Kisah Hidup Rahayu Supanggah, Maestro Karawitan Indonesia yang Mendunia

Kisah Hidup Rahayu Supanggah, Maestro Karawitan Indonesia yang Mendunia
Rahayu Supanggah. ©2020 Facebook
JATENG | 29 November 2021 09:01 Reporter : Shani Rasyid

Merdeka.com - Karawitan merupakan salah satu kesenian musik tradisional khas Jawa. Di baliknya ada sosok besar yang membuat kesenian itu dikenal dunia. Ia adalah Rahayu Supanggah.

Prof. Dr. Rahayu Supanggah, S. Kar adalah salah satu maestro karawitan dan komponis Indonesia. Dia lahir pada 29 Agustus 1949 di Desa Klego, Kecamatan Simo, Boyolali. Lahir dari ayahnya yang merupakan seorang dalang dan ibunya yang seorang pemain gender, Rahayu Supanggah sudah familiar dengan bunyi gamelan Jawa.

Dari sinilah Rahayu Supanggah membawa kesenian karawitan ke luar negeri. Bahkan di Kota London, Inggris, sosok Rahayu Supanggah begitu terkenal.

Lantas bagaimana sepak terjang Rahayu Supanggah di dunia permusikan tanah air? Berikut selengkapnya:

2 dari 3 halaman

Tidak Pernah Bercita-Cita jadi Seniman

rahayu supanggah
©YouTube/BNPB DIY

Waktu kecil, Rahayu Supanggah tidak pernah bercita-cita jadi seorang seniman. Dulu dia berpikir bahwa kehidupan dalang dan pengrawit tidak begitu menggembirakan.

Namun setelah lulus SMP pada tahun 1967, dia melanjutkan pendidikan seni rupa di Konservatori Karawitan Indonesia. Di sana dia terpilih mewakili Indonesia dalam misi seni kepresidenan ke China, Korea Utara, dan Jepang. Peristiwa ini mempengaruhi jalan hidup Rahayu. Sejak saat itu ia mulai serius menekuni seni karawitan sebagai profesinya.

Lulus dari Konservatori Karawitan, dia kemudian melanjutkan kuliah di ASKI (sekarang ISI Surakarta). Dia kemudian lulus tahun 1978.

Sosok yang Sangat Disiplin

rahayu supanggah
©YouTube/BNPB DIY

Di mata keluarga, Rahayu Supanggah merupakan seorang bapak yang sangat disiplin. Baik dalam mendidik putra-putranya maupun dalam menjalani profesinya sebagai seorang seniman.

“Bapak Rahayu Supanggah bukan sekedar bapak dan guru saja bagi saya, bahkan panutan dan inspirasi. Beliau memberikan tauladan yang luar biasa bagi kami bagaimana menghormati gamelan, bagaimana memuliakan karawitan hingga batin para pemusik beliau,” kata Peni Candra Rini, murid sekaligus anggota tim karawitan Rahau Supanggah, dikutip dari kanal YouTube BPNB DIY.

3 dari 3 halaman

Maestro Musik Dunia

rahayu supanggah©2020 kemdikbud.go.id

Dilansir dari kanal YouTube BPNB DIY, karya-karya komposer gamelan Rahayu Supanggah telah disejajarkan dengan karya-karya komponis dunia. Karya-karya itulah yang membawanya keliling dunia dan dipentaskan di 40 negara yang berbeda.

Karya-karya komposisi musiknya sepintas terdengar tradisional, tetapi maknanya selalu kontemporer, aktual, kontekstual, bahkan memberi imajinasi masa depan. Bahkan dalam dunia seni tradisional, Rahayu Supanggah setara dengan empu.

Pikirannya selalu terus-menerus mencari untuk menguak misteri, ditunjang dengan kemampuan seninya yang sangat spesifik, karakteristik, dan terdepan, khususnya di bidang karawitan.

Pada tahun 2010, Rahayu Supanggah mendapat penghargaan Bintang Budaya Paramadarma oleh Presiden Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono. Dia pun menjadi profesor komposisi dan etnomusikologi di Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta hingga masa pensiunnya.

Rahayu Supanggah di Mata Kolega

rahayu supanggah©YouTube/BNPB DIY

Bagi Supardi, S. Kar, kolega Rahayu di tim karawitan Garasi, sosok Rahayu Supanggah tak hanya sebagai dosen ataupun guru karawitan, namun sudah seperti bapaknya sendiri. Selain itu dia mengaku kalau Rahayu selalu haus dalam menghasilkan karya.

“Prof. Panggah (Rahayu Supanggah) itu jiwanya berkeseniman. Itu terlihat ketika saya setiap ketemu malam Sabtu, pasti mengatakan kalau dia ingin menabuh, ingin berkarya. Saya selalu bilang, kalau ada karya baru, kita coba. Banyak gending-gending beliau yang sudah dikenal,” kata Supardi dikutip dari kanal YouTube BPNB DIY.

(mdk/shr)

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami