Fakta Pegawai Kontrak Terminal Tirtonadi yang Dipecat Akibat Suap, Videonya Viral

Fakta Pegawai Kontrak Terminal Tirtonadi yang Dipecat Akibat Suap, Videonya Viral
Terminal Tirtonadi Solo. ©2022 Merdeka.com/arie sunaryo
JATENG | 1 Juli 2022 15:48 Reporter : Nurul Diva Kautsar

Merdeka.com - Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah X Jateng – DIY memecat salah satu pegawai kontrak di Terminal Tirtonadi Solo, Jawa Tengah karena terbukti menerima suap. Aksi petugas nakal itu pun tertangkap kamera dan viral di media sosial beberapa waktu lalu.

Menanggapi hal ini, pihak BPTD pun sudah mendapat laporan serta rekomendasi dari Unit Pelayanan Teknis (UPT) Terminal Tirtonadi. Sebelumnya tindakan sidang juga sudah dilakukan terhadap petugas yang bersangkutan.

"Kami juga sudah melakukan sidang untuk menentukan sanksi yang diberikan. Sanksinya pemberhentian kerja atau penghentian kontrak," kata Kepala BPTD Wilayah X Jateng-DIY Eko Agus Susanto di Solo, Jumat (1/7), dikutip dari ANTARA

2 dari 5 halaman

Pelaku Baru Sekali Menerima Suap

terminal tirtonadi solo

©2022 Merdeka.com/arie sunaryo

Dikatakan Eko, pelaku terbukti menerima suap namun baru satu kali. Petugas penerima suap pun sempat kaget saat ditampilkan video yang viral di media sosial itu, namun tak bisa mengelak lantaran terbukti bersalah.

Diketahui jika oknum tersebut baru bekerja selama satu tahun, sebagai pegawai kontrak di Terminal Tirtonadi, Kota Solo.

"Dari sidang diketahui pelaku baru sekali melakukan itu. Ia mengaku kaget dengan kejadian itu namun tidak bisa menyangkal karena memang videonya seperti itu (menerima uang). Seharusnya jika ada kejadian seperti itu menolak, menjauh, atau melaporkan ke pimpinan," katanya.

3 dari 5 halaman

Tetap Diputus Kontrak karena Melakukan Pelanggaran Berat

Meski mengaku baru sekali terjadi, pihaknya tetap mengambil langkah tegas mengingat aksi suap atau gratifikasi masuk kategori pelanggaran berat yang sudah diatur dalam Peraturan Dirjen Perhubungan Darat.

Terkait hal itu, pihaknya berharap seluruh terminal yang berada di bawah koordinasinya bisa mengambil pelajaran dari peristiwa itu.

"Saat ini kan kami dituntut untuk melakukan ramp check terhadap PO (perusahaan otobus). Kalau tidak lolos ya tidak lolos, kalau mereka ngomel atau mau nyogol ya biarkan saja. Untuk oknum pegawai kontraknya kami berhentikan, SK Pemberhentiannya ditandatangani Rabu (29/6) dan diserahkan pada Kamis (30/6)," katanya.

4 dari 5 halaman

Pelaku Terima Uang dari Kru Bus saat Periksa Surat

Sebelumnya, sempat viral di media sosial tentang aksi pungutan liar oleh salah satu petugas terminal yang mengenakan seragam dan tengah mengecek surat-surat dari salah seorang kru bus di sana.

Video tersebut diketahui terekam oleh kamera dari seseorang yang merupakan penumpang bus.

Terlihat petugas tersebut sempat memeriksa surat-surat itu, hingga kru bus terlihat menyelipkan sesuatu yang diduga sebagai uang ke tangan petugas. Usai melakukan pungutan, keduanya segera meninggalkan lokasi.

5 dari 5 halaman

Bukan Petugas Ramp Check

Rabu (29/6) lalu, Koordinator Terminal Tipe A Tirtonadi Joko Sutriyanto turut menyampaikan jika surat yang diperiksa itu merupakan ramp check atau surat kelengkapan jalan.

Terkait petugas yang menerima uang, diakuinya pelaku tersebut sebetulnya bukan petugas ramp check.

"Dia sebetulnya tugasnya hanya mencatat produk, hanya input. Sebetulnya tidak bersinggungan dengan ramp check," katanya.

Menanggapi aksi pungli ini, Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka, berharap agar jangan sampai ada aksi suap dan pungutan liar di tempat pelayanan publik.

"Jangan ada pungli, (jika benar terjadi) saya laporkan kepada Pak Joko (Koordinator Terminal Tipe A Tirtonadi Solo) dan Pak Eko (Kepala BPTD Wilayah X Jateng dan DIY Eko Agus Susanto)," katanya.

(mdk/nrd)

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Opini