Pria Ini Pindah ke Desa dan Menjadi Petani Rempah, Berkolaborasi dengan Warga Sekitar

Pria Ini Pindah ke Desa dan Menjadi Petani Rempah, Berkolaborasi dengan Warga Sekitar
Warga Gunungputri Dibacok Orang Tak Dikenal. ©2022 Merdeka.com/Rasyid Ali
JATENG | 2 Oktober 2022 18:31 Reporter : Shani Rasyid

Merdeka.com - Pada tahun 2014, Andika Mahardika bersama istrinya memulai kehidupan baru di desa. Saat itu, mereka membuat sebuah inisiatif kegiatan usaha bersama dengan masyarakat.

Dalam waktu dua tahun, Andika beserta istri melakukan pendekatan serta eksplorasi dengan masyarakat sekitar. Selain itu, mereka juga bertemu dengan petani untuk kegiatan usaha tersebut.

“Dari situ saya melihat ada potensi yang besar dalam hal pengembangan rempah-rempah. Saat itu kami bertemu dengan beberapa petani di Menoreh. Di sana kami menjumpai para petani, terutama petani perempuan yang sudah membudidayakan jenis-jenis rempah seperti kunyit, temulawak, dan jahe. Namun tantangannya, saat itu belum ada petani yang melakukan proses pengolahan pertanian,” kata Andika dikutip dari kanal YouTube Cap Capung.

Lalu terobosan apa yang dilakukan Andika terkait pertanian rempah itu? Berikut selengkapnya:

2 dari 4 halaman

Membangun Kedekatan Personal

inspirasi petani rempah asal sleman
©YouTube/Cap Capung

Dalam menjalin hubungan dengan para petani, yang Andika lakukan pertama kali adalah membangun kedekatan personal. Dari situlah secara perlahan, dia melakukan proses edukasi.

“Dan yang paling penting, kami tidak melakukannya sendirian. Karena kami, saya dan istri, tidak ada yang punya latar belakang pertanian. Jadi saat pindah ke Jogja, kami mendata siapa saja mitra petani yang bisa kami ajak kolaborasi,” kata Andika.

Dari sanalah kemudian Andika bertemu dengan teman-teman seperti dari Sekolah Tani Indah, dan dari berbagai yayasan yang bergerak di bidang pertanian.

3 dari 4 halaman

Input Produk

inspirasi petani rempah asal sleman
©YouTube/Cap Capung

Dari hasil kolaborasi dengan petani dan beberapa organisasi yang bergerak di bidang tani, Andika berhasil mengembangkan produk olahan yang terbuat dari bahan jahe, kunyit, dan temulawak. Rempah-rempah itu kemudian diolah dalam bentuk serbuk dan dikemas dan diberi nama yang menarik.

“Semua produk ini awalnya kami pasarkan khususnya di wilayah Jogja dan sekarang sudah tersebar di hampir semua kota-kota besar yang ada di Indonesia,” kata Andika.

4 dari 4 halaman

Sebuah Kontemplasi

inspirasi petani rempah asal sleman
©YouTube/Cap Capung

Sebelum bergerak di bidang pertanian, Andika bekerja enam bulan di sebuah perusahaan. Namun di perusahaan itu ia tidak menikmati pekerjaan sehingga memilih untuk resign.

Mulai dari sanalah ia berkontemplasi hingga akhirnya memilih hidup di desa dan memulai usaha baru. Ia memilih menjadi petani rempah karena baginya pekerjaan itu bisa bermanfaat, baik bagi diri sendiri dan juga orang banyak serta lingkungan.

“Di desa itu tidak hanya tentang jenis pekerjaan. Tapi di sini saya belajar tentang makna kebahagiaan. Di sini kami mengapresiasi masyarakat desa yang bisa melakukan keseimbangan, antara kebutuhan finansial, sosial, spiritual, dan emosional. Itulah yang saya maknai sebagai kunci kebahagiaan,” kata Andika.

(mdk/shr)

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Opini