Ini Fakta Pertemuan Presiden Jokowi dengan Zelenskyy & Putin, Upayakan Perdamaian

Ini Fakta Pertemuan Presiden Jokowi dengan Zelenskyy & Putin, Upayakan Perdamaian
Ini Fakta Pertemuan Presiden Jokowi dengan Zelenskyy & Putin, Upayakan Perdamaian. (Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden)
JATENG | 1 Juli 2022 18:06 Reporter : Denny Marhendri

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo kini tengah melakukan kunjungan ke Ukraina dan Rusia. Kunjungannya ke dua negara yang masih berperang tersebut mendapatkan sorotan dari berbagai belahan dunia.

Jokowi telah bertemu dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy di Istana Maryinsky, Kiev, Ukraina, pada Rabu 29 Juni lalu. Jokowi kemudian bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin keesokan harinya di Istana Kremlin.

Jokowi membawa misi khusus dalam kunjungannya Ukraina dan Rusia, salah satunya adalah mengupayakan perdamaian. Lalu, apa saja fakta-fakta lainnya mengenai pertemuan tersebut? Berikut ulasannya.

2 dari 6 halaman

Perdamaian

ini fakta pertemuan presiden jokowi dengan zelenskyy amp putin upayakan perdamaian

(Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden)

Ketika bertemu dengan Zelenskyy, Jokowi mengatakan bahwa kunjungannya tersebut adalah sebagai bentuk rasa peduli rakyat Indonesia kepada Ukraina. Ia menambahkan bahwa penghormatan terhadap kedaulatan dan integritas wilayah sangatlah penting.

Meskipun belum ada titik terang, penyelesaian konflik ini sebaiknya segera dicapai. Tentunya penyelesaian tersebut dengan mengusung semangat perdamaian.

"Saya sampaikan ke Presiden Zelenskyy bahwa kunjungan ini saya lakukan sebagai manifestasi kepedulian Indonesia terhadap situasi di Ukraina," kata Jokowi usai pertemuannya dengan Zelenskyy.

"Dalam kaitan ini, saya menawarkan diri untuk membawa pesan dari Presiden Zelenskyy untuk Presiden Putin yang akan saya kunjungi segera," tambahnya.

3 dari 6 halaman

Berkaitan dengan Pasokan Pangan

Selain membawa misi untuk mengupayakan perdamaian, Jokowi juga akan berunding untuk membahas dampak perang. Ruang dialog itu diadakan bersama Zelenskyy untuk mencapai posisi damai agar tidak banyak pihak yang dirugikan.

Jika melihat lagi, perang antara Ukraina dan Rusia itu berdampak pada pasokan pangan di beberapa negara. Dengan begitu ia ingin rantai pasokan pangan itu bisa kembali normal.

"Akan bertemu dengan Presiden Zelensky misinya adalah mengajak presiden Ukraina untuk membuka ruang dialog, dalam rangka perdamaian untuk membangun perdamaian," kata Jokowi.

"Karena perang memang harus dihentikan dan juga yang berkaitan dengan rantai pasok pangan harus diaktifkan kembali," imbuhnya.

4 dari 6 halaman

Undangan KTT G20

ini fakta pertemuan presiden jokowi dengan zelenskyy amp putin upayakan perdamaian
(Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden)

Upaya-upaya tersebut juga bersinggungan langsung dengan kelancaran Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20. Jokowi mempunyai komitmen bahwa Indonesia akan terus memperkuat hubungan dua negara dengan Ukraina.

Melalui agendanya tersebut, Jokowi langsung menyampaikan undangan kepada Zelenskyy untuk berpartisipasi di KTT G20 tahun ini. KTT G20 itu sendiri nantinya akan diselenggarakan di Bali pada bulan November.

"Tahun ini adalah 30 tahun hubungan diplomatik Indonesia dan Ukraina. Saya menyampaikan komitmen Indonesia untuk terus memperkuat kerja sama yang lebih baik," jelas Jokowi.

5 dari 6 halaman

Bantuan

Jokowi juga menyerahkan bantuan kemanusiaan berupa obat-obatan kepada Pusat Ilmiah dan Bedah Endokrin, Transplantasi Organ dan Jaringan Endokrin Ukraina di Kota Kyiv, Ukraina.

Pemerintah Indonesia juga memberikan bantuan melalui Palang Merah Ukraina dan berkomitmen membantu rekonstruksi rumah sakit yang rusak akibat perang.

Di momen ini, Jokowi menjadi Presiden negara Asia pertama yang mengunjungi Ukraina di masa perangnya.

6 dari 6 halaman

Prioritaskan Kemanusiaan

ini fakta pertemuan presiden jokowi dengan zelenskyy amp putin upayakan perdamaian
(Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden)

Beberapa hal yang dibahas di pertemuan Jokowi dengan Putin adalah urgensi mengenai pencapaian perdamaian. Tujuan ini berasal dari Konstitusi Indonesia yang menginginkan perdamaian di atas muka bumi.

Selanjutnya Jokowi juga membahas pasokan pangan dan pupuk yang sangat penting bagi beberapa negara termasuk Indonesia. Apalagi, pangan dan pupuk sangat erat dengan keberlangsungan hidup banyak orang.

Saat menyambut Jokowi, Putin mengatakan bahwa hubungan kedua negara antara Rusia dan Indonesia baik-baik saja. Hubungan yang sudah terjalin selama bertahun-tahun ini memang sangat berdampak di bidang-bidang esensial sebuah negara.

"Indonesia adalah salah satu negara di mana kita telah mengembangkan hubungan yang sangat baik setelah menjalin hubungan diplomatik selama beberapa dekade," kata Putin seperti informasi yang dilansir dari laman Pemerintah Kremlin.

"Yang penting, kita mengembangkan hubungan di semua bidang, seperti ekonomi, politik dan keamanan dan, tentu saja, upaya untuk melawan ancaman terorisme," tambahnya.

(mdk/dem)

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Opini