Perketat Prokes, Ini Cara Jateng Hadapi Gelombang Tiga COVID-19

Perketat Prokes, Ini Cara Jateng Hadapi Gelombang Tiga COVID-19
Ilustrasi virus corona. ©istimewa
JATENG | 14 Oktober 2021 18:30 Reporter : Shani Rasyid

Merdeka.com - Gelombang tiga COVID-19 mengancam Indonesia. Ancaman itu diprediksi akan terjadi pada Desember 2021 hingga awal tahun 2022. Apalagi pada waktu itu akan ada masa libur yang panjang.

Mengenai hal ini, Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo mengingatkan seluruh elemen masyarakat tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan. Menurutnya hal inilah yang menjadi salah satu upaya mencegah terjadinya gelombang ketiga penularan COVID-19 akibat libur panjang akhir tahun.

“Antisipasi dengan menggencarkan sosialisasi terkait prokes harus dimulai dari sekarang agar saat libur panjang nanti masyarakat tetap bisa beraktivitas dengan aman dan tidak terjadi gelombang ketiga COVID-19,” kata Ganjar, mengutip dari ANTARA pada Rabu (13/10).

Lantas bagaimana cara Jateng dalam mencegah terjadinya gelombang tiga COVID-19 tersebut? Berikut selengkapnya:

2 dari 3 halaman

Tingkatkan Vaksinasi COVID-19

ilustrasi virus corona
©2020 Merdeka.com/liputan6.com

Demi mencegah COVID-19, Ganjar telah menginstruksikan pada kepala daerah di wilayahnya agar tidak mengendorkan pengawasan terkait penerapan protokol kesehatan. Selain itu, dia mengatakan bahwa Pemprov Jateng juga meningkatkan capaian pelaksanaan vaksinasi COVID-19 di semua daerah.

Melansir dari ANTARA, daerah di Jateng yang capaian vaksinasinya sudah di atas 70 persen antara lain Kota Solo, Kota Salatiga, Kota Magelang, Kota Semarang, Kota Tegal, Karanganyar, Klaten, dan Sukoharjo. Di sisi lain, daerah yang vaksinasinya di bawah 50 persen antara lain Banyumas, Rembang, Purworejo, Kebumen, Blora, Pekalongan, Kabupaten Tegal, Kabupaten Magelang, Temanggung, Cilacap, Banjarnegara, Pemalang, dan Brebes.

3 dari 3 halaman

Memastikan Ketersediaan Oksigen

ilustrasi virus corona
©2020 Merdeka.com/liputan6.com

Dari Kota Solo, Wali Kota Gibran Rakabuming mengatakan salah satu langkah antisipasi yang dilakukan dalam menghadapi gelombang tiga COVID-19 adalah memastikan ketersediaan oksigen. Selain itu, kesiapan lain yang menjadi perhatian adalah ketersediaan tempat isolasi terpusat dan obat untuk penderita COVID-19.

Bahkan ia mengklaim pihaknya kali ini lebih siap dalam menghadapi kemungkinan naiknya kasus COVID-19 yang bisa terjadi sewaktu-waktu. Walau begitu ia tidak ingin ada lagi pembatasan kegiatan masyarakat seperti yang terjadi saat varian delta merebak.

“Kami tidak ingin seperti varian delta kemarin, semua nggak siap. Sekarang kami lebih siap. Tapi yang perlu ditekankan kami nggak ingin membatasi kegiatan warga. Masak mau Natalan dan Tahun Baru kami batasi,” ujar Gibran, mengutip dari ANTARA pada Rabu (13/10).

(mdk/shr)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami