Dikenal Surganya Barang Antik, Ini Kisah di Balik Berdirinya Pasar Triwindu Solo

Dikenal Surganya Barang Antik, Ini Kisah di Balik Berdirinya Pasar Triwindu Solo
Pasar antik Triwindu. ©Surakarta.go.id
JATENG | 23 Januari 2021 12:45 Reporter : Shani Rasyid

Merdeka.com - Di Kota Solo, ada sebuah pasar unik. Pasar ini unik karena menjual barang-barang antik. Nama pasar itu Triwindu.

Melansir dari surakarta.go.id, berkunjung ke Pasar Triwindu seakan-akan mengunjungi lorong waktu dan kembali ke masa lalu. Di sana banyak dijual barang-barang tua seperti cangkir, telepon tua, mesin ketik, radio, dan masih banyak lagi.

Kini, Pasar Triwindu merupakan salah satu destinasi wisata khas di Kota Solo, baik bagi wisatawan domestik maupun mancanegara. Lalu, bagaimana kisah di balik berdirinya pasar itu? Berikut selengkapnya:

2 dari 3 halaman

Sejarah Berdirinya Pasar Triwindu

pasar antik triwindu
©Surakarta.go.id

Melansir dari puromangkunegaran.com, Pasar Triwindu dibangun pada 1939, tepatnya pada masa pemerintahan Mangkunegoro VII. Pasar itu dibangun sebagai hadiah ulang tahun dari Goesti Nurul Kamaril kepada ayahnya, Mangkunegoro VII dan juga bertepatan dengan peringatan tiga windu kenaikan tahtanya.

Maka pasar itu kemudian diberi nama Triwindu yang merupakan gabungan dari kata “Tri” yang artinya tiga, dan “windu” yang artinya windu atau delapan tahun. Sehingga pada saat pasar ini berdiri, Mangkunegoro VII telah bertahta selama 24 tahun dan dirayakan dengan diselenggarakannya pasar malam di tempat ini.

3 dari 3 halaman

Sempat Tidak Terawat

pasar antik triwindu
©Surakarta.go.id

Seiring berjalannya waktu, kondisi pasar ini justru semakin tidak terawat. Oleh karena itu, pada 2008 tepatnya pada masa pemerintahan Wali Kota Joko Widodo, pasar ini dipugar dan dibuatlah bangunan baru yang disesuaikan dengan arsitektur budaya Jawa. Pada akhirnya, pasar ini selesai direnovasi pada 2011.

Sejak saat itu, Pasar Triwindu menjadi pusatnya barang antik di Kota Solo. Pasar dua lantai ini ramai dikunjungi kolektor barang antik, baik dari dalam negeri maupun mancanegara. Berbagai benda antik dapat ditemukan di sini antara lain alat musik, alat elektronik, alat dapur, mata uang, topeng, barang keramik, perlengkapan membatik, dan masih banyak lagi. Tak hanya itu, area parkir pasar ini juga sering dijadikan tempat pertunjukan kesenian.

(mdk/shr)

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami