Penyandang Disabilitas Ini Kreasikan Virus Corona Jadi Motif Batik, Begini Jadinya

Penyandang Disabilitas Ini Kreasikan Virus Corona Jadi Motif Batik, Begini Jadinya
Uniknya batik virus corona di Surabaya. ©JUNI KRISWANTO/AFP
JATENG | 2 Oktober 2020 14:45 Reporter : Shani Rasyid

Merdeka.com - Sama seperti perayaan hari-hari lainnya, Hari Batik Nasional pada tahun 2020 ini tetap harus dirayakan meski dengan suasana yang berbeda. Pandemi virus Corona membuat para pekerja kantoran ataupun anak sekolah jarang terlihat di jalan-jalan dengan mengenakan pakaian batik.

Tak hanya itu, kelesuan ekonomi akibat masa pandemi yang berkepanjangan juga berdampak bagi para pengrajin kain batik di Indonesia. Lesunya sektor pariwisata membuat orang jarang berkunjung ke toko-toko busana batik. Lesunya daya beli masyarakat juga membuat omzet penjualan batik, baik langsung maupun online mengalami penurunan.

Walau begitu, ada pula para pengrajin busana batik yang memanfaatkan momen pandemi ini dengan cara yang kreatif. Hal itulah yang dilakukan para penyandang disabilitas tuna rungu wicara di Rumah Edukasi Batik Wistara di Surabaya, Jawa Timur. Mereka memproduksi batik bermotif virus Corona. Seperti apa bentuk motif itu? Berikut selengkapnya:

Baca Selanjutnya: Dibuat Penyandang Disabilitas...

Halaman

(mdk/shr)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami