Merapi Erupsi 4 Kali dalam Dua Hari, Ini Penjelasan Pakar Terkait Tipe Letusan

Merapi Erupsi 4 Kali dalam Dua Hari, Ini Penjelasan Pakar Terkait Tipe Letusan
Gunung Merapi. ©2014 merdeka.com/yulistyo pratomo
JATENG | 31 Maret 2020 08:30 Reporter : Shani Rasyid

Merdeka.com - Gunung Merapi mengalami erupsi sebanyak empat kali dalam rentan waktu dua hari, yaitu pada Jum’at (27/3) sampai Sabtu (28/3). Erupsi pertama terjadi pada Jum’at pagi pukul 10.56, dilanjut erupsi kedua yang terjadi pada pukul 21.56.

Keesokan harinya, erupsi di Gunung Merapi kembali terjadi pada pukul 5.21 pagi, dan dilanjut malamnya pukul 19.25. Walaupun begitu, status Gunung Merapi tetap berada di level II atau Waspada.

Menurut KepalaBalai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi(BPPTKG) Hanik Humaida, terjadinya erupsi itu mengindikasikan adanya suplai magma yang bergerak ke permukaan.

“Kejadian letusan macam begini masih dapat terus terjadi. Erupsi yang berurutan dalam waktu dekat mengindikasikan adanya suplai magma ke permukaan. Sekarang kita belum tahu magma sejauh mana. Kita tunggu saja perkembangannya seperti apa,” ujar Hanik dikutip dari Liputan6.com pada Minggu (29/3).

Sementara itu pakar Gunung Api dari ITB Mirzam Abdurrachman mengatakan, Gunung Merapi merupakan salah satu gunung aktif di dunia selain Gunung Sakurajima di Jepang dan Gunung Mauna Loa di Hawaii. Sehingga intensitas erupsi yang banyak merupakan hal yang wajar.

Baca Selanjutnya: Erupsi Setiap Tahun...

Halaman

(mdk/shr)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami