Gelar Doa untuk Korban Kanjuruhan, Ribuan Suporter se-Jawa Sepakat Damai

Gelar Doa untuk Korban Kanjuruhan, Ribuan Suporter se-Jawa Sepakat Damai
Perdamaian suporter di Mandala Krida. ©Instagram/@brajamusti_yk
JATENG | 5 Oktober 2022 10:25 Reporter : Shani Rasyid

Merdeka.com - Tragedi Kanjuruhan telah menjadi duka bagi sepak bola Indonesia. Berbagai lapisan masyarakat di seluruh negeri mengadakan doa bersama untuk mengenang para korban dalam peristiwa tersebut.

Tak hanya itu, Tragedi Kanjuruhan juga menjadi momen berbagai lapisan kelompok suporter untuk berdamai. Pada Selasa (4/10) malam, ribuan suporter dari berbagai klub sepak bola se-Pulau Jawa berkumpul di halaman parkir Stadion Mandala Krida, Yogyakarta. Mereka menyepakati perdamaian dan persatuan sambil mendoakan para korban Tragedi Kanjuruhan.

“Kita akan membuat sejarah bahwa kita suporter yang hadir pada malam hari ini akan menghentikan semua kebencian-kebencian yang ada di dalam hati kita,” kata Presiden Brajamusti, Muslich Burhanuddin, dikutip dari ANTARA pada Rabu (5/10).

Berikut selengkapnya:

2 dari 4 halaman

Suporter yang Hadir

perdamaian suporter di mandala krida
©Instagram/@brajamusti_yk

Dalam momen itu, berbagai kelompok suporter hadir beserta perwakilannya. Mereka antara lain The Maident (Yogyakarta), Paserbumi (Bantul), Slemania dan BCS (Sleman), Pasoepati, Ultras, dan GK Samber Nyawa (Solo), Panser Biru dan Snex (Semarang), Aremania (Malang), Bonek (Surabaya), The Jakmania (Jakarta), serta Bobotoh dan Viking (Bandung).

Dalam kesempatan itu, Burhanuddin meminta kepada seluruh suporter menjadikan tragedi di Kanjuruhan sebagai titik tolak untuk bersatu memajukan sepak bola Indonesia.

“Kita akan mewariskan hal-hal positif kepada anak cucu kita bahwa ke depan sepak bola di Indonesia, khususnya di DIY dan Jawa Tengah, penuh dengan suka cita,” kata Burhanuddin.

3 dari 4 halaman

Suporter Ingin Damai

perdamaian suporter di mandala krida
©Instagram/@brajamusti_yk

Dengan adanya pertemuan ini, Presiden Pasoepati Solo, Maryadi Gondrong berharap ke depannya hubungan baik antara seluruh suporter, terutama di Jateng dan DIY terus terjaga. Ia pun sepakat untuk mendukung berbagai kegiatan lanjutan bersama untuk mempererat persatuan suporter.

Sementara itu Zulfikar, perwakilan dari BCS, mengatakan bahwa pertemuan bersejarah ini merupakan murni inisiatif pada suporter akar rumput yang menginginkan perdamaian. Menanggapi pertemuan ini, Ketua Umum Asprov PSSI DIY Syauqi Soeratno mengatakan bahwa kesepakatan antar suporter itu akan membuka lembaran baru sepak bola Indonesia yang lebih baik.

“Semoga malam ini menjadi titik tolak untuk bangkit menjadi lebih baik ke depan. Semoga piala dunia tidak dipindah dari Indonesia. Semoga Timnas kita terus berjaya sehingga masuk Piala Dunia, semoga sepak bola Indonesia kelak menjadi referensi sepak bola dunia,” kata Syauqi dikutip dari ANTARA.

4 dari 4 halaman

Nyanyikan Anthem Secara Bergantian

perdamaian suporter di mandala krida
©Instagram/@brajamusti_yk

Sementara itu Kapolresta Yogyakarta, Kombes Pol Idham Mahdi mengapresiasi pertemuan antar suporter di Yogyakarta itu. Ia berharap acara itu menjadi momentum kelompok suporter di Indonesia untuk saling bergandengan tangan.

“Terus terang, seumur hidup saya, 25 tahun saya menjadi polisi di hadapan teman-teman suporter, ini sangat luar biasa,” kata Kombes Idham.

Saat acara doa bersama itu telah usai, ribuan suporter kompak menyanyikan anthem dari klub Persis Solo, PSS, dan PSIM secara bergantian. Di beberapa sudut jalan menuju Stadion Mandala Krida, sejumlah suporter dari wadah yang berbeda juga tampak berfoto bersama dengan mengangkat bendera dan syal masing-masing dengan suka cita tanpa dikomando.

(mdk/shr)

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Opini