Peringatan Hari Hutan Hujan Sedunia, Lindungi Kesehatan Hutan

Peringatan Hari Hutan Hujan Sedunia, Lindungi Kesehatan Hutan
Ilustrasi Hutan Hujan. ©2013 Merdeka.com
JATENG | 22 Juni 2022 05:50 Reporter : Ayu Isti

Merdeka.com - Hutan merupakan salah satu komponen dalam lingkungan yang memiliki peranan penting. Hutan merupakan sumber pemasok oksigen terbesar yang mendukung kelangsungan hidup seluruh makhluk yang ada di bumi. Hutan juga sebagai filter penyerap karbon dioksida terbaik yang memastikan udara di sekitar bersih dan layak dihirup.

Dalam hal ini, dikatakan bahwa hutan hujan merupakan jenis hutan yang melakukan sebagian besar dari fungsi tersebut. Bahkan, disebutkan bahwa hutan hujan menyuplai 25 hingga 30 persen oksigen untuk bumi. Bukan hanya itu, hutan hujan juga berperan dalam mengatur komposisi atmosfer hingga mempengaruhi siklus air yang ada di bumi.

Tak heran, jika hutan hujan disebut sebagai paru-paru dunia. Oleh karena itu, sudah menjadi kewajiban setiap masyarakat untuk menjaga kesehatan dan kelestarian hutan hujan. Untuk meningkatkan kesadaran ini, Organisasi Non-Profit Rainforest Partnership, menetapkan peringatan khusus Hari Hutan Hujan Sedunia setiap 22 Juni.

Hingga kini, peringatan ini masih terus dirayakan, di mana setiap tahun mengangkat tema isu yang beragam. Ini tidak lain dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam pentingnya menjaga hutan hujan sebagai aset kehidupan masa depan.

Dirangkum dari berbagai sumber, berikut kami merangkum beberapa informasi peristiwa 22 Juni yang diperingati sebagai Hari Hutan Hujan Sedunia, bisa Anda simak.

2 dari 4 halaman

Sejarah Hari Hutan Hujan Sedunia

Untuk memperluas wawasan tentang peringatan ini, bisa dimulai dari penjelasan sejarah Hari Hutan Hujan Sedunia. Hari Hutan Hujan Sedunia pertama diadakan di seluruh dunia pada 22 Juni 2017.

Namun gerakan membela dan melindungi hutan hujan ini sebenarnya sudah dimulai sejak tahun 1986. Pada tahun tersebut, gerakan hutan hujan internasional mulai memotivasi orang-orang di seluruh dunia untuk berpartisipasi dalam melindungi hutan hujan.

Kemudian pada tahun 2007, sebuah organisasi lingkungan nirlaba, Rainforest Partnership, didirikan di Amerika Serikat, dengan kantor pusat di Austin, Texas. Rainforest Partnership bermitra dengan organisasi di seluruh dunia untuk membantu melindungi hutan hujan, menyelamatkan keanekaragaman hayati, dan memerangi dampak perubahan iklim.

Lalu baru pada 2017, Rainforest Partnership meluncurkan peringatan khusus, yaitu Hari Hutan Hujan Sedunia pada tanggal 22 Juni , untuk meningkatkan kesadaran tentang pentingnya hutan hujan dan manfaatnya bagi manusia.

Sejak saat itu, peringatan Hari Hutan Hujan Sedunia rutin dirayakan setiap tahun. Peringatan ini didukung oleh lebih dari 70 mitra global, mulai dari pendukung lingkungan hingga media, semuanya berjuang untuk tindakan positif dan afirmatif yang melestarikan hutan hujan.

3 dari 4 halaman

Tujuan Peringatan dan Pentingnya Hutan Hujan

Selain mengetahui sejarah dibentuknya peringatan Hari Hutan Hujan Sedunia pada 22 Juni, penting juga untuk memahami apa saja tujuan yang menjadi target dari peringatan ini. Seperti disebutkan sebelumnya, bahwa peringatan Hari Hutan Hujan Sedunia ini dirayakan setiap tahun dengan isu tema yang berbeda-beda.

Namun, peringatan ini memiliki target atau tujuan umum yang ingin dicapai. Berikut beberapa tujuan peringatan Hari Hutan Hujan Sedunia, yang perlu Anda ketahui:

  • Untuk meningkatkan kesadaran pentingnya hutan hujan sebagai salah satu instrumen mitigasi perubahan iklim yang paling kuat dan hemat biaya.
  • Untuk meningkatkan kesadaran tentang tantangan yang dihadapi hutan hujan dunia saat ini.
  • Untuk mendorong tindakan melindungi dan memulihkan hutan hujan dunia pada masyarakat.

Dari penjelasan tersebut tentu muncul pertanyaan, mengapa harus hutan hujan, seberapa penting hutan hutan pada kehidupan makhluk hidup. Hutan hujan adalah jenis hutan yang penuh dengan curah hujan yang terus menerus sepanjang tahun. Hutan hujan sangat penting untuk kesehatan ekosistem dan kelangsungan hidup di Bumi.

Selain memberi sumber air tawar dan banyak produk makanan (seperti kakao, kopi, rempah-rempah, dan buah-buahan), hutan hujan dapat menyerap karbon dioksida, melepaskan oksigen, dan menstabilkan pola iklim.

Di samping itu, hutan hujan merupakan sumber daya potensial yang dapat dimanfaatkan untuk obat-obatan baru. Hutan hujan juga berfungsi sebagai rumah bagi sekitar 50% spesies tumbuhan dan hewan dunia.

Namun, dengan pertumbuhan populasi dalam beberapa dekade terakhir, luas hutan hujan telah berkurang dengan cepat. Penyebab umumnya tidak lain adalah aktivitas deforestasi termasuk penebangan, pertambangan, pengembangan industri, dan pembukaan lahan untuk pertanian.

Sejak tahun 1980, hutan hujan yang hilang telah setara dengan ukuran Eropa, atau 1 miliar hektar. Diperkirakan hingga 78 juta hektar hutan hujan hancur setiap tahun.

4 dari 4 halaman

Cara Memperingati Hari Hutan Hujan Sedunia

Setelah mengetahui sejarah dan tujuan Hari Hutan Hujan Sedunia yang diperingati setiap 22 Juni, terakhir akan dijelaskan bagaimana cara berkontribusi dalam perayaan. Untuk memperingati Hari Hutan Hujan Sedunia, Anda bisa melakukan beberapa hal sederhana namun berdampak positif bagi lingkungan.

Berikut beberapa kegiatan yang bisa dilakukan untuk memperingati Hari Hutan Hujan Sedunia:

  • Kurangi sampah dan pilih penggunaan barang-barang yang bersumber secara lokal, organik, dan ramah lingkungan.
  • Hindari penggunaan produk yang berbahan kelapa sawit. Sebab, hutan hujan akan terus ditebang dan dihancurkan untuk mempersiapkan dan membuat minyak sawit. Semakin banyak penggunaan dan permintaan barang-barang berbahan kelapa sawit, semakin tinggi risiko deforestasi yang akan dilakukan.
  • Mengunjungi atau berekreasi ke hutan hujan di lingkungan terdekat. Ajak anak dan keluarga untuk berlibur sambil belajar berbagai hal mengenai hutan hujan.
  • Membuat donasi atau ikut berdonasi untuk tujuan reboisasi hutan-hutan yang gundul.
  • Membantu komunitas atau ikut dalam gerakan lingkungan seperti pemungutan sampah, penanaman pohon, hingga kampanye-kampanye untuk menyebarkan edukasi.

(mdk/ayi)

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Opini