Kisah Perjuangan Para Dokter Lawan Corona di Garda Depan, Nyawa Jadi Taruhannya

Kisah Perjuangan Para Dokter Lawan Corona di Garda Depan, Nyawa Jadi Taruhannya
JATENG | 24 Maret 2020 20:37 Reporter : Shani Rasyid

Merdeka.com - Di balik terus meningkatnya penyebaran Virus Corona, ada tim medis yang tak henti berjuang untuk menyembuhkan para pasien COVID-19 itu. Mereka bekerja siang malam tak kenal waktu. Mereka bahkan harus menggunakan baju hazmat yang panas, guna melindungi mereka dari virus yang ada pada pasien.

Namun bukan berarti dengan baju pelindung itu mereka otomatis aman terkena Virus Corona. Dilansir dari Liputan6.com (20/3), di Indonesia sudah ada 25 anggota tim medis dinyatakan positif terkena COVID-19 dalam misinya menyembuhkan pasien yang terpapar virus tersebut. Terbaru, 6 dokter yang berjuang menyembuhkan pasien Corona meninggal setelah ikut terpapar virus itu.

Para tenaga medis adalah para pejuang yang berada di garda terdepan guna berperang melawan Virus Corona. Mereka bekerja terus tak kenal lelah agar nyawa pasien bisa selamat, dilarang bertemu keluarga selama tugasnya, bahkan nyawa jadi taruhannya. Berikut adalah beberapa kisah para dokter yang berjuang melawan COVID-19.

1 dari 11 halaman

Tak Boleh Pulang Walau Rindu Keluarga

perjuangan dokter lawan virus corona

2020 Dream.co.id

Dilansir dari Dream.co.id, Selasa (24/3), seorang netizen asal Malaysia dengan nama akun Ahmad Effendy Zailanudin mengunggah sebuah foto di mana sepupunya yang juga seorang dokter hanya bisa mampu melihat anaknya dari balik pagar rumahnya sendiri.

Dia tidak berani masuk ke dalam rumah karena khawatir anaknya juga akan tertular. Dalam postingannya ia menulis dalam bahasa Malaysia.

"Buat rakan2 FB, tolong lah. Ikut apa arahan yang dikeluarkan. Fikirkanlah perasaan orang lain. Kita bersyukur sebab boleh duduk dengan keluarga di rumah. Main dengan anak2. Tapi mereka terpaksa berkorban. Dedahkan diri mereka kepada risiko. Hanya untuk pastikan semua yang suspected atau positive menerima rawatan yang seharusnya," tulis Ahmad.

2 dari 11 halaman

Dokter 80 Tahun Siap Perang Lawan Corona

dokter handoko gunawan

Facebook @Noviana Kusumawardhani 2020 Merdeka.com

Cerita heroik dan mengharukan datang dari dunia kedokteran Indonesia. Seorang dokter berusia 80 tahun bernama Handoko menyatakan siap kembali dari masa pensiunannya guna ikut serta melawan Virus Corona.

Dokter Handoko Gunawan merupakan dokter spesialis paru yang bekerja di RS Graha Kedoya, Jakarta Barat. Ia termasuk jajaran dokter yang ikut menangani langsung pasien Corona. Padahal usianya sudah tua. Dilansir dari Dream.co.id, Dokter Handoko ikut berjuang melawan Virus Corona walaupun sudah dilarang keluarga.

3 dari 11 halaman

Dokter Handoko Bekerja Hingga Pukul 3 Pagi

dokter handoko gunawan

Facebook @Noviana Kusumawardhani 2020 Merdeka.com

Perjuangan Dokter Handoko diketahui setelah netizen dengan akun Facebook Noviana Kusumawardhani mengunggah foto sang dokter sedang bekerja di rumah sakit. Dalam postingannya, Noviana menulis bahwa sang dokter bekerja hingga pukul 3 pagi.

"Boleh tolong bantu juga doakan salah satu dokter yang handle covid dokter Gunawan ahli paru di Graha Kedoya usia sudah mendekati 80 tahun. Saat ini beliau terus kerja sampai jam 3 pagi. Anak-anaknya sudah saranin jangan ikut terjun karena sudah tua tapi katanya kalau dia mati juga nggak apa-apa. Mestinya kita mulai start berita-berita ini ya dari pada nebarin ketakutan terus. Pengabdiannya luar biasa untuk kemanusiaan,"tulis sang pemilik akun.

4 dari 11 halaman

Curhatan Dokter Handoko

dokter handoko gunawan

Liputan6.com/ Facebook Noviana Kusumawardhani 2020 Merdeka.com

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, sempat berkontak dengan Dokter Handoko yang sedang dalam perjuangannya melawan Virus Corona. Dokter Handoko menjadi buah bibir masyarakat karena dokter spesialis paru-paru itu rela keluar dari masa-masa pensiunannya untuk ikut membantu berperang melawan Virus Corona.

Dalam percakapannya dengan Ganjar Pranowo, Dokter Handoko mengungkapkan bahwa ia sedang menjalani karantina. Dia mengaku bahwa kondisi tentang Virus Corona yang diamatinya semakin buruk.

5 dari 11 halaman

Percakapan Antara Ganjar dengan Dokter Handoko

ganjar pranowo main tik tok

Youtube Atta Halilintar

Ganjar bercakap-cakap dengan Dokter Handoko pada Sabtu (21/3). Dalam postingannya yang diunggah ke media sosial itu, Ganjar mengatakan bahwa Dokter Handoko merupakan seseorang yang mendedikasikan diri untuk kemanusiaan. Dilansir dari Dream.co.id (24/3) berikut kutipan wawancaranya:

Ganjar: Bagaimana kondisi bapak?
Dokter Handoko: Saya lagi di rumah sakit persahabatan
Ganjar: Kondisinya gimana hari ini?
Dokter Handoko: Sudah sehat sih tapi capek luar biasa
Ganjar: Tapi ini ganggu nggak?
Dokter Handoko: Oh enggak. Saya dikarantina oleh dokter paru-paru saya selama beberapa hari. Memang situasinya buruk sekali. Mesti ada terobosan. Kalau begini terus kita enggak tahu ke depannya.

6 dari 11 halaman

Nasihat Dokter Handoko kepada Ganjar Pranowo

dokter handoko gunawan

Liputan6.com/ Facebook Noviana Kusumawardhani 2020 Merdeka.com

Dokter Handoko mengatakan kalau tidak ada terobosan korban akan terus berjatuhan. Hal ini dikarenakan sulit mengetahui siapa yang ODP, PDP, atau orang yang sudah terkena COVID-19.

Oleh karena itu, Dokter Handoko menasihati Ganjar untuk selalu waspada. Hal ini dikarenakan Ganjar adalah pejabat publik yang tidak boleh menolak bersalaman dengan warganya.

"Terutama untuk Pak Ganjar, bersentuhan terus oleh orang yang enggak boleh dipilih," ujar Handoko dilansir dari Dream.co.id.

7 dari 11 halaman

Dokter Bedah Senior Meninggal dalam Tugas

dokter meninggal karena virus corona

2020 liputan6.com

Perjuangan para dokter dan tenaga medis dalam menangani pasien COVID-19 berisiko akan hilangnya nyawa. Hal itu salah satunya dialami oleh seorang dokter senior di Bogor yang meninggal dunia dalam tugas menangani pasien Corona.

Dokter itu bernama Djoko Djudodjoko. Dia adalah dokter spesialis bedah. Dilansir dari Dream.co.id, Selasa (24/3), dia meninggal dunia setelah terpapar Virus Corona. Kabar menyedihkan itu disampaikan koleganya, Dokter Pandu Riono lewat akun Twitter pribadinya.

8 dari 11 halaman

Penyebab Dokter Djoko Meninggal

ilustrasi virus corona

2020 Merdeka.com/ cdc

Dilansir dari Dream.co.id, Dokter Djoko diduga meninggal karenaminimnya alat medis di tempatnya bekerja. Ia disebut tertular COVID-19 saat memberikan layanan yang terpapar virus itu. Berikit postingan Dokter Pandu Riono tentang meninggalnya Dokter Djoko:

Selamat jalan Mas Koko. Maafkan saya belum berhasil mendorong agar Pemerintah Jokowi serius mengatasi pandemi COVID-19. Mas terinfeksi karena aktif beri layanan. Banyak petugas kesehatan yang terinfeksi dan pergi. Minimnya APD sulit dimaafkan. Tidak cukup bicara, kita semua berbuat.

9 dari 11 halaman

Guru Besar Epidemologi Meninggal Dunia

dokter meninggal karena virus corona

2020 liputan6.com

Pada Senin (23/3) pukul 8.30, Guru Besar Epidemologi Fakultas Kesehatan Masyarakat UI Prof. dr. Bambang Sutrisna, MHSc, meninggal dunia di RS Persahabatan dengan status Pasien Dalam Pengawasan (PDP).

Dilansir dari Liputan6.com, Senin (23/3), menurut grup Line yang tersebar di kalangan mahasiswa, pada tanggal 21 Maret 2020 Prof. Bambang masih memberikan kuliah jarak jauh dengan para mahasiswanya. Selama perkuliahan itu, dia tak hentinya batuk.

Atas meninggalnya Prof. Bambang, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menyampaikan ucapan belasungkawanya, IDI kembali berduka. Anaknya, Leonita Triwachyuni, menyampaikan kesedihan atas kepergian ayahnya lewat akun Instagramnya @nonznonz.

10 dari 11 halaman

Lima Dokter Lainnya Juga Meninggal

gedung asrama haji jadi ruang isolasi pasien covid 19

2020 sumber Humas Kemenag

Ikatan Dokter Indonesia (IDI) merilis lima dokter yang meninggal dunia dalam berperang melawan Virus Corona. berikut adalah nama-nama dokter tersebut:

- dr. Haido Ali, SpS (IDI cab. Jakarta Selatan)
- dr. Djoko Judodjoko (IDI cab. Kota Bogor)
- dr. Laurentius P, SpKJ (IDI cab. Jakarta Timur)
- dr. Andi Misaputra Sp. THT (IDI cab. Kota Bekasi)
- dr. Ucok Martin SpP (IDI cab Kota Bekasi)
- dr. Tono Silitonga (IDI cab. Bandung Barat)

11 dari 11 halaman

Ucapan Duka Cita dari IDI

Atas makin banyaknya dokter yang meninggal dalam tugasnya memerangi Virus Corona, IDI mengucapkan bela sungkawa.

"PB IDI berduka cita amat dalam atas wafatnya sejawat-sejawat IDI sebagai korban Pandemi COVID-19. Semoga apa-apa yang menjadi perjuangan para sejawat kita diterima oleh Allah SWT dengan limpahan pahala yang mulia. Amin. Untuk keluarga yang ditinggalkan, semoga diberi kekuatan dan keikhlasan atas musibah ini. Amin Yra," tulis IDI.

(mdk/shr)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami