Gunung Merapi Juga Alami Erupsi, Ini Potret Terbarunya Berstatus Siaga

Gunung Merapi Juga Alami Erupsi, Ini Potret Terbarunya Berstatus Siaga
Erupsi Gunung Merapi Terbaru. ©Twitter/@BPPTKG
JATENG | 7 Desember 2021 11:46 Reporter : Shani Rasyid

Merdeka.com - Erupsi Gunung Semeru yang terjadi pada Sabtu siang (4/12) menyisakan duka mendalam, khususnya bagi para warga terdampak. Namun erupsi tak hanya terjadi pada Gunung Semeru. Beralih kembali ke Jawa Tengah, ada Gunung Merapi yang statusnya masih Siaga (level III) yang sering kali erupsi walaupun dalam skala kecil.

Terbaru, erupsi Merapi terakhir terjadi pada Senin (6/12). Pada hari itu, Gunung Merapi mengeluarkan tiga kali awan panas guguran.

Hal ini diungkapkan Kepala BPPTKG Hanik Humaida melalui keterangan resminya. Dia mengungkapkan, awan panas Gunung Merapi meluncur dari puncak dengan jarak luncur masing-masing mencapai 1,8 km.

Berikut selengkapnya:

2 dari 4 halaman

Kronologi Luncuran Awan Panas

erupsi gunung merapi terbaru
©Twitter/@BPPTKG

Hanik Humaida mengungkapkan, awan panas guguran pertama terjadi pada pukul 16.09 WIB ke arah barat daya. Luncuran ini tercatat di seismograf dengan amplitudo 12 mm dan durasi maksimum 163 detik.

Lalu awan panas kedua terpantau meluncur pada pukul 16.44 WIB ke arah Kali Bebeng. Luncuran ini memiliki amplitudo 14 mm dan durasi 160 detik.

Awan panas kembali terpantau keluar dari Gunung Merapi pada pukul 17.24 WIB ke arah Kali Bebeng dengan amplitudo maksimum 199 mm serta durasi 163 detik.

3 dari 4 halaman

Potensi Guguran Awan Panas Meningkat

erupsi gunung merapi terbaru
©Twitter/@BPPTKG

Hanik mengatakan kemungkinan terjadinya awan panas guguran itu terus meningkat apabila terjadi hujan di puncak gunung.

Apalagi berdasarkan catatan BPPTKG, sebelum adanya awan panas itu, puncak Merapi sempat diguyur hujan sejak pukul 14.49 dengan total curah hujan 25 mm.

“Untuk itu, masyarakat agar tetap waspada terhadap ancaman bahaya lahar dan awan panas guguran,” kata Hanik memberi peringatan, dikutip dari ANTARA pada Senin (6/12).

4 dari 4 halaman

Guguran Lava

Tak hanya awan panas, Gunung Merapi juga tercatat sembilan kali mengalami guguran lava dalam rentan pukul 12.00 hingga 18.00 WIB. Jarak luncur maksimalnya mencapai 1.800 meter ke arah barat daya.

Guguran lava dan awan panas itu diperkirakan bisa berdampak ke wilayah sektor selatan-barat daya yang meliputi Sungai Kuning, Boyong, Krasak, Bedog, Bebeng, dan Putih.

Saat terjadi letusan, lontaran material diperkirakan dapat menjangkau daerah dalam radius tiga kilometer dari puncak gunung.

(mdk/shr)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami