Perkelahian Antar Desa di Jepara Sebabkan Satu Orang Tewas Digorok, Ini Faktanya

Perkelahian Antar Desa di Jepara Sebabkan Satu Orang Tewas Digorok, Ini Faktanya
Ilustrasi Tawuran. ©2015 Merdeka.com
JATENG | 16 Mei 2022 10:46 Reporter : Shani Rasyid

Merdeka.com - Kasus tawuran masih sering terjadi, bahkan pasca lebaran. Salah satunya adalah tawuran antar desa yang melibatkan pemuda dari Desa Ngetuk dan Muryolobo, Kecamatan Nalumsari, Jepara.

Dari aksi perkelahian antar desa itu, satu orang yang tewas. Polisi yang menangani kasus ini mengatakan tawuran berawal dari masalah sepele dan aksi main hakim sendiri, pada Minggu (15/5).

“Kami minta semua pihak untuk mengendalikan diri. Percayakan penanganan kasus ini pada aparat kepolisian. Jangan main hakim sendiri karena akibatnya sangat merugikan masyarakat,” kata Kapolres Jepara, AKBP Warsono, dikutip dari ANTARA pada Senin (16/5).

2 dari 3 halaman

Persoalan Sepele

012 ovan zaihnudin

©2016 Merdeka.com

Peristiwa perkelahian itu terjadi pada Minggu (15/5) sore. Penyebabnya diduga hanya karena masalah sepele. Perkelahian ini terjadi saat mereka pulang usai menonton pertunjukan musik.

Dalam perkelahian ini, seorang pemuda asal Desa Muryolobo berinisial AR (30), tewas disabet senjata tajam di bagian leher. Hingga berita ini diturunkan, kondisi kedua desa belum kondusif. Kronologi lengkap peristiwa ini masih dalam penyelidikan polisi.

Polisi langsung melakukan pengamanan di wilayah kedua desa tersebut untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat setempat. Selain itu dilakukan juga pertemuan yang diikuti perangkat desa, tokoh pemuda dan tokoh masyarakat Murolobo, serta Ketua DPRD Jepara Haizul Maarif, komandan rayon militer (Danramil), dan Kapolsek.

3 dari 3 halaman

Ungkapan Duka Cita

ilustrasi duka cita istockphotocom
Liputan6 ©2021 Merdeka.com

Kapolres Jepara AKBP Warsono serta Ketua DPRD Jepara Haizul Maarif melayat ke rumah keluarga korban dan menyampaikan rasa duka cita. Ia berharap masyarakat bisa menahan diri demi menciptakan suasana kondusif.

“Harapan kami semua warga Desa Ngetuk dan Mulyolobo bisa menahan diri. Serahkan semua kepada jajaran Polres dan kami dari DPRD akan mengawal sampai tuntas dan adil,” kata Haizul dikutip dari ANTARA pada Senin (16/5).

Selain itu, ia juga mengimbau pada semua pihak untuk tidak mengunggah foto-foto korban di media sosial demi menghargai keluarga korban dan mencegah ketakutan di tengah masyarakat.

(mdk/shr)

TOPIK TERKAIT

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami