Kakek Asal Bantul Lakukan Aksi Bejat pada Anak di Bawah Umur, Ini 3 Faktanya

Kakek Asal Bantul Lakukan Aksi Bejat pada Anak di Bawah Umur, Ini 3 Faktanya
ilustrasi pencabulan. ©2013 Merdeka.com
JATENG | 20 November 2020 18:12 Reporter : Shani Rasyid

Merdeka.com - Sehari-hari TK (58) bekerja sebagai seorang pekerja sendang yang berada di Wukirsari, Imogiri, Bantul. Dia baru dua tahun belakangan tinggal di tempat itu. Kendati demikian, dia sudah berani melakukan aksi bejat dengan melakukan pencabulan terhadap bocah di bawah umur.

Aksi keji itu terjadi pada Jum’at (6/11) sekitar jam 16.00 kepada seorang gadis berusia 9 tahun. Waktu itu, korban tengah mandi di sebuah sendang di Wukirsari. Namun tiba-tiba TK masuk ke dalam sendang dan melakukan pencabulan kepada korban.

Usai melakukan aksi bejatnya, TK mengancam gadis itu agar tidak menceritakan peristiwa itu pada siapapun. Namun karena masih polos, bocah itu menceritakan pengalaman buruk yang menimpanya kepada orang terdekatnya.

“Pelaku mengancam akan melakukan perbuatannya lagi bila korban sampai cerita ke orang lain,” kata Banit PPA Reskrim Polres Bantul, Aipda Musthafa Kamal dikutip dari Liputan6.com pada Jum’at (20/11). Berikut fakta selengkapnya:

2 dari 4 halaman

Tak Cuma Satu Orang

ilustrasi pencabulan
©2013 Merdeka.com

Ketika menjalani pemeriksaan di Mapolres Bantul, TK mengatakan bahwa korban aksi bejatnya lebih dari satu orang. Selain bocah itu, ada gadis seumuran lain yang pernah menjadi korban darinya. Dia adalah seorang gadis berusia 11 tahun yang tinggal di tempat yang sama dengan bocah 9 tahun itu.

Tak cukup sampai di situ, ternyata TK sudah sering melakukan pencabulan kepada gadis 9 tahun itu. Hanya saja dia melakukannya pada waktu yang berbeda. Hingga kini, polisi masih mendalami adanya korban-korban lain dari aksi bejatnya itu.

“Tersangka sudah beberapa kali melakukan dugaan pencabulan kepada anak-anak,” ungkap Kamal.

3 dari 4 halaman

Iming-iming Uang Jajan

ilustrasi pencabulan
©2013 Merdeka.com

Selain mengancam, TK juga memberi iming-iming uang jajan kepada para korbannya. Hal inilah yang membuat aksi bejatnya tak ada yang mengetahui.

Dari informasi yang dihimpun polisi, korban melakukan aksinya pertama kali pada 1 November dan melakukan aksi kedua pada korban yang sama pada 6 November. Dalam salah satu aksinya, korban sebetulnya sudah berusaha meminta pelaku untuk keluar dari dalam bilik sendang, tapi pelaku semakin nekat melancarkan aksinya dan mengancam korban.

4 dari 4 halaman

Korban Melapor

ilustrasi pencabulan
©2013 Merdeka.com

Aksi bejat TK baru terungkap ketika korban mengadu pada pendampingnya. Kebetulan, korban sendiri merupakan anak-anak yang tinggal di panti asuhan yang lokasinya dekat dengan sendang itu. Pada 8 November, korban sempat mencari tersangka, namun keberadaannya tidak diketahui.

Tak hanya itu, korban juga mengadu kepada budhe-nya saat berkunjung ke panti. Saat itu pengurus kembali mengadakan pertemuan dan mencari tersangka. Para pengurus panti sepakat untuk meminta bantuan warga guna mencari keberadaan TK.

Warga yang geram kemudian mencari pelaku ke beberapa tempat. Setelah berhasil ditemukan, mereka menyerahkan pelaku ke polisi.

Atas kasus ini, TK dijerat pasal 82 UU RI Nomor 17 tahun 2016 tentang perlindungan anak. Dia terancam penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun.

(mdk/shr)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami