Inspiratif, Begini Kisah Petani Milenial Klaten Bangkitkan Kejayaan Padi Rojo Lele

Inspiratif, Begini Kisah Petani Milenial Klaten Bangkitkan Kejayaan Padi Rojo Lele
Ilustrasi sawah. ©2018 Merdeka.com
JATENG | 29 Desember 2021 08:52 Reporter : Shani Rasyid

Merdeka.com - Desa Delanggu, Klaten, merupakan desa penghasil beras dengan varietas padi “Rojo Lele” yang cukup terkenal. Sayangnya ketenaran itu semakin redup seiring menurunnya minat petani untuk menanam varietas itu.

Namun Eksan, pemuda asli Delanggu berupaya membangkitkan kembali Rojo Lele yang sempat hilang dari peredaran. Hal inilah yang menjadi alasannya untuk terjun langsung menjadi petani milenial. Bersama teman-temannya, dia mendirikan sebuah komunitas bernama “Sanggar Rojo Lele”.

“Komunitas kami memiliki dua program, program tahunannya adalah festival budaya tani untuk menyuarakan isu pertanian, kemudian juga ada program bulanan yang lebih kepada forum diskusi dengan petani-petani yang ada di desa kami,” kata Eksan dikutip dari ANTARA.

Lantas seperti apa perjuangan Eksan dalam membangkitkan kembali varietas padi legendaris dari Klaten itu? Berikut selengkapnya:

2 dari 4 halaman

Profesi Kurang Menggiurkan

003 hery h winarno
©2018 Merdeka.com

Eksan mengatakan, profesi petani padi selama ini dianggap kurang menggiurkan. Hal inilah yang membuat regenerasi para petani dianggap kurang karena anak muda zaman sekarang lebih memilih kerja kantoran. Selain itu, pengelolaan penjualan padi masih mempertahankan pola-pola lama yaitu dijual ke tengkulak.

“Belum ada semacam pendampingan bagaimana petani itu bisa memproduksi padinya sendiri, kemudian outputnya bisa menjual padinya sendiri. Jadi pendampingan sampai ke sana itu belum. Jadi dari segi sosial dan ekonomi tidak menguntungkan,” terang Eksan.

3 dari 4 halaman

Ingin Mengembalikan Kejayaan

005 hery h winarno©2018 Merdeka.com

Walaupun dianggap tidak menguntungkan, Eksan tetap memilih untuk mengembangkan pertanian padi di desanya. Menurutnya, hal ini tak lepas dari wilayahnya yang dulu pernah berjaya pada sektor produksi padi.

“Siapa sih yang nggak kenal Delanggu. Desa kami memang dulu pernah berjaya di bidang pertanian. Sampai sekarang pun saat orang-orang mendengar kata Delanggu, yang di pikiran mereka pertama pasti berasnya,” ujar Eksan.

Atas dasar tanggung jawab itulah, Eksan ingin mengembalikan kejayaan Beras Delanggu yang kini meredup. Menurutnya, hal ini nantinya akan berdampak pada kesejahteraan petani di wilayahnya.

4 dari 4 halaman

Diwarisi Kondisi Alam

004 hery h winarno©2018 Merdeka.com

Eksan mengatakan, pengembangan padi Rojo Lele di desanya semakin potensial karena daerah Delanggu dan sekitarnya diwarisi potensi alam berupa kandungan air mineral yang tinggi. Hal inilah yang belum banyak tereksplorasi oleh orang-orang di tempatnya.

“Jadi dari sisi air irigasi kami premium karena berasal dari mata air yang kandungan mineralnya tinggi. Faktanya saja di tempat kami berdiri pabrik air minum mineral terbesar di Indonesia. Selain itu ada juga artikel yang mengatakan kalau di kawasan lereng Gunung Merapi di daerah Klaten itu air mineralnya memang tinggi,” ujar Eksan dikutip dari ANTARA.

(mdk/shr)

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Opini