Kisah Sudjiatmi Notomiharjo Semasa Hidup, Perempuan Tangguh yang Pernah Jualan Bambu

Kisah Sudjiatmi Notomiharjo Semasa Hidup, Perempuan Tangguh yang Pernah Jualan Bambu
JATENG | 26 Maret 2020 11:18 Reporter : Ani Mardatila

Merdeka.com - Terlahir di zaman peralihan antara Belanda dan Jepang, perempuan bernama Sudjiatmi Notomiharjo lahir ke dunia pada 15 Februari 1943, di Gumukrejo. Tepatnya di sebuah dusun di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah.

Sudjiatmi lahir dari sepasang suami istri bernama Wirorejo dan Sani, keduanya menggantungkan hidup dari berdagang kayu. Usaha inilah kemudian yang juga digeluti oleh Sudjiatmi bersama suaminya, Widjiatno Notomihardjo.

Sudjiatmi melahirkan seorang putra yang kini menjabat sebagai presiden, yakni Joko Widodo yang juga memiliki usaha di bidang yang sama. Berikut kisah untuk mengenang perjalanan hidup ibunda Jokowi yang penuh perjuangan.

1 dari 4 halaman

Masa Remaja Sudjiatmi

joko widodo alias jokowi sudjiatmi notomiharjo

2019 Merdeka.com

Kedua orang tua Sudjiatmi, diceritakan dalam buku biografi Saya Sujiatmi, Ibunda Jokowi karangan Kristin dan Fransisca, tidak pernah membedakan perlakuan mereka terhadap anak laki-laki maupun perempuannya. Sudjiatmi ikut disekolahkan, di masa yang bahkan teman-teman perempuan sebayanya satu desanya belum ada yang bisa sekolah.

Sudjiatmi amat menyukai pelajaran berhitung, dan tak tanggung-tanggung ia selalu mendapatkan nilai tertinggi di pelajaran tersebut. Pendidikan amat penting baginya dan ia memiliki ketetapan hati untuk menyekolahkan anak-anaknya setinggi mungkin bagaimana pun caranya.

2 dari 4 halaman

Kisah Asmara Sudjiatmi

Sudjiatmi menjalin asmara dengan Noto sejak remaja, seorang anak lurah di Karanganyar. Ia bertemu dengannya dalam permainan Gobak Sodor (permainan populer peninggalan Belanda) Hingga suatu hari kemudian, di usia Sudjiatmi yang ke-16 tahun, mereka memutuskan untuk hidup bersama dan mengikat janji suci.

Selama pernikahannya tersebut, Sudjiatmi dikarunia empat orang anak, si sulung seorang laki-laki bernama yaitu Joko Widodo, dan ketiga lainnya perempuan, yaitu Iit Sriyantini, Ida Yati, dan Titik Relawati.

Joko Widodo sebenarnya bukanlah satu-satunya anak laki-laki Sudjiatmi. Sudjiatmi pernah memiliki seorang lagi anak laki-laki bernama Joko Lukito namun meninggal saat persalinan.

3 dari 4 halaman

Kehidupan Sederhana Sudjiatmi

joko widodo sudjiatmi notomiharjo

2018 Liputan6.com/Helmi Fithriansyah

Kehidupan keluarga Sudjiatmi sangat sederhana,mereka pernah mendiami kontrakan kecil di bantaran kali di mana dindingnya terbuat dari anyaman bambu. Rumah itu menyisakan ruang yang sempit untuk tidur dan duduk, selebihnya berisi potongan kayu gergajian dan bambu. Itulah usaha ayah dan ibu Jokowi saat itu untuk menyambung hidup.

"Ibu ikut turun tangan membantu bapak berjualan bambu dan dari wajahnya saya temukan semangat besar," kata Jokowi seperti ditulis Alberthiene Endah dalam biografi Jokowi Mempimpin Kota MenyentuhJakarta.

Jokowi kecil melihat ibunya cekatan menjalankan usaha tersebut. Selain mengikat bambu dan melayani pembeli, Sujiatmi juga kadang ikut menggotong potongan bambu yang tidak ringan.

Namun Jokowi juga mengingat, ibunya tetap memperhatikan penuh anak-anaknya. Selepas tengah hari Sujiatmi kembali ke rumah dan mengabdikan seluruh waktunya, juga segenap hatinya.

"Dia betul-betul perempuan yang ngopeni anak-anaknya. Kami tercukupi oleh perhatian sejak bangun tidur, hingga tertidur lagi di malam hari," kenang Jokowi.

Dari sana Jokowi mulai mencintai bambu dan kayu. Baginya, dua hal itu menyimpan kenangan lebih dari sekadar sumber mata pencaharian. Keduanya adalah teman yang menemaninya tumbuh dewasa. Hal itulah yang kelak mengilhami Jokowi berbisnis meubel dan sukses dalam bidang tersebut di Solo.

Sudjiatmi memutuskan untuk tetap tinggal di Solo dengan sederhana meski anaknya sudah menjadi presiden di ibukota.

4 dari 4 halaman

Mengajarkan Nilai yang Baik Kepada Anak-anaknya

gibran minta doa restu sudjiatmi

2019 Merdeka.com/Arie Sunaryo

Sudjiatmi pernah bercerita acara bincang-bincang di kawasan Menteng,JakartaPusat, mengenai nilai-nilai apa saja yang ia tanamkan kepada Jokowi kecil. Ia mengaku bahwa ia selalu menggunakan kata-kata yang halus dan manis saat menasihati anak-anaknya.

"Saya mengajarkan dari dulu itu, anak-anak saya sudah saya pesan dari kecil, 'Besok kamu mau jadi apa saja boleh, terserah pilihanmu. Tapi pesan ibu harus jujur ya. Selalu jujur diingat terus. Orang hidup harus mau bekerja keras, jujur, tulus, dan ikhlas. Nanti di mana-mana kamu pasti enak hidupnya, tidak ada beban, tidak ada apa-apa. Harus terus diingat terus ya sampai tua'," ujarnya kala itu.

Sudjiatmi Notomiharjo, ibunda Presiden Joko Widodo, telah menutup usia pada hari Rabu (25/03/2020) pukul 16.45 di umurnya yang ke-77 tahun.

Diketahui, ibunda Presiden Joko Widodo telah menderita sakit kanker selama empat tahun belakangan.

(mdk/amd)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami