Gurihnya Timlo, Sup Lezat yang Disukai Warga Kota Solo

Gurihnya Timlo, Sup Lezat yang Disukai Warga Kota Solo
timlo. ©2019 Merdeka.com
JATENG | 14 Agustus 2022 11:39 Reporter : Nurul Diva Kautsar

Merdeka.com - Selain Selat dan Tengkleng, Timlo juga menjadi kuliner tradisional yang wajib dicicipi saat bertandang ke Kota Solo, Jawa Tengah.

Jika dilihat sekilas, makanan ini mirip soto atau bakso karena menggunakan kuah bening dengan aroma gurih yang kuat. Dalam satu porsinya, Timlo terdiri dari irisan jamur kuping, suwiran daging dan hati ampela ayam, potongan telur, mihun hingga sosis solo.

Biasanya para penikmat akan menyantap hidangan ini bersama nasi hangat, dan sedikit sambal kecap bercita rasa pedas manis sebagai pelengkap. Berikut ulasan tentang Timlo kuliner Solo yang khas.

2 dari 4 halaman

Yang Khas dari Timlo Solo

ilustrasi timlo solo

Satu Porsi Timlo Solo ©Creative Commons/Mindmaker

Mengutip laman Indonesia.go.id, cita rasa dalam satu porsi Timlo akan semakin lezat, dengan tambahan isian sosis Solo yang unik. Berbeda dengan sosis kebanyakan, sosis Solo memiliki bentuk dan tekstur mirip risoles atau lumpia dengan isian daging ayam cincang.

Telur yang digunakan bukan telur ayam melainkan telur bebek yang sudah dibumbu bacem sehingga berwarna gelap kecoklatan.

Untuk rasa gurih dari kuahnya, berasal dari sari kaldu ayam, bawang putih, bawang merah, merica, garam dan sedikit gula putih. Disebutkan jika ramuan bumbu kuah ini menjadi yang khas dari Solo karena memiliki rasa gurih dan sedikit manis yang berbeda dari kuah soto atau bakso kebanyakan.

3 dari 4 halaman

Asal Usul Timlo

Sebagai kuliner tradisional, bagaimanakah asal usul dari makanan tersebut? Menurut sejarawan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, Heri Priyatmoko, makanan timlo terinspirasi dari Sup Kimlo yang sudah eksis di Solo sejak abad ke-19.

Saat itu, Sup Kimlo merupakan makanan berkuah bening khas warga Tionghoa dengan isian daging babi yang dicincang. Kimlo dijajakan oleh penjual dengan cara dipikul dan berkeliling. Biasanya warga akan dengan mudah menemukannya di kawasan pecinan.

Namun seiring berjalannya waktu, makanan ini mulai mengalami penyesuaian dengan tradisi keraton dan diganti dengan isian berbahan ayam. Hingga saat ini, kuliner otentik tersebut menjadi pelengkap makan siang yang sayang untuk dilewatkan ketika berada di Kota Solo.

4 dari 4 halaman

Timlo di Masa Sekarang

Mengutip Liputan6, saat ini Timlo Solo masih terus bertahan dan tetap digemari oleh masyarakat di Kota Solo sebagai sarapan dan makan siang.

Salah satu warung Timlo legedaris di Solo terdapat di belakang Pasar Gede, bernama Timlo Sastro. Rumah makan ini diketahui sudah berdiri sejak tahun 1952, dan menjadi salah satu tempat makan favorit dari Presiden Joko Widodo.

Untuk satu porsi timlo komplit harganya Rp23.000, sedangkan menu timlo biasa dibanderol mulai dari Rp9.000 hingga Rp17.000. Warung makan ini menjadi salah satu tempat yang ramai, terutama saat jam makan. 

(mdk/nrd)

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Opini