Kisah di Balik Viralnya Nama 'Alhamdulillah Rejeki Hari Ini'

Kisah di Balik Viralnya Nama 'Alhamdulillah Rejeki Hari Ini'
Nama Bayi unik Alhamdulillah Rejeki Hari Ini. ©2020 Merdeka.com
JATENG | 11 Februari 2020 12:49 Reporter : Astuti Dwi Ramadhani

Merdeka.com - Nama adalah sebutan yang diberikan orang tua kepada anak-anaknya dengan harapan

tertentu. Di masyarakat sendiri, nama digunakan sebagai pengenal untuk seseorang. Nama manusia biasanya terdiri dari nama depan dan nama keluarga. Meski begitu, tidak semua orang memakai nama keluarg dalam namanya.

Di Yogyakarta, tepatnya di Bantul ada seorang anak yang memiliki nama yang cukup

unik. Alhamdulillah Rejeki Hari Ini adalah nama bayi berumur 5 bulan, putra dari pasangan bernama Didit Saputro (39) dan Meidiana (35). Al, bayi laki-laki yang lahir pada 7 September 2019 ini sekarang sudah tumbuh dengan baik dan mencapai berat 7,7kg.

Bagaimana kisah dibalik nama unik tersebut? Ini kisahnya.

Informasi yang dihimpun merdeka.com, sejak tahun 2008, Didit Saputro bekerja sebagai seorang fotografer profesional di Jakarta. Jasanya laris manis digunakan oleh warga DKI Jakarta dan sekitarnya. Dengan UMK DKI Jakarta yang tinggi, jasa yang ia jual juga mengikuti harga pasaran di sana.

Dengan bayaran yang cukup mahal untuk jasa fotonya, ia menjadi seorang yang bergelimang harta. Didit muda menghabiskan masa mudanya dengan gaya hidup yang cukup mewah hingga lupa bersyukur. Orientasinya pada saat itu hanya berfokus pada materi saja.

Singkat cerita, pada tahun 2012 Didit muda memutuskan untuk menikah dengan

wanita yang dicintainya, Meidiana. Setelah dua tahun menikah, kehidupannya mulai berubah 180 derajat. Tidak berhenti disitu, puncaknya saat Didit divonis mengidap penyakit stroke.

Anggota tubuhnya satu persatu sulit untuk digerakkan. Hal tersebut otomatis mempengaruhi pekerjaannya sebagai seorang fotografer. Cobaan lagi-lagi menghampiri keluarganya. Pernikahan yang sudah menginjak 4 tahun belum juga dikaruniai momongan. Sang istri, Meidiana mulai merasa gusar akan hal tersebut.

Di tengah cobaan demi cobaan yang datang kepadanya dan sang istri, Didit mendapat

tawaran untuk memotret seseorang di pulau Dewata, Bali. Ia akhirnya memutuskan untuk mengambil pekerjaan tersebut dan terjadilah kesepakatan dengan tarif Rp 30 juta.

Awalnya, Didit mengira bahwa clientnya berasal dari keluarga mampu. Tapi siapa sangka, ternyata clientnya berasal dari keluarga sederhana. Ia diketahui menggadaikan sertifikat tanah milik orangtuanya. Setelah mengetahui latar belakang clientnya, ia ingin menurunkan harga yang telah disepakati. Tapi, clientnya tidak bersedia karena hal tersebut sudah menjadi kesepakatan mereka berdua.

Sesuai kepercayaan masyarakat Hindu, clientnya selalu memberi sesajen untuk arwah

leluhurnya secara rutin. Tak peduli kondisi perekonomiannya yang juga pas-pasan.

Keseharian Didit yang terbiasa hidup dengan clientnya perlahan berubah. Dari sanalah ia

belajar tentang hidup dan bagaimana caranya bersyukur.

Sejak saat itu Didit mengaku hidupnya menjadi lebih damai. Bahkan, saat di Bali

anggota tubuhnya yang semula susah digerakkan seolah-olah menjadi normal kembali.

Pada tahun 2018, cobaan kembali menghampiri keluarganya. Saat itu, istrinya

mengalami kecelakaan hingga membuatnya susah untuk berjalan. Tulang tempurungnya

pecah, sehingga dokter menyarankan untuk operasi. Tapi, hal itu tidak dilakukan karena

keterbatasan biaya.

Akhirnya ia membawa istrinya ke salah satu pengobatan alternatif di Muntilan. Di

sana, istrinya dipijat dan ternyata ada syaraf terjepit yang diduga membuatnya susah hamil. Ajaibnya, beberapa bulan setelah dipijat istrinya kembali bisa berjalan dan akhirnya ia juga hamil. Lalu, saat anaknya lahir, dengan segala cobaan hidup yang sudah dilaluinya ia memutuskan untuk bersyukur dan memberi nama anaknya “Alhamdulillah Rejeki Hari Ini”.

(mdk/paw)

TOPIK TERKAIT

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami