Peristiwa 27 November: Peringatan Hari Kesadaran Aura Internasional, Ini Sejarahnya

Peristiwa 27 November: Peringatan Hari Kesadaran Aura Internasional, Ini Sejarahnya
Ilustrasi meditasi. Shutterstock/EpicStockMedia
JATENG | 27 November 2021 07:00 Reporter : Ayu Isti Prabandari

Merdeka.com - Aura merupakan salah satu hal yang dipercayai dalam ajaran agama Hindu dan Buddha. Dalam hal ini, aura dipahami sebagai perasaan, karakter khas, atau suasana yang mengelilingi semua makhluk hidup. Aura juga dipahami sebagai energi yang mengelilingi setiap makhluk hidup.

Dalam ajaran Hindu dan Buddha, aura dipercaya dapat menghubungkan dengan chakra dan kundalini yaitu jenis energi yang dapat mempengaruhi tubuh. Sebagian orang menganggap aura dekat dengan hal mistik karena termasuk sesuatu yang tidak dapat dilihat dengan jelas.

Namun, aliran energi atau aura ini dipercaya dapat memberikan banyak pengaruh dalam tubuh seseorang. Dengan aura yang positif, setiap orang bisa mendapatkan manfaat tersendiri, baik manfaat bagi tubuh maupun mental atau pikiran. Bukan hanya itu, orang yang mempunyai aura baik dapat membawa energi positif bagi orang-orang di sekelilingnya.

Dalam hal ini, terdapat peringatan Hari Kesadaran Aura Internasional yang biasa diperingati pada hari Sabtu keempat di bulan November. Pada tahun ini, Hari Kesadaran Aura Internasional diperingati pada 27 November. Peringatan ini diadakan tidak lain untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang energi di sekeliling yang memberikan pengaruh pada kehidupan.

Dilansir dari laman National Today, berikut kami merangkum sejarah peristiwa 27 November yang diperingati sebagai Hari Kesadaran Aura Internasional, perlu diketahui.

2 dari 3 halaman

Sejarah Hari Kesadaran Aura Internasional

013 tantri setyorini
©2019 Merdeka.com/Pexels

Sejarah peristiwa 27 November 2021 yang diperingati sebagai Hari Kesadaran Aura Internasional bermula pada tahun 2002. Cynthia Sue Larson, seorang tokoh yang memprakarsai peringatan Hari Kesadaran Aura, menjelaskan bahwa aura merupakan salah satu hal yang sudah lama dipercaya dalam agama Hindu dan Budha, yaitu sebuah energi yang memberikan pengaruh pada kehidupan.

Pada awal abad ke-19, kata 'aura' sudah menggambarkan kualitas atau energi yang dipancarkan dari seseorang atau sesuatu, terutama dengan munculnya Agama-Agama Zaman Baru. Charles Webster Leadbeater adalah orang pertama yang berbicara tentang aura dalam konteks ini. Dia adalah seorang pendeta Gereja Inggris yang pernah belajar teosofi di India.

Dalam bukunya "Man Visible and Invisible" yang diterbitkan pada tahun 1902, ia menggambarkan aura manusia dalam berbagai tahap. Seorang okultis Inggris abad ke-20, WE Butler adalah orang pertama yang menghubungkan aura dengan kondisi kesehatan fisik.

Setiap manusia di bumi memiliki medan energi, atau aura, di sekitar mereka. Hal ini juga berlaku untuk makhluk hidup lainnya seperti tumbuhan dan hewan. Dalam hal ini, setiap makhluk hidup mempunyai aura yang berbeda-beda, begitu juga manusia. Di mana setiap warna mempunyai arti tersendiri.

Merah sering menggambarkan kepribadian yang tak kenal takut dan bersemangat. Oranye bersifat imajinatif dan penuh emosi. Pink lembut dan tenang. Putih setia dan memiliki semangat positif. Kuning memiliki harga diri yang tinggi dan percaya diri. Hijau tertarik pada satwa liar dan alam, dan merupakan penyembuh alami. Tan menghargai detail. Biru peduli. Ungu memiliki kepribadian yang sangat kuat.

Selain dapat melihat kondisi kesehatan fisik, aura juga dapat memberikan pemahaman tentang keyakinan, pikiran, dan kepribadian seseorang. Dalam kondisi emosional, fisik, dan mental yang kurang baik, warna aura bisa gelap. Namun kondisi ini bisa dipulihkan dengan melakukan meditasi, afirmasi positif, visualisasi, dan penyeimbangan energi.

3 dari 3 halaman

Fakta Menarik tentang Aura

ilustrasi meditasi
Shutterstock/lzf

Setelah mengetahui sejarah peristiwa 27 November 2021 atau peringatan Hari Kesadaran Aura, berikutnya terdapat beberapa fakta menarik tentang aura yang perlu Anda ketahui. Berikut beberapa fakta tentang aura yang menarik untuk disimak:

Cara melihat aura

Pertama, melihat aura bukan suatu hal yang mudah dilakukan. Melainkan membutuhkan latihan yang baik dan rutin untuk bisa melihat warna aura pada diri sendiri atau orang lain. Caranya dengan meletakkan tangan pada kertas polos dan tatap ujung jari Anda, kemudian garis tipis warna mungkin akan terlihat di sekitarnya.

Warna aura paling langka

Fakta menarik berikutnya tentang warna aura paling langka. Putih disebut sebagai warna aura paling langka. Warna ini menunjukkan tingkat spiritualitas dan kemurnian yang tinggi. Aura putih dihubungkan dengan cakra mahkota, sehingga orang dengan warna aura ini dapat mencapai tingkat kesadaran, kebijaksanaan, dan intuisi yang tinggi.

Cara mendapatkan aura yang baik

Warna aura yang baik bisa didapatkan dengan melakukan beberapa latihan. Mulai dari membangun sikap bersyukur, mengembangkan kepercayaan diri, menyingkirkan energi buruk, berolahraga dan tetap aktif, memvisualisasikan tujuan, sering bermeditasi, serta aktif terlibat dalam kegiatan yang mendorong hal-hal positif.

Anak-anak bisa melihat aura dengan mudah

Fakta menarik lainnya di peringatan Hari Kesadaran Aura 27 November ini adalah bahwa anak-anak merupakan kelompok orang yang bisa melihat aura dengan mudah. Bahkan, anak-anak dapat melihat aura tanpa usaha atau secara tidak disengaja. Tidak seperti orang dewasa yang membutuhkan keterampilan dan latihan khusus, anak-anak bisa melihat aura di sekelilingnya dengan mudah.

Warna aura bisa berubah

Fakta terakhir tentang aura yaitu bahwa warna aura dapat berubah. Ketika orang mempunyai warna aura yang buruk, ini dapat diubah dengan latihan meditasi, afirmasi positif, penyeimbangan energi, dan perubahan suasana. Dengan latihan yang rutin, perlahan warna aura baik akan terbangun dan energi positif dapat memberikan manfaat dalam kehidupan sehari-hari.

(mdk/ayi)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami