Mengungkap Fenomena Api Abadi Mrapen di Grobogan, Tak Pernah Padam Sepanjang Zaman

Mengungkap Fenomena Api Abadi Mrapen di Grobogan, Tak Pernah Padam Sepanjang Zaman
JATENG | 8 April 2020 19:30 Reporter : Shani Rasyid

Merdeka.com - Ada sebuah fenomena alam yang langka dan unik di Grobogan. Di sana, ada fenomena geologi berupa nyala api yang keluar dari perut bumi dan tak pernah padam walau diguyur hujan sekalipun. Oleh masyarakat sekitar, api yang tak pernah padam itu disebut Api Abadi Mrapen.

Api Abadi Mrapen terletak di Desa Maggarmas, Kecamatan Gondong, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, sekitar 26 kilometer di sebelah barat Kota Purwodadi. Selain api yang tak pernah padam ini, di dekatnya juga terdapat kolam air mendidih Sendang Dudo dan juga Watu Bobot yang berada persis di sebelah api abadi ini.

Konon awal mula terciptanya Api Abadi Mrapen ini tak bisa lepas dari sejarah berdirinya Kerajaan Demak dan hancurnya Majapahit. Seiring berjalannya waktu, nyala api yang ada di sini dimanfaatkan untuk penyulutan api baik pada acara keagamaan maupun pembukaan event olahraga berkelas internasional.

1 dari 4 halaman

Fenomena Geologi

api abadi mrapen

Grobogan.go.id

Dilansir dari Liputan6.com, Api Abadi Mrapen merupakan sebuah fenomena geologi alam berupa keluarnya gas alam yang keluar dari dalam tanah yang tersulut api hingga menciptakan api yang tak pernah padam.

Menurut keterangan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) yang dikutip dari Inibaru.com, lokasi Api Abadi Mrapen berada di Zona Depresi Randublatung. Pada zona depresi ini terdapat patahan dan lipatan yang memungkinkan gas keluar dari mulut bumi.

Gas alam yang ada pada Api Abadi Mrapen sebagian besar terdiri dari gas metana (CH4). Gas metana ini dihasilkan dari bahan organik fosil akibat tekanan dan suhu yang tinggi. Bahayanya, gas ini mudah terbakar dan tergolong sebagai gas beracun.

2 dari 4 halaman

Kisah Sunan Kalijaga

api abadi mrapen

Jogjaprov.go.id

Masyarakat setempat percaya bahwa asal mula Api Abadi Mrapen tak lepas dari legenda Sunan Kalijaga. Dilansir dari Dream.co.id, waktu itu Sunan Kalijaga bersama pasukannya sedang dalam perjalanan memindahkan pendopo Kerajaan Majapahit yang telah runtuh ke Kerajaan Demak.

Karena kelelahan, mereka kemudian mencari mata air untuk minum Sunan Kalijaga kemudian menuju tempat kosong dan di sana Ia menancapkan tongkatnya ke tanah. Bukannya keluar mata air, dari dalam lubang bekas tancapan itu malah menyemburkan api. Dari sinilah kemudian semburan api itu tetap menyala hinga kini.

3 dari 4 halaman

Digunakan untuk Perayaan Waisak

api abadi mrapen

jatengprov.go.id

Api Abadi Mrapen sering digunakan pada acara keagamaan khususnya pada acara perayaan Hari Raya Waisak.

Dilansir dari Kemendikbud.go.id, pada perayaan hari raya Umat Buddha itu, Api Abadi Mrapen digunakan sebagai api dharma yang melambangkan pancaran cahaya dalam kegelapan.

4 dari 4 halaman

Digunakan untuk Obor Asian Games

api abadi mrapen

Grobogan.go.id

Selain untuk acara keagamaan, Api Abadi Mrapen juga digunakan untuk acara besar olahraga, salah satunya pada perayaan Asian Games 2018 silam.

Dilansir dari Liputan6.com, dalam acara itu api ini digunakan sebagai penyulut api dalam acara pembukaan.

Tak hanya Asian Games 2018, sebelumnya pada 1 November 1963, api ini digunakan pada pembukaan pentas internasional Ganefo yang diikuti 2.700 atlet dari 51 negara di Asia, Afrika, Eropa, dan Amerika Latin.

(mdk/shr)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan
TOPIK TERKAIT

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami