Intip Budidaya Alga di Klaten, Dikonsumsi Para Astronaut Rusia dan Amerika

Intip Budidaya Alga di Klaten, Dikonsumsi Para Astronaut Rusia dan Amerika
Budidaya Alga. ©2021 Merdeka.com/Yoyok Sunaryo
JATENG | 15 Oktober 2021 19:00 Reporter : Ibrahim Hasan

Merdeka.com - Alga merupakan jenis tumbuhan air yang mudah ditemui di perairan baik itu air laut maupun air tawar. Meskipun sering dianggap sebagai gulma air, alga ternyata punya manfaat yang luar biasa. Mulai dari antioksidan hingga memperbaiki kadar kolesterol. Lebih jauh lagi, kedepan, ganggang juga dapat dijadikan makanan, bahkan makanan bagi para astronaut untuk memenuhi nutrisi saat di luar angkasa.

Alga atau ganggang beragam jenisnya yang bersifat autotrof atau dapat menyusun makannya sendiri. Inilah jenis ganggang hijau atau mengandung klorofil yang dibudidayakan di Desa Sidowayah, Kecamatan Polanharjo, Klaten, Jawa Tengah. Siapa sangka, tumbuhan yang semula dianggap hama ini mampu menjadi komoditas sumber makanan dan pemasok gizi masa depan.

Budidaya alga ini dikelola oleh PT Algaepark Indonesia Mandiri bekerjasama dengan Badan Usaha Milik Desa hingga produk ini mendunia. Jenis alga yang dikembangkan ialah alga spirulina yang mudah ditemui di perairan air tawar Indonesia.
budidaya alga

©2021 Merdeka.com/Yoyok Sunaryo


Pengelolanya ialah Rangga Warsita Aji, ia tak hanya melayani pasar dalam negeri, melainkan menembusnya hingga pasar Internasional. Seperti Amerika, Rusia, Perancis, hingga Jepang, dan Swiss.

Selain astronaut, para tentara yang bertugas di perbatasan juga mengonsumsi alga dari Polanharjo. Jika mengonsumsinya pagi, siang, dan malam setara dengan mengonsumsi satu kilogram sayur dan buah-buahan. Sangat praktis untuk dikonsumsi dan punya peluang sebagai sumber makanan masa depan.

Rumah budidaya alga hijau air tawar ini layaknya sebuah pabrik besar, seluruh kolamnya nampak hijau keruh dipayungi atap transparan yang melindungi dari paparan sinar matahari langsung. Alga hijau dapat dipanen dari jarak pembibitan dalam kurun waktu 1 bulan lamanya.
budidaya alga

©2021 Merdeka.com/Yoyok Sunaryo


Produk jadi dari alga hijau budidaya petani Polanharjo ini ialah ialah kapsul yang berisi serbuk alga kering. Selain itu, produk kecantikan seperti serum, sabun, hingga produk makanan seperti mi spirulina dihasilkan setiap setelah panen. Alga yang dihasilkan petani milenial di Sidowayah dinilai kaya nutrisi dengan kandungan protein hingga 70 persen. Produk terendahnya ialah digunakan sebagai pupuk organik yang berguna untuk menormalkan PH tanah.

Tahap budidayanya ialah dimuali dari pembibitan yang kemudian dibesarkan di kolam air tawar selama 3 hari. Air yang melimpah dari mata air Umbul Manten menjadi pasokan air tawar rumah produksi alga. Umbul Manten pH nya berkisar antara 8-9 dan sinar matahari juga baik. Tahap selanjutnya ialah pengenceran, pengurangan kadar air, membentuk lapisan pipih, dan tahap sterilisasi.
budidaya alga

©2021 Merdeka.com/Yoyok Sunaryo


Tahap terakhir sebagai alga mentah ialah mengeringkannya dengan oven pengering. Hingga bentuk alga menjadi semacam serbuk gandum yang nantinya dapat dihasilkan berbagai produk turunan.

Dalam hal ini Alga budidaya pemuda di Sidowayah Klaten ini dinilai memiliki ciri khas tersendiri karena dikembangkan di air tawar. Sebab umumnya, alga dikembangkan di air laut. Produk Alga Polanharjo ini juga sudah mengantongi label BPPT atau Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi. Bahkan MUI juga melabelinya sebagai makanan yang aman.
budidaya alga

©2021 Merdeka.com/Yoyok Sunaryo


Bermula dari tahun 2017, hingga kini pusat budidaya Algae Park Polanharjo ini mampu memproduksi alga sebanyak 2-4 ton tiap bulannya. Sedangkan pasar ekspornya mampu mencapai 300 kg sampai 800 kg per bulan dalam bentuk serbuk. Sedangkan harga alga standar untuk makanan mencapai Rp 600 ribu hingga Rp 1 jt per kilogramnya.

(mdk/Ibr)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami