Jadi Penghubung Jogja-Jateng, Ini Kisah Hancurnya Jembatan Kali Krasak

Jadi Penghubung Jogja-Jateng, Ini Kisah Hancurnya Jembatan Kali Krasak
Jembatan Krasak. ©YouTube/Go Out TV
JATENG | 15 Oktober 2021 14:12 Reporter : Shani Rasyid

Merdeka.com - Kali Krasak mengalir dari Gunung Merapi dan menjadi satu dengan Kali Progo untuk selanjutnya bermuara di Samudera Hindia. Kali itupun menjadi batas antara dua provinsi, yaitu Provinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

Untuk menghubungi dua wilayah yang terpisah oleh Sungai Krasak, dibangunlah jembatan-jembatan di beberapa titik. Namun jembatan yang membentang di atas Kali Krasak tidak banyak. Maka dari itu perannya sangat vital sejak zaman Hindia Belanda.

Pada masa Orde Baru, Jembatan Krasak hanya terdiri dari sebuah jembatan tunggal dengan dua jalur kendaraan yang saling berlawanan arah. Namun tepat setelah masa lebaran tahun 1991, terjadi sebuah tragedi kecelakaan yang membuat jembatan itu runtuh.

Lantas seperti apa kecelakaan itu? dan sejauh mana kecelakaan itu berdampak pada runtuhnya Jembatan Krasak? Berikut selengkapnya:

2 dari 4 halaman

Kronologi Kecelakaan di Jembatan Krasak

jembatan krasak
©Slemankab.go.id

Dilansir dari Pendekartidar.org, kecelakaan itu terjadi di tahun 1991. Waktu itu, sebuah kendaraan bermuatan tangki melintasi jalan raya Jogja-Magelang dari arah Yogyakarta.

Dengan kecepatan tinggi, kendaraan itu terlibat saling salip menyalip dengan sebuah bus umum. Karena kecepatan kendaraan itu begitu tinggi, gandengan tangki terlepas dari kendaraan.

Pengait gandengan yang lepas itu kemudian menghantam permukaan aspal di tengah jembatan dan kemudian menimbulkan percikan api. Api kemudian merambat ke tangki yang penuh bahan bakar minyak dan terjadilah kebakaran yang amat besar.

Panas api yang tinggi dan membumbung ke angkasa membuat kerangka jembatan yang terbuat dari besi baja itu meleleh. Bangunan jembatan itu kemudian runtuh.

3 dari 4 halaman

Jembatan Baru Kali Krasak

jembatan krasak
©YouTube/Go Out TV

Sekian bulan kemudian jembatan yang runtuh itu dibangun kembali. Untuk sementara waktu menunggu pembangunan jembatan baru, kendaraan yang ingin melewati Kali Krasak melintas sebuah jembatan ponton sementara yang dibangun oleh kesatuan Zeni TNI AD.

Kendaraan kecil dan roda dua bisa melintasi jembatan darurat itu untuk sementara waktu. Sedangkan untuk kendaraan besar, lalu lintas dialihkan melalui jalan Ngluwar, melintasi Ancol Bligo dan memasuki Sleman dari ujung barat. Kondisi ini berlangsung hampir setengah tahun hingga jembatan Krasak yang runtuh kembali berdiri.

Sepuluh tahun setelah itu, jembatan Krasak dirasa tidak mampu lagi menampung arus lalu lintas yang semakin padat. Oleh karena itu dibangunlah jembatan baru yang berada di sebelah timur jembatan lama.

Jembatan baru itu dibuka menjelang arus mudik tahun 2001. Hingga akhirnya jembatan yang membentang di atas Kali Krasak merupakan sepasang jembatan yang berdiri kokoh hingga sekarang.

4 dari 4 halaman

Kondisi Jembatan Kereta Api Kali Krasak

jembatan krasak
©YouTube/Komunitas Ohol

Tak jauh di sebelah barat Jembatan Krasak yang digunakan untuk lalu lintas kendaraan bermotor, terdapat jembatan tua yang sudah tidak digunakan lagi. Dulunya jembatan itu digunakan untuk lalu lintas kereta api jalur Jogja-Magelang-Ambarawa. Konon berhentinya operasional kereta api Jogja-Magelang berkaitan erat dengan keberadaan jembatan kereta api yang membentang di atas Kali Krasak itu.

Hal inilah yang diungkapkan oleh Biyung Tuwo, seorang pengguna kereta api Jogja-Magelang. Dilansir dari Pendekartidar.org, konon saat terjadi banjir lahar dingin yang menerjang Kali Krasak pada musim penghujan, kondisi jembatan kereta api itu menjadi tidak stabil dan sering bergoyang.

Demi kehati-hatian, setiap kereta api yang melintas dari arah Magelang selalu berhenti di sebuah desa yang letaknya tak jauh dari jembatan. Bahkan pernah kejadian kereta api yang hendak melintasi jembatan itu maju bergerak mundur seakan takut untuk melintasi jembatan.

Hal inilah yang konon menjadi salah satu penyebab tidak diteruskannya trayek kereta api Jogja-Magelang-Ambarawa.

(mdk/shr)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami