Peristiwa 22 September: Peringatan Hari Bebas Kendaraan Sedunia, Begini Sejarahnya

Peristiwa 22 September: Peringatan Hari Bebas Kendaraan Sedunia, Begini Sejarahnya
Car Free Day. ©2017 merdeka.com/imam buhori
JATENG | 22 September 2021 05:05 Reporter : Ayu Isti Prabandari

Merdeka.com - Kendaraan bermotor memang menjadi salah satu sumber polusi udara sehari-hari. Mulai dari kendaraan motor pribadi hingga transportasi umum menyumbangkan cukup banyak polutan yang mengganggu kebersihan dan kesehatan udara. Terlebih lagi, saat ini semakin banyak masyarakat yang menggunakan kendaraan pribadi untuk mobilitas keseharian.

Tidak heran, jika masalah polusi udara kian hari semakin buruk. Bukan hanya mengancam kebersihan udara, polutan yang berasal dari kendaraan bermotor ini juga berkontribusi pada kondisi bumi yang semakin panas. Jika dibiarkan begitu saja, tentu hal ini akan mengancam keselamatan makhluk hidup di planet bumi.

Dalam hal ini, berbagai pihak mulai mengkampanyekan gerakan hijau untuk menyelamatkan bumi dari kerusakan. Salah satunya adalah peristiwa 22 September yang ditetapkan sebagai Hari Bebas Kendaraan Bermotor Sedunia atau Car Free Day. Di mana berbagai kota di berbagai negara melakukan penutupan jalan utama dari lalu lintas kendaraan selama beberapa jam untuk membantu mengurangi tingkat polusi udara.

Kebiasaan ini pun juga diikuti berbagai daerah di Indonesia. Di jalan-jalan tertentu, kendaraan bermotor dilarang melintas dan menyediakan ruang bagi masyarakat untuk melakukan aktivitas yang lebih ramah lingkungan, seperti jalan kaki maupun bersepeda. Lalu seperti apa sejarah ditetapkannya 22 September sebagai Hari Bebas Kendaraan Bermotor. Dilansir dari beberapa sumber, berikut kami merangkum penjelasannya untuk Anda.

Baca Selanjutnya: Sejarah Hari Bebas Kendaraan Bermotor...

Halaman

(mdk/ayi)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami