Polemik Mudik Lebaran Saat Wabah Corona, Ini Kata Pakar Transportasi UGM

Polemik Mudik Lebaran Saat Wabah Corona, Ini Kata Pakar Transportasi UGM
JATENG | 7 April 2020 15:04 Reporter : Shani Rasyid

Merdeka.com - Isu mudik di tengah wabah Corona menjadi polemik tersendiri di kalangan masyarakat Indonesia. Di satu sisi mudik merupakan suatu budaya tahunan untuk menjaga tali silaturahmi dengan keluarga. Tapi di sisi lain, adanya wabah Corona membuat mudik menjadi hal yang harus diantisipasi karena bisa membuat penyebaran virus meluas.

Kamis (2/4) juru bicara presiden, Fajroel Rachman pun mengatakan tak ada larangan resmi bagi masyarakat untuk mudik pada Hari Raya Idul Fitri tahun ini. Hanya saja pemudik wajib isolasi diri selama 14 hari.

Lain halnya dengan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mengaku resah karena warganya yang sudah lansia terkena Covid-19 setelah didatangi anaknya dari Jakarta.

Melihat hal tersebut, pakar transportasi UGM, Prof. Ahmad Munawar mengemukakan pendapat tentang polemik mudik yang berkembang di tengah masyarakat. Menurutnya pemerintah harus mengambil tindakan tegas untuk melarang pemudik pulang kampung pada hari raya Idul Fitri.

1 dari 3 halaman

Pemerintah Perlu Tindak Tegas

presiden jokowi

2020 Merdeka.com

Mengenai polemik mudik, Prof. Ahmad Munawar mengatakan pemerintah perlu memberi tindakan tegas bagi orang-orang yang nekat mudik. Bahkan kalau perlu, pemerintah perlu memberhentikan sementara operasional angkutan umum seperti pesawat, kereta api, dan bus antar kota.

Selain itu pemerintah juga perlu menutup akses jalan arteri dan jalan tol. Penutupan kedua akses jalan itu perlu dilakukan. "Meski mereka menggunakan kendaraan pribadi, penyebaran bisa saja terjadi di rest area," ujar Munawar dikutip dari ANTARA pada Senin (6/4).

2 dari 3 halaman

Isolasi 14 Hari Tidak Akan Berjalan Lancar

warga menawan kudus tolak balai diklat jadi tempat karantina

2020 Merdeka.com

Munawar juga mengkritisi imbauan wajib isolasi 14 hari yang dilakukan pemerintah. Menurutnya, isolasi 14 hari tidak akan berjalan lancar karena jumlah pemudik yang mencapai jutaan.

Selain itu memberi kelonggaran bagi pemudik justru akan memberatkan pemerintah daerah. Isolasi ini membuat pemerintah yang daerahnya banyak menjadi sasaran mudik harus mempersiapkan ratusan bahkan ribuan peralatan serta fasilitas.

"Hal ini justru akan memberatkan mereka. Jika mereka tidak siap justru akan membuat pandemi tersebut makin tersebar," jelas Munawar.

3 dari 3 halaman

Nyawa Manusia Lebih Penting dari pada Kestabilan Ekonomi

di terminal pulogadung

2015 Merdeka.com/imam buhori

Selain meminta pemerintah untuk bertindak tegas, Munawar juga meminta pemerintah untuk mempertimbangan secara serius soal kesehatan rakyat.

Menurutnya, penurunan ekonomi memang tidak bisa dihindari pada saat terjadi wabah seperti ini. Tapi hal itu tidak lebih penting dari pada nyawa rakyat.

"Presiden Ghana, Nana Akufo Addo, ketika menerapkan Lockdown di negaranya menyampaikan sebuah pidato bahwa ekonomi bisa diperbaiki kembali, tapi rakyat yang meninggal tidak bisa dihidupkan kembali," ujar Munawar dikutip ANTARA pada Senin (6/4).

(mdk/shr)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami