Mirisnya SD di Solo Kekurangan Siswa, Hanya Dapat Satu Peserta Didik Baru

Mirisnya SD di Solo Kekurangan Siswa, Hanya Dapat Satu Peserta Didik Baru
Sekolah dasar di Solo kekurangan siswa. ©YouTube/Liputan6
JATENG | 6 Juli 2022 14:53 Reporter : Shani Rasyid

Merdeka.com - Sebentar lagi, tahun ajaran baru sekolah periode 2022/2023 dimulai. Para siswa mulai duduk di tingkatan kelas yang baru. Lalu tak lupa para peserta didik baru akan merasakan pertama mereka mengenyam pendidikan formal di tingkatan masing-masing. Biasanya para peserta didik baru ini akan mendapat ucapan selamat datang yang cukup meriah dari para warga sekolah. Namun hal itu tidak berlaku bagi warga sejumlah SD di Kota Solo.

Jelang memasuki tahun ajaran baru, sejumlah SD di Kota Solo mengalami kekurangan siswa. Tercatat ada 9 sekolah dasar yang jumlah muridnya kurang dari 10. Sebenarnya apa yang terjadi? Berikut selengkapnya:

2 dari 3 halaman

Hanya Punya Satu Calon Siswa

sekolah dasar di solo kekurangan siswa

©YouTube/Liputan6

Ramainya pendaftaran calon siswa di tahun ajaran baru tidak dirasakan SDN Sriwedari 197. Sekolah yang berada di Kecamatan Laweyan, Kota Solo itu hanya menjaring satu orang siswa di penerimaan siswa baru tahun ini. Kepala SDN Sriwedari 197, Bambang Suryo Riyadi mengatakan bahwa sebenarnya ada tiga pendaftar siswa tapi dua di antaranya menjadikan sekolah itu sebagai pilihan kedua.

Diduga penyebab sepinya minat para orang tua mendaftarkan siswanya ke sekolah itu karena lingkungan di sekitar sekolah yang kurang mendukung.

“Di sini itu lingkungannya itu perhotelan dan kantor. Jadi kalau dikembangkan lagi dengan membangun lapangan dan tempat olahraga itu sudah sangat susah,” kata Bambang, mengutip dari kanal YouTube Liputan6 pada Rabu (6/7).

3 dari 3 halaman

Sembilan Sekolah Dasar Kekurangan Siswa

sekolah dasar di solo kekurangan siswa

©YouTube/Liputan6

Sementara itu, Kepala Bidang Sekolah Dasar Dinas Pendidikan Kota Solo, Tarno, mengatakan bahwa Kota Solo sendiri memiliki 244 sekolah dasar yang terdiri dari 152 sekolah dasar negeri dan 92 sekolah dasar swasta.

Dari jumlah tersebut, ada sembilan sekolah dasar yang mendapatkan peserta didik baru kurang dari 10 siswa. Pihaknya berjanji akan mengevaluasi kondisi tersebut.

“Kita evaluasi sekolah-sekolah yang mungkin jarang penduduknya karena ini kan zonasi. Zonasi itu kan intinya mendekatkan sekolah dengan masyarakat. Kalau memang tidak ada masyarakat di sekitar sekolah itu, maka nanti akan segera kita gabung,” kata Tarno.

(mdk/shr)

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Opini