Kisah Perjalanan Musafir Joko Kendil, Mengembara Sejak Umur 19 Tahun

Kisah Perjalanan Musafir Joko Kendil, Mengembara Sejak Umur 19 Tahun
Sang Musafir Joko Kendil. ©YouTube/Sinau Hurip
JATENG | 7 Oktober 2022 09:15 Reporter : Shani Rasyid

Merdeka.com - Dengan langkah kaki yang cepat, Joko Kendil berjalan di atas jalan beraspal. Tak peduli siang panas atau gelap malam dia tetap berjalan. Namun tak hanya cara jalannya yang membuat orang terheran-heran.

Pria 41 tahun itu mengenakan jubah warna hitam dengan pelindung sebuah caping berwarna hijau. Para warga yang tak sengaja berjumpa dengannya di jalan menyempatkan diri untuk merekam perjalanan sang musafir itu. Video-videonya banyak beredar di media sosial dan sosoknya menjadi viral.

Sebelum sosoknya viral, pada Juli 2022 lalu, Adi dari kanal YouTube Sinau Urip sempat bertemu dan ngobrol langsung dengan Joko Kendil. Dalam kesempatan itu, Joko Kendil mengungkapkan alasan ia hidup mengembara dan juga tujuan hidupnya di masa depan.

Berikut selengkapnya:

2 dari 5 halaman

Ingin Mengembara Selama 24 Tahun

sang musafir joko kendil
©YouTube/Sinau Hurip

Joko Kendil mengaku berasal dari Lor Kadilangu. Dia mengatakan sudah pergi mengembara keliling dunia sejak usia 19 tahun. Pengembaraan itu ia lakukan atas permintaan gurunya, Syekh Hadi Demak Guntur.

Dalam pengembaraannya, ia mengaku hendak menuju ke Gunung Muria. Setelah dari sana, ia melanjutkan perjalanannya keliling dunia. Ia berencana mengakhiri pengembaraannya pada tahun 2025.

Dalam kesempatan itu, pemilik akun YouTube Sinau Hurip menanyakan pada sang musafir kenapa jalannya cepat sekali.

“Saya tidak jalan, yang jalan macan saya,” ujar Joko Kendil.

3 dari 5 halaman

Nama Asli Joko Kendil

sang musafir joko kendil
©YouTube/Sinau Hurip

Joko Kendil mengatakan kalau nama aslinya adalah Kosnan. Nama “Joko Kendil” adalah pemberian dari gurunya, Syekh Hadi Guntur. Nama itu diambil dari nama seorang murid Sunan Kalijaga.

Joko Kendil mengatakan, kedua orang tuanya sudah meninggal dunia. Tapi dia masih punya dua kakak perempuan. Setelah pengembaraannya selesai pada tahun 2025 nanti, ia berencana akan datang ke gurunya lagi.

“Nanti katanya mau dicarikan jodoh,” kata Joko Kendil setengah berbisik dengan bahasa Jawa.

4 dari 5 halaman

Mandi dan Mencuci Baju di Masjid

sang musafir joko kendil

©YouTube/Sinau Hurip

Walaupun letih menempuh perjalanan jauh dengan berjalan kaki, Joko Kendil tak pernah meninggalkan salat lima waktu. Saat waktu salat tiba, ia akan mampir ke masjid terdekat.
Tak hanya salat, di masjid itulah ia biasa mandi dan mencuci bajunya. Setelah itu baru ia melanjutkan perjalanan lagi.

“Seng penting ojo edan awake, edano marang gusti Allah,” ujar Joko Kendil.

5 dari 5 halaman

Firasat Joko Kendil Tentang Tahun 2030

sang musafir joko kendil

©YouTube/Sinau Hurip

Dalam kesempatan itu, Joko Kendil berpesan bahwa hidup itu harus rajin ibadah karena hidup di dunia itu tidak lama. Dia pun berharap tidak ada kejadian yang buruk pada tahun 2030 nanti.

“Memangnya kejadian apa?” tanya Adi Sinau Hurip.

“Gampangnya seperti tahun 2019 kemarin. Ada Corona. Banyak yang mati,” kata Joko Kendil.

“Tapi semoga tidak terjadi,” lanjutnya. 

(mdk/shr)

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Opini