Pembelajaran Jarak Jauh dengan Radio HT Mampu Luluskan Murid ke Jenjang SMP

Pembelajaran Jarak Jauh dengan Radio HT Mampu Luluskan Murid ke Jenjang SMP
Pembelajaran Jarak Jauh©2021 Merdeka.com/Yoyok Sunaryo
JATENG | 14 Agustus 2021 06:00 Reporter : Ibrahim Hasan

Merdeka.com - Apa jadinya jika pandemi memaksa pembelajaran dilaksanakan secara jarak jauh. Parahnya lagi bagi mereka yang tak punya peralatan canggih seperti smartphone, laptop, dan jaringan internet. Sebuah terobosan jadul tentang teknik belajar antara guru dan murid kelas 6 SDN Mojo, Pasar Kliwon, Solo. Alih-alih menggunakan teknologi super canggih, mereka malah menggunakan radio komunikasi Handy Talky (HT).

Meskipun kuno, tak mengurangi esensi proses belajar mengajar. Dari pagi hingga siang hari, sang guru selalu memonitor para muridnya. Hal ini dilakukan agar pembelajaran efektif hingga dapat mengantarkan mereka kepada kelulusan. Kini sudah ada dua generasi kelas yang telah meneruskan proses pembelajaran jarak jauh dengan HT. Sistem pembelajaran dengan HT telah berhasil meluluskan murid SDN Mojo ke jenjang SMP.

Dialah Sigit Pambudi, seorang guru wali kelas 6 yang mencetuskan penggunaan radio di kelas jarak jauhnya. Masa PPKM dan kendala murid yang tidak memiliki HP Android membuatnya tergerak untuk mendirikan sistem broadcast di kelasnya.

pembelajaran jarak jauh

©2021 Merdeka.com/Yoyok Sunaryo

Awalnya hanya ada beberapa HT saja yang digunakan, itupun berasal dari relawan tanggap bencana di sekitar Solo. Hingga pihak sekolah beserta donatur menganggarkan pembelian HT. Kini HT yang tersedia dapat dipinjamkan kepada 24 siswa siswi di rumah masing-masing.

Berbeda dengan smarphone, Handy Talky (HT) hanya mebutuhkan sumber listrik saja. Sisanya mengandalkan kejernihan sinyal untuk transmisi percakapan. Para murid menggunakan HT, sedangkan guru menggunakan radio Repeater yang dapat memancarkan suaranya ke seluruh murid pengguna HT. Syarat keduanya ialah menggunakan frekuensi radio yang sama.

pembelajaran jarak jauh

©2021 Merdeka.com/Yoyok Sunaryo

Nampak khidmat para murid mendapat bimbingan dari sang guru. Perlahan tapi pasti, murid dibimbing agar menjadi faham akan teori, rumus, hingga cara mengerjakan soal. Memang awalnya terasa sulit mengoperasikan HT, bahkan beberapa anak takut jika HT tersebut jadi malah rusak.

Bak seorang prajurit di lapangan yang dikomando dengan sebuah radio. Mendapat perintah tugas, membolak-balikkan kertas menyimak ajaran dari sang guru. Siswa tak segan untuk bertanya jika instruksi dari guru kurang jelas. Antusias tergambarkan untuk menerima ilmu dari sang guru. Sesekali candaan terlontar selama proses belajar mengajar.

pembelajaran jarak jauh

©2021 Merdeka.com/Yoyok Sunaryo

Terkadang satu frekuensi membuat para murid dan guru sering berebut giliran berbicara. Para siswa harus menyebutkan nama sebelum mengajukan pertanyaan. Mereka hanya bisa dengan jelas mendengar suara tanpa melihat wajah satu sama lain. Namun seiring dengan tiap hari mengoperasikan, proses belajar jarak jauh menggunakan HT bisa lancar.

pembelajaran jarak jauh

©2021 Merdeka.com/Yoyok Sunaryo

Tanpa dibatasi oleh kuota internet layaknya smartphone android. Namun HT sama kendalanya dengan Internet, yakni sinyal yang tidak selalu stabil. Terkadang, murid harus mencari tempat yang tinggi di mana sinyal lebih lancar. Bukannya mengeluh, murid dengan sendirinya mencari tempat bersinyal baik.

Sang guru pernah mendapati muridnya berada di luar jangkauan sinyal HT. Pasalnya dua orang muridnya berada lebih dari 5 km dari sekolah di mana radio dipancarkan. Saat itu Sigit beserta bantuan relawan memasang antena tambahan agar mampu menjangkau murid di lokasi yang lebih jauh.

(mdk/Ibr)

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami