Merambah hingga Berbagai Belahan Dunia, Ini 5 Fakta Warteg yang Jarang Diketahui

Merambah hingga Berbagai Belahan Dunia, Ini 5 Fakta Warteg yang Jarang Diketahui
Ilustrasi warung tegal. ©Wikipedia.org
JATENG | 12 November 2021 15:51 Reporter : Shani Rasyid

Merdeka.com - Meski berbagai jenis kuliner bermunculan baru-baru ini, ada beberapa kuliner di Indonesia yang eksistensinya tidak pernah tergerus zaman. Salah satunya adalah Warteg alias Warung Tegal.

Dari dulu hingga sekarang, keberadaan Warteg masih menjadi andalan warga segala kalangan untuk mengisi perut yang keroncongan. Bahkan seiring waktu, keberadaannya tak hanya ditemukan di kota-kota besar, namun juga di kota-kota kecil seluruh Indonesia.

Seiring dengan nama besar dan eksistensinya yang hampir tak pernah tergerus zaman, ternyata keberadaan Warteg memiliki sejarah yang panjang. Bahkan kini suda ada beberapa Warteg yang berdiri di beberapa negara belahan dunia.

Berikut ini adalah 5 fakta Warteg yang jarang diketahui:

2 dari 4 halaman

Asal-usul Warteg

ilustrasi warung tegal
©Wikipedia.org

Dilansir dari Narasisejarah.id, kemunculan Warteg tak lepas dari migrasi besar-besaran yang dilakukan orang-orang Jawa untuk mengadu nasib ke Jakarta saat masa pemerintahan Presiden Soekarno tahun 1950-an. Waktu itu, para tukang becak dari wilayah Pantura seperti Indramayu, Brebes, dan Tegal bermigrasi ke Jakarta untuk mengadu nasib.

Mereka bersaing dengan para tukang becak yang datang dari wilayah Jawa Barat bagian tengah dan selatan. Persaingan antara keduanya muncul karena tukang becak dari Pantura lebih gesit mencari penumpang.

Karena situasi persaingan mulai memanas, sistem shift kemudian diberlakukan agar tidak terjadi keributan. Tukang becak dari Jawa Barat beroperasi saat shift pagi. Sementara tukang becak dari Pantura beroperasi saat shift sore.

Biasanya, tukang becak dari Pantura membawa keluarganya ikut serta. Keluarga inilah yang menyediakan makanan bagi tukang becak yang lain.

Dari sinilah usaha keluarga ini berkembang menjadi Warteg. Seiring waktu, banyak sanak famili mereka di kampung yang tertarik mencari peruntungan di Jakarta dengan membuka warung makan serupa.

Cocok Bagi Kalangan Menengah ke Bawah

ilustrasi warung tegal
©Wikipedia.org

Keberadaan Warteg menjadi penyelamat perut rakyat yang keroncongan. Sebenarnya selain Warteg ada juga warung makan lain yang menawarkan menu makanan yang tak kalah murah. Terlebih lagi di Jakarta juga ada Warung Makan Padang yang juga menjadi andalan warga ibu kota untuk mengatasi masalah perut.

Namun karena keberadaannya menjamur di mana-mana, warga terlanjur mengenal Warteg sebagai penyedia menu makanan yang murah meriah. Kuliner yang tersedia di Warteg-pun sebenarnya sederhana. Namun karena kaya cita rasa dan mengena di lidah, plus harganya yang murah, membuat daya tarik Warteg tetap terjadai dari dulu hingga sekarang.

3 dari 4 halaman

Warteg Modern

ilustrasi warung tegal©Wikipedia.org

Seiring perkembangan waktu, usaha Warteg makin menyesuaikan perubahan zaman. Tak hanya bagi kalangan menengah ke bawah, di beberapa tempat Warteg hadir dengan nuansa modern nan elegan.

Di Warteg Margonda, Depok, contohnya. Warteg di sana dikemas dengan nuansa kekinian di mana pengunjung juga dimanjakan dengan keberadaan WiFi gratis.

Selain itu pembeli juga bisa membayar menu yang dimakan melalui e-money, kartu debit, maupun kartu kredit. Tak hanya itu, beberapa promo minuman juga terkadang ditawarkan oleh pemilik warung pada saat-saat tertentu.

Pembeli yang malas keluar rumah juga bisa memesan menu makanan lewat aplikasi ojek online karena beberapa Warteg sudah mendaftarkan usahanya lewat aplikasi tersebut.

Kampung Mewah para Juragan Warteg

Di Desa Sidokaton dan Desa Sidapurna, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, terdapat sebuah kampung yang sebagian besar rumahnya terlihat mewah dengan bangunan yang menjulang tinggi ke langit. Usut punya usut, rumah-rumah megah itu sebagian besar dimiliki oleh para pengusaha warteg.

“Sebagian besar warga di sini punya usaha warteg di Jakarta. Mereka meninggalkan rumah ini untuk mencari rizki di sana. Bagi mereka, kalau sukses di perantauan lebih baik jangan sampai terlihat terlalu mencolok apalagi yang punya usaha warteg. Karena nanti katanya bisa mempengaruhi harga sewa warung di sana jadi lebih mahal,” kata salah seorang warga yang tinggal di kampung itu.

4 dari 4 halaman

Merambah hingga Berbagai Belahan Dunia

ilustrasi warung tegal©Wikipedia.org

Tak hanya di Jakarta maupun kota-kota lain di seluruh Indonesia, keberadaan Warteg juga telah merambah hingga ke luar negeri. Salah satunya adalah Warteg yang berada di pusat Kota Berlin, Jerman.

Tak jauh dari stasiun kereta api Berlin Hauptbahnhof, terdapat sebuah warung makan bernama Nusantara Halal Restaurant. Pemiliknya adalah Bram Fernandin. Dulunya dia adalah seorang atlet bulu tangkis profesional.

“Saya kan asli Tegal. Jadi ini ya Warteg juga,” kata Bram dikutip dari Merdeka.com pada tahun 2016.

Selain di Jerman, keberadaan Warteg juga ada di negeri Belanda, Korea Selatan, dan Amerika Serikat. Tak menutup kemungkinan Warteg juga ditemukan di tempat-tempat lain di belahan dunia ini yang belum terekspos.

(mdk/shr)

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami