ideologi digunakan sebagai lensa untuk memandang dunia dan mengembangkan sistem gagasan yang rasional.

Secara umum, jenis ideologi dibagi menjadi dua, yaitu ideologi terbuka dan tertutup.Ciri-ciri ideologi terbuka tentu berbeda dengan ideologi tertutup. Ideologi terbuka merupakan pandangan hidup yang bersifat fleksibel atau tidak kaku. Sedangkan, ideologi tertutup adalah ajaran yang di dalamnya berisi tentang tujuan dan norma yang harus diterima serta dipatuhi di dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan adanya ideologi terbuka, individu atau kelompok dapat mengembangkan dinamika kehidupan masyarakat dan mengembangkan wawasan yang lebih luas. Selain itu, ideologi terbuka juga akan mempermudah pemecahan sebuah masalah.

Berikut ciri-ciri ideologi terbuka dan penjelasannya yang merdeka.com lansir dari dkjn.kemenkeu.go.id dan sumber lainnya:

2 dari 3 halaman

Pengertian Ideologi Terbuka

ilustrasi membaca buku
moneycrashers.com

Sebelum mengetahui ciri-ciri ideologi terbuka. Pahami terlebih dahulu pengertian ideologi terbuka.

Ideologi merupakan istilah yang berasal dari Yunani, terdiri dari dua kata, yaitu idea dan logi. Idea memiliki arti melihat (idean), dan logi dari kata logos yang berarti pengetahuan atau teori. Untuk itu, bisa diartikan bahwa ideologi adalah hasil penemuan dalam pikiran yang berupa pengetahuan atau teori.

Secara umum, ideologi diartikan sebagai kumpulan konsep bersistem yang dijadikan asas, pendapat yang memberikan arah tujuan untuk kelangsungan hidup. Ideologi sendiri dibagi menjadi dua macam, salah satunya ideologi terbuka.

Ideologi terbuka adalah pandangan hidup yang tidak bersifat kaku, bersifat dinamis, dan flekskibel. Ini artinya, bahwa ideologi terbuka merupakan ideologi yang dapat berkembang dan bertumbuh mengikuti perkembangan zaman.

Ideologi terbuka sendiri biasa disebut juga dengan suatu sistem dengan pemikiran terbuka. Maka dari itu, Pancasila sebagai ideologi bangsa Indonesia, dianggap sebagai ideologi terbuka karena memiliki nilai dan cita-cita yang tidak dipaksakan dari luar.

Di Indonesia, Pancasila sebagai ideologi terbuka memiliki dimensi nilai, yaitu nilai ideal dan aktual. Kedua nilai ini menjadi landasan bahwa ideologi bangsa Indonesia akan senantiasa menerima pengaruh dari liar dan Pancasila akan sejalan dengan perkembangan zaman.

3 dari 3 halaman

Ciri-ciri Ideologi Terbuka

001 ovan zaihnudin
©2016 Merdeka.com

Ideologi adalah seperangkat keyakinan atau filosofi yang dikaitkan dengan seseorang atau sekelompok orang. Menurut Terry Eagleton, ideologi memiliki fungsi memahami dunia dan juga mengaburkan kepentingan sosial yang ada di dalamnya.

Sementara itu, ideologi terbuka merupakan jenis ideologi yang dapat berinteraksi dengan perkembangan zaman dan dinamika secara internal. Secara umum, berikut ciri-ciri ideologi terbuka, antara lain:

• Ideologi terbuka bisa beradaptasi atau mengikuti perkembangan masyarakat dan tidak kaku.

• Tidak ditemukan negara, tetapi ditemukan dalam masyarakatnya sendiri.

• Nilai dan cita-citanya tidak dapat dipaksakan, melainkan diambil dari kekayaan rohani, moral, serta budaya masyarakatnya.

• Ideologi terbuka dapat memberi harapan, sikap optimis, dan motivasi bagi rakyat dalam mencapai cita-cita nasional yang diinginkan.

• Ideologi terbuka mampu menyesuaikan diri dengan situasi atau kondisi yang sedang berkembang di masyarakat.

Ciri-ciri ideologi terbuka selalu memberikan kesempatan untuk masyarakatnya dalam berbicara demi mengutarakan pendapatnya. Selain itu, ideologi ini juga menjunjung tinggi pluralisme. Artinya, ideologi terbuka mendukung tinggi keberagaman, multikultural, dan toleransi beragama.

Dimensi Ideologi Terbuka

Pancasila bisa menjadi ideologi terbuka karena berakar kepada pandangan dan falsafah hidup bangsa Indonesia. Selain itu, Pancasila juga dapat disesuaikan dengan perkembangan zaman yang dinamis. Hal ini yang kemudian membuat Pancasila sebagai ideologi terbuka mencerminkan realitias yang hidup, berkembang, dan dialami oleh masyarakat.

Sementara itu, terdapat tiga dimensi ideologi terbuka, yaitu dimensi realita, dimensi fleksibilitas, dan dimensi idealisme. Dimensi realita sendiri merupakan ideologi yang mampu mencerminkan sebuah realitas hidup yang berkembang dan dialami oleh masyarakat. Sedangkan, dimensi fleksibilitas adalah sebuah keluwesan yang meliputi tantangan masa kini maupun masa depan.

Dimensi idealisme adalah keterbukaan untuk menerima zaman yang lebih baik sesuai dengan nilai-nilai idealisme. Artinya, ideologi terbuka akan bergerak dan berkembang melalui perwujudan dan pengalaman di dalam kehidupan sehari-hari.

(mdk/jen)

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Opini