Kehilangan Pekerjaan, Puluhan Pendorong Gerobak Malioboro Adukan Ini ke Pemkot Jogja

Kehilangan Pekerjaan, Puluhan Pendorong Gerobak Malioboro Adukan Ini ke Pemkot Jogja
Jalan Malioboro Yogyakarta. ©2017 Merdeka.com
JATENG | 8 Februari 2022 14:53 Reporter : Shani Rasyid

Merdeka.com - Relokasi pedagang kaki lima (PKL) Malioboro tak hanya berdampak pada nasib PKL itu sendiri, namun juga para pekerja lain yang sehari-hari hidup mengandalkan denyut nadi perdagangan di sepanjang kawasan Jalan Malioboro, salah satunya adalah puluhan pendorong gerobak PKL di kawasan tersebut.

“Kami datang untuk menyampaikan harapan agar pemerintah daerah bisa mencarikan solusi sehingga kami tidak kehilangan penghasilan. Selama belasan bahkan puluhan tahun, kami benar-benar mengandalkan pendapatan dari mendorong gerobak PKL Malioboro,” kata Ketua Paguyuban Pendorong Gerobak Malioboro, Kuwat Suparjono, mengutip dari ANTARA pada Senin (7/2).

Menurutnya, penataan pedagang kaki lima (PKL) Malioboro yang dilakukan dalam waktu cepat membuat 54 anggota paguyuban tersebut tidak sempat mencari pekerjaan lain di luar pekerjaan mendorong gerobak. Berikut selengkapnya:

2 dari 3 halaman

Keluh Kesah Pedagang

kawasan wisata jalan malioboro

©2021 Liputan6.com/Helmi Fithriansyah

Kuwat mengatakan, saat ini anggota paguyuban masih bisa mencari pekerjaan di Teras Malioboro 2 dengan membantu pedagang kaki lima untuk memasukkan barang dagangan ke lokasi penataan atau sekedar membantu PKL membeli makanan. Pendapatannya pun sangat terbatas. Per harinya berkisar Rp20.000-50.000.

Walau begitu, pekerjaan tersebut dikhawatirkan hilang jika seluruh dagangan PKL sudah tertata dengan baik. Kuwat berharap, pemerintah bisa memfasilitasi mereka dengan lapak untuk berjualan di Teras Malioboro 1 dan 2 jika masih memungkinkan.

Pilihan terakhir yang diharapkan pendorong gerobak adalah uluran tangan dari PKL yang selama ini mereka bantu layaknya uang pesangon yang nantinya bisa dijadikan modal untuk membuka usaha di rumah.

3 dari 3 halaman

Akan Dikomunikasikan

kawasan wisata jalan malioboro
©2021 Liputan6.com/Helmi Fithriansyah

Asisten Sekda Bidang Administrasi Umum Pemerintah Kota Yogyakarta, Kris Sardjono Sutedjo mengatakan bahwa pihaknya menerima masukan yang disampaikan pendorong gerobak dan akan menyampaikannya ke Pemerintah DIY. Ia mengatakan, sudah ada beberapa pilihan yang disiapkan untuk pemberdayaan pendorong gerobak, namun belum mengerucut ke satu pilihan. Namun sebelum keputusan dibuat, pihaknya akan terlebih dahulu berkomunikasi ke Pemerintah DIY.

Sedangkan Wali Kota Yogyakarta, Haryadi Suyuti memastikan akan mendata seluruh pendorong gerobak di Malioboro karena selama ini menjadi bagian dari penunjang kawasan wisata tersebut.

“Akan diberdayakan. Tetapi didata dulu. Tentunya yang masuk pendataan adalah pendorong yang memang ada di sana. Tidak lalu mengaku-aku menjadi pendorong,” kata Haryadi, mengutip dari ANTARA.

(mdk/shr)

Baca juga:
Pemda DIY Targetkan PKL Malioboro Sudah Pindah ke Tempat Relokasi 8 Februari
Wakil Wali Kota Yogyakarta Sebut Relokasi PKL Tak Mengubah Identitas Malioboro
Pendorong Gerobak Terdampak Relokasi PKL di Malioboro
Sultan HB X Ingin Relokasi PKL Malioboro Secepatnya, Ini Alasannya
Sultan Pastikan Tak Ada Penundaan Relokasi PKL di Malioboro

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Opini