Geram pada Pemerintah, Warga di Jateng Ini Tanam Pohon Pisang di Tengah Jalan

Geram pada Pemerintah, Warga di Jateng Ini Tanam Pohon Pisang di Tengah Jalan
warga di Jateng tanam pohon pisang di tengah jalan. ©YouTube/Liputan6 SCTV
JATENG | 12 Mei 2022 14:34 Reporter : Shani Rasyid

Merdeka.com - Bentuk kekecewaan rakyat terhadap pemerintah bisa dilampiaskan dengan berbagai cara asal tidak melanggar undang-undang. Begitu pula yang dilakukan para warga di dua daerah di Jawa Tengah ini.

Kesal lantaran jalan tak kunjung diperbaiki pemerintah, mereka melampiaskan kekecewaan itu dengan cara unik, yaitu menanam pohon pisang di tengah jalan.
Aksi mereka pun mendapat berbagai dari berbagai pihak, termasuk para pengendara yang melewati tempat itu.

Mereka juga kecewa akibat jalan yang tak kunjung diperbaiki. Alhasil, kecelakaan lalu lintas kerap terjadi di tempat itu. Berikut selengkapnya:

2 dari 3 halaman

Warga Geram

warga di jateng tanam pohon pisang di tengah jalan

©YouTube/Liputan6 SCTV

Seperti dilansir dari YouTube Liputan6 SCTV, warga Desa Kembang, Kecamatan Dukuhseti, Pati menumpahkan kekesalan dengan menanam pohon pisang di jalan raya Tayu-Puncel pada Selasa pagi (10/5).

Mereka geram jalan yang penuh lubang itu sering memunculkan kubangan yang kerap menimbulkan kecelakaan lalu lintas. Kondisi itu sudah berjalan selama setahun. Jalan makin rusak saat hujan turun. Apalagi jalan itu kerap dilintasi oleh truk yang membawa muatan berat.

“Itu banyak lubang, kerap menimbulkan kecelakaan,” kata Jumawi, salah seorang warga yang tinggal di sekitar jalan yang rusak itu.

3 dari 3 halaman

Sempat Tegang

warga di jateng tanam pohon pisang di tengah jalan
©YouTube/Liputan6 SCTV

Aksi tanam pohon pada jalanan yang rusak juga dilakukan warga Desa Curug, Kecamatan Tirto, Pekalongan, pada Selasa siang (10/5). Tak hanya menanam pohon, mereka juga memblokade akses jalan menuju desa.

Kondisi jalan di sana penuh lubang dan bergelombang sehingga membahayakan pengendara. Aksi bahkan sempat diwarnai ketegangan dengan aparat desa dan camat karena warga tak kunjung mau membuka blokade jalan.

“Ini sedang dipikirkan oleh desa, cuma harus lebih bersabar, karena memang banyak kegiatan yang harus dijalankan. Kalau warga sudah bersepakat jalan ini akan dibuka. Sementara ini jalan akan digrosok agar warga bisa melintas dengan nyaman,” kata Camat Tirto, Agus Nugroho, dikutip dari kanal YouTube Liputan6 SCTV pada Kamis (12/5).

(mdk/shr)

Baca juga:
Sentil Pemda, Warga Ciampea Mancing di Jalan Rusak yang Tak Kunjung Diperbaiki
Demi Keselamatan Pemudik, 37 Titik Jalan Rusak di Tangerang Telah Diperbaiki
Jalan di Perbatasan Amblas, Jalur Lahat-Empat Lawang Sempat Putus Total
Kisah Tragis Warga Kecelakaan Maut saat Ambil BLT, Jenazah Ditandu Akibat Jalan Rusak
Crazy Rich Grobogan Perbaiki Jalan 1,8 Km, Ini Respons Ganjar
Sopir Truk Minta Menteri PUPR Perbaiki Tol Trans Sumatera: Kalau Lewat Pelek Pecah

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami