Pembunuhan Siswa SMP di Kebun Kopi, Polisi: Pelaku dan Korban Masih Anak-anak

Pembunuhan Siswa SMP di Kebun Kopi, Polisi: Pelaku dan Korban Masih Anak-anak
Ilustrasi Pembunuhan. ©2016 Merdeka.com
JATENG | 9 Agustus 2022 14:39 Reporter : Shani Rasyid

Merdeka.com - Akhir-akhir ini, kasus kekerasan terhadap anak makin sering terjadi. Ironisnya makin ke sini banyak pelaku yang juga teman sebaya mereka alias juga masih anak-anak.

Di Magelang, seorang siswa SMP ditemukan tewas di sebuah kebun kopi di Dusun Kupen, Desa Sumuarum, Kecamatan Grabag. Hingga kini, polisi dalam hal ini Polres Magelang masih mendalami kasus tersebut.

“Perkembangan lebih lanjut terus kami dalami. Nanti akan kami sampaikan secara resmi kepada rekan-rekan media,” kata Kapolres Magelang AKBP M. Sajarod Zakun dikutip dari ANTARA pada Selasa (9/8). Berikut selengkapnya:

2 dari 3 halaman

Dugaan Sementara

011 ovan zaihnudin

©2016 Merdeka.com

Sajarod mengatakan, untuk dugaan sementara ini diduga ada penganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia. Namun untuk dugaan ini butuh didalami lagi mengenai motif yang dilakukan pelaku.

Tapi berdasarkan autopsi sementara, terdapat luka benda tumpul dan benda tajam di bagian kepala, kaki, dan tangan.

“Nanti kita lihat hasil resmi yang telah dikeluarkan oleh pihak rumah sakit demi penyelidikan lebih lanjut untuk membuat terang perkara ini,” kata Sajarod dikutip dari ANTARA.

3 dari 3 halaman

Pelaku Diduga Masih Anak-anak

012 hikmah wilda amalia
©2015 Merdeka.com

Dugaan sementara, pelaku mengambil barang milik korban berupa telepon seluler sehingga karena ketakutan telah mengambil barang korban, yang bersangkutan mengajak keluar korban lalu terjadi perkelahian yang menyebabkan korban meninggal dunia. Terkait hal ini, polisi mengaku telah mengamankan teman korban itu yang diduga sebagai pelakunya.
“Pelaku dan korban masih anak-anak. Maka yang menanganinya adalah dari Unit PPA Satreskrim Polres Magelang. Sementara ini kami baru mengamankan satu orang, yakni temannya yang mengajak keluar korban dan yang bersangkutan sudah mengakui perbuatannya. Hal ini perlu kami perdalam lagi apakah ada unsur kesengajaan atau unsur perencanaan menghilangkan nyawa seseorang,” kata Sajarod.
Hingga kini, polisi masih terus mendalami kasus tersebut, seperti apakah ada peran dari orang lain, temannya yang turut membantu atau ikut serta. Diduga pelaku menggunakan senjata tajam berupa sabit. Sementara itu batang kayu digunakan untuk menganiaya korban.

(mdk/shr)

TOPIK TERKAIT

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Opini