Doa Sesudah Makan Sesuai Sunnah, Lengkap Beserta Arti dan Adabnya

Doa Sesudah Makan Sesuai Sunnah, Lengkap Beserta Arti dan Adabnya
ilustrasi berdoa. © pexels.com/Timur Weber
JATENG | 4 Oktober 2022 11:35 Reporter : Jevi Nugraha

Merdeka.com - Doa sesudah makan sesuai sunnah dianjurkan dibaca atau dilafalkan umat muslim. Doa ini perlu dibaca sebagai bentuk rasa syukur serta agar makanan yang dimakan menjadi berkah. Selain itu, membaca doa sesudah makan sesuai sunnah juga sebagai serana beribadah kepada Allah SWT.

Dalam agama Islam, sudah diatur sedemikian rupa bacaan doa segala aspek kehidupan, tak terkecuali doa sesudah makan. Dengan membaca doa sesudah makan sesuai sunnah, seorang muslim telah mensyukuri kenikmatan yang telah diberikan oleh Allah SWT.

Doa sesudah makan sesuai sunnah perlu dilafalkan dan diamalkan oleh umat muslim. Berikut doa sesudah makan sesuai sunnah dan artinya yang Merdeka.com lansir dari NU Online dan sumber lainnya:

2 dari 3 halaman

Doa Sebelum Makan Sesuai Sunnah

ilustrasi makan bersama

pexels

Bacaan doa sebelum makan juga perlu dilafalkan umat muslim sebelum menyantap makanan. Berikut doa sebelum makan dan artinya:

اَللّٰهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيْمَا رَزَقْتَنَا وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

“Allahumma baarik lanaa fiimaa rozaqtanaa wa qinaa 'adzaa bannaar.”

Artinya: "Ya Allah berikanlah keberkahan apa yang telah engkau berikan kepada kami dan peliharalah kami dari siksa api neraka."

Doa Sesudah Makan Sesuai Sunnah

Setelah selesai makan, umat muslim dianjurkan untuk membaca doa. Hal ini sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT sekaligus agar makanan yang dikonsumsi bisa membawa berkah. Berikut doa sesudah makan sesuai sunnah yang perlu dilafalkan:

اَلْحَمْدُ ِللهِ الَّذِىْ اَطْعَمَنَا وَسَقَانَا وَجَعَلَنَا مُسْلِمِيْنَ

“Alhamdulillahilladzi ath-amanaa wa saqoonaa wa ja'alanaa minal muslimiin.”

Arti doa sesudah makan sesuai sunnah

"Segala puji bagi Allah yang memberikan makan dan minum kepada kami. Dan Menjadikan kami orang Islam."

3 dari 3 halaman

Adab Makan dalam Islam

ilustrasi makan terlalu cepat
©Medical News Today

Setelah mengetahui doa sesudah makan sesuai sunnah, perlu memahami juga adab makan dalam Islam. Sebagai umat Muslim, kita dianjurkan untuk makan sebagaimana yang dicontohkan Rasulullah SAW.

Meski mayoritas penduduk Indonesia beragama Islam, tetapi adab makan sesuai ajaran Nabi Muhammad belum sepenuhnya dilaksanakan dengan benar. Maka dari itu, penting untuk mengetahui adab makan dalam Islam yang baik dan benar. Berikut adab makan dalam Islam yang penting diketahui:

Mencuci Kedua Tangan

Adab makan dalam Islam yang pertama, yaitu mencuci kedua tangan. Umat Muslim dianjurkan untuk mencuci kedua tangan terlebih dahulu. Adapun anjuran ini sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadis, artinya:

"Rasulullah SAW jika beliau ingin tidur dalam keadaan junub, beliau berwudhu dahulu. Dan ketika beliau ingin makan atau minum beliau mencuci kedua tangannya, baru setelah itu beliau makan atau minum." (HR. Abu Daud no.222, An Nasa'i no.257, disahihkan Al Albani dalam Shahih An Nasa'i)

Setelah mencuci tangan, umat Muslim juga dianjurkan untuk berdoa sebelum makan. Doa ini sebagai bentuk syukur atas berkah dan nikmat, berupa makanan yang diberikan oleh Allah SWT. Serta memohonkan ampun, dimudahkan rezeki yang baru, dan supaya terhindar dari siksa dosa.

Menggunakan Tangan Kanan

Adab makan dalam Islam selanjutnya, yaitu gunakan tangan kanan. Nabi Muhammad SAW menganjurkan untuk makan menggunakan tangan kanan (bagi yang mampu). Hal ini supaya tidak meniru adab setan yang kerap menggunakan tangan kiri.

"Jika seseorang dari kalian makan maka makanlah dengan tangan kanannya dan jika minum maka minumlah dengan tangan kanannya. Karena setan makan dan minum dengan tangan kirinya." (HR. Muslim).

Berhenti Makan Sebelum Kenyang

Adab makan dalam Islam selanjutnya, yaitu berhenti makan sebelum kenyang. Rasulullah SAW tidak menganjurkan umatnya untuk makan terlalu kenyang dan berlebihan. Hal ini sebagaimana yang telah disebutkan dalam sebuah hadis, artinya:

“Keturunan Adam tidak dianggap menjadikan perutnya sebagai wadah yang buruk jika memenuhinya dengan beberapa suap yang dapat menegakkan tubuhnya. Karena itu, apa yang dia harus lakukan adalah sepertiga perutnya untuk makanan, sepertiga untuk minuman, dan sepertiga lagi untuk napas,” (HR Ahmad).

Mengonsumsi Makanan yang Halal

Salah satu adab makan dalam Islam yang paling penting adalah mengonsumsi makanan halal. Allah SWT sangat melarang umat Islam mengonsumsi sesuatu yang haram, karena akan banyak sekali mudharat yang didapatkan.

Setiap Muslim wajib untuk mengonsumsi makanan yang halal. Hal ini sebagaimana yang disebutkan dalam Alquran surat Al-Maidah ayat 88, yang artinya:

"Dan makanlah makanan yang halal lagi baik dari apa yang Allah telah rezekikan kepadamu, dan bertakwalah kepada Allah yang kamu beriman kepada-Nya."

(mdk/jen)

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Opini