Mengulik Sejarah Jembatan Berok, Penghubung Keragaman Etnis di Semarang

Mengulik Sejarah Jembatan Berok, Penghubung Keragaman Etnis di Semarang
JATENG | 17 November 2020 14:07 Reporter : Shani Rasyid

Merdeka.com - Di Pusat Kota Semarang, ada sebuah jembatan tua yang unik. Setiap harinya, jalanan itu selalu dipadati kendaraan yang lalu lalang dan juga para pejalan kaki, serta pedagang kaki lima yang melintas. Di bawah jembatan itu mengalirlah Kali Semarang. Dulunya sungai itu digunakan sebagai lalu lintas kapal yang ingin masuk ke pedalaman.

Dulunya, jembatan sepanjang 10 meter itu merupakan penghubung utama masyarakat yang tinggal di Kota Lama dengan masyarakat luar. Di sisi timur jembatan itu terdapat kawasan elit Kota Lama yang menjadi pemukiman orang-orang Belanda. Sementara itu, di sisi barat jembatan terdapat kawasan penduduk pribumi seperti Kampung Melayu, Pecinan, Kampung Arab, dan Kampung Jawa.

Setelah dibongkarnya dinding benteng Kota Lama pada tahun 1824, masyarakat pribumi bisa berinteraksi dengan masyarakat Eropa yang tinggal di Kota Lama. Padahal sebelumnya kawasan itu dijaga sangat ketat sehingga masyarakat pribumi hanya bisa memandanginya dari seberang jembatan. Berikut selengkapnya:

Baca Selanjutnya: Jembatan Menuju Gerbang Kota Lama...

Halaman

(mdk/shr)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami