Mantan Kades di Magelang Hibahkan Tanah untuk Pemukiman, Alasannya Bikin Haru

Mantan Kades di Magelang Hibahkan Tanah untuk Pemukiman, Alasannya Bikin Haru
Ilustrasi lahan kosong. ©istimewa
JATENG | 7 Maret 2022 09:08 Reporter : Shani Rasyid

Merdeka.com - Proyek Jalan Tol Bawen-Yogya membuat banyak warga yang harus mengalami relokasi. Walaupun sudah diberi uang kompensasi ganti rugi yang jumlahnya cukup banyak, adanya relokasi ini tetap memberi dampak besar bagi kehidupan warga. Salah satunya adalah keguyuban yang telah terjalin sejak lama harus hilang karena masing-masing warga akan menempati tempat tinggal baru yang berbeda-beda.

Menyadari kenyataan itu, mantan Kepala Desa (Kades) Karangkajen, Secang, Magelang, bernama As’ari (60), rela menghibahkan tanahnya seluas empat hektare. Ia ingin tanahnya itu dibangun pemukiman warga Dusun Diwak yang terdampak pembangunan tol.

Nantinya, lahan itu akan dibangun pemukiman warga yang terdiri dari 75 keluarga yang terdampak relokasi. Tak hanya itu, di sana pula akan dibangun kandang ternak sebagai pekerjaan sampingan warga.

“Warga Diwak pekerjaannya kebanyakan serabutan, jadi mereka biasa menyimpan ternak. Nanti kalau ada kebutuhan mendesak, misal untuk menyekolahkan anak, ternak itu bisa mereka jual,” kata mantan kades itu, dikutip dari ANTARA pada Senin (7/3).

2 dari 3 halaman

Alasannya Ingin Bersama Warga

warga dusun diwak desa karangkajen secang kabupaten magelang bekerja bakti mempersiapkan lahan untuk permukiman
antara

As’ari mengatakan, dia rela menghibahkan tanahnya kepada warga karena ia merasa sudah menjadi keluarga besar Dusun Diwak dan warga tetap tinggal dalam satu kampung.

“Kami sudah berpuluh-puluh tahun tinggal bersama dan yang membuka lahan di Dusun Diwak ini juga kakek kami. Dulu juga kepala desa tahun 1923 sampai tahun 1947 dan sekarang harus pindah masyarakat tetap ingin bersama-sama,” kata As’ari.

Ia mengatakan, warga mengaku keberatan kalau harus tinggal terpencar-pencar. Inilah yang membuatnya rela menghibahkan tanah miliknya, walau begitu warga tetap berkeinginan membayar lahan yang akan ditempati.

3 dari 3 halaman

Harapan Asari

intip suasana desa sindanglaut tahun 1980
Instagram @perfectlifeid/Bahnbilder von W. + H. Brutzer

Sementara itu, warga Dusun Diwak, Irfandi (56) mengatakan saat ini warga di dusunnya tengah melakukan kerja bakti untuk persiapan membuat pemukiman. Sejauh ini pengerjaan berfokus pada pembuatan saluran drainase dan jalan. Ia menyebut jarak kampung lama dengan pemukiman yang baru itu sekitar 500 hingga 600 meter.

“Berdasarkan informasi warga satu dusun kami yang terkena proyek tol ada 75 kepala keluarga yang terdiri dari 500 warga. Lahan tempat tinggal baru kami nanti milik Haji As’ari. Beliau menghendaki lahan gratis sampai balik nama lahan juga gratis. Tapi warga ingin kalau bisa jangan gratis,” kata Irfandi dikutip dari ANTARA, Senin (7/3).

Dengan penempatan lahan baru itu, As’ari berharap warga lebih tenteram dan nyaman menjalani kehidupan sehari-hari. Mengenai harga tanah, ia mempersilakan warga untuk membayar semampu mereka.

(mdk/shr)

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami