Jam Malam Anak Diberlakukan di Kota Jogja, Begini Penerapannya

Jam Malam Anak Diberlakukan di Kota Jogja, Begini Penerapannya
tugu yogyakarta. blogspot.com
JATENG | 5 Juli 2022 16:24 Reporter : Shani Rasyid

Merdeka.com - Yogyakarta telah lama dikenal sebagai Kota Pendidikan. Oleh karena itu suasana kondusif untuk belajar harus dibangun sedemikian rupa. Hal ini disadari oleh Pemerintah Kota Yogyakarta. Pada pertengahan Juni lalu mereka mulai memberlakukan Peraturan Wali Kota Yogyakarta Nomor 49 Tahun 2022 yang berisi pemberlakuan jam malam untuk anak.

“Meski belum dilakukan penelitian dengan hitungan indikator-indikator tertentu, tetapi jumlah anak yang terlihat keluar malam tanpa pendampingan orang tua sudah mulai berkurang,” kata Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP3KB) Kota Yogyakarta, Edy Muhammad, pada Selasa (5/7).
Lantas seperti apa penerapan peraturan tersebut?

Berikut ulasan selengkapnya:

2 dari 3 halaman

Beri Perlindungan pada Anak

ilustrasi anak belajar dari rumah

©2020 Merdeka.com/bachtiarudin

Edy mengatakan, dalam peraturan tersebut dijelaskan bahwa anak di bawah usia 18 tahun diminta tidak boleh keluar malam di atas pukul 22.00-04.00 WIB tanpa pendampingan orang tua atau untuk kepentingan mendesak.

Ia menjelaskan, peraturan itu diberlakukan untuk memberikan perlindungan pada anak dari aktivitas yang berpotensi menimbulkan bahaya fisik, mental, dan kesejahteraan sosial emosi termasuk kegiatan yang mengarah pada tindakan kriminal.

“Orang tua juga punya kewajiban untuk memastikan anak sudah berada di rumah sebelum pukul 10 malam dan menanyakan apabila anak belum juga pulang,” kata Edy dikutip dari ANTARA.

3 dari 3 halaman

Peran Masyarakat

ilustrasi anak belajar dari rumah
©2020 Merdeka.com/bachtiarudin

Edy mengatakan, pada saat libur sekolah, pihaknya tidak memperoleh informasi bahwa penerapan aturan menjadi lebih sulit. Ia pun menyebut bahwa respons masyarakat dan lembaga di wilayah dalam mendukung penerapan aturan berjalan cukup baik.

“Kami menerapkan pendekatan persuasif untuk menjalankan aturan ini. Ada informasi dan edukasi di masyarakat sejak jam 9 malam,” kata Edy.

Ia mengatakan, jika didapati masih ada anak yang berada di luar rumah lebih dari pukul 22.00 WIB dan dinilai melakukan kegiatan yang tidak jelas, maka dapat dikenakan sanksi berupa teguran lisan, tertulis, hingga pembinaan di balai rehabilitasi yang ditunjuk. Selain itu, penerapan jam malam ini juga dilakukan dalam rangka upaya Pemerintah Kota Yogyakarta dalam mewujudkan Kota Layak Anak yang sebenarnya.

(mdk/shr)

TOPIK TERKAIT

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Opini