Sejarah Hari Coklat Sedunia 7 Juli, Makanan Manis Kaya Kandungan Nutrisi

Sejarah Hari Coklat Sedunia 7 Juli, Makanan Manis Kaya Kandungan Nutrisi
Ilustrasi coklat. ©2013 Merdeka.com/Shutterstock/matka_Wariatka
JATENG | 7 Juli 2022 05:00 Reporter : Ayu Isti

Merdeka.com - Siapa yang tidak suka dengan cokelat. Dapat dikatakan, hampir setiap orang menyukai makanan manis yang satu ini. Baik cokelat yang diolah atau ditambahkan ke dalam sajian camilan lezat maupun cokelat yang disajikan menjadi berbagai minuman menyegarkan. Rasa cokelat yang manis dan legit ini memang tidak pernah gagal memanjakan lidah.

Sebagai makanan ringan yang populer dan digemari banyak orang, tak heran jika coklat memiliki peringatan khusus yang dirayakan setiap tahun. Tidak lain adalah Hari Coklat Sedunia, peringatan yang dirayakan setiap tanggal 7 Juli. Pertama kali, peringatan ini diadakan pada tahun 2009 dan masih dilakukan hingga sekarang.

Peringatan ini diadakan untuk mengenalkan asal usul makanan coklat yang hingga kini menjadi camilan favorit banyak orang. Khususnya bagi Anda penggemar coklat, tepat pada peringatan hari ini, tentu menjadi hal menarik untuk mengetahui sejarah Hari Coklat Sedunia dan berbagai fakta tentang coklat lainnya.

Selain itu, Anda juga bisa turut merayakan peringatan Hari Coklat Sedunia dengan beragam cara. Mulai dari mengonsumsi coklat, menyediakan stok camilan coklat, hingga membaca atau menonton film yang berhubungan dengan coklat.

Dilansir dari laman National Today, berikut kami merangkum sejarah Hari Coklat Sedunia 7 Juli, berbagai fakta dan cara merayakannya, bisa Anda simak.

2 dari 4 halaman

Sejarah Hari Coklat Sedunia

Sejarah Hari Coklat Sedunia yang diperingati pada 7 Juli, pertama kali diadakan pada tahun 2009. Hari Cokelat Sedunia menandai peringatan hari di mana makanan penutup ikonik ini pertama kali masuk ke Eropa pada tahun 1550. Bahwa setiap orang, baik tua maupun muda, gemar menikmati camilan bercita rasa manis ini.

Cokelat berasal dari biji pohon Theobroma Cacao. Kakao tumbuh di Meksiko, Amerika Tengah, dan Amerika Selatan Utara, di mana telah dibudidayakan setidaknya selama tiga milenium. Namun, Afrika memegang 70% dari pohon kakao yang tumbuh di dunia saat ini. Biji kokoa ini memiliki rasa yang pahit, sehingga harus difermentasi untuk mengembangkan cita rasa yang lezat.

Untuk membuat sebatang cokelat, biji dari pohon kakao ditutup dengan daun pisang dan dibiarkan berfermentasi, yang disebut biji kakao. Setelah biji kakao tiba di pabrik pengolahannya, biji kakao disangrai secara perlahan pada suhu rendah. Kemudian, biji kakao dipisahkan antara cangkang dan nibs, sehingga nibs dapat digiling menjadi bubuk halus yang disebut cocoa liquor.

Dua produk yang paling penting untuk produksi cokelat berasal dari pasta kakao cair ini. Bubuk kakao diproduksi, dikemas, dan dijual secara bebas. Bubuk kakao ini bisa dicampurkan pada bahan kue untuk mendapatkan cita rasa coklat yang lezat. Sementara mentega kakao diproduksi agar produsen dapat menggunakannya sebagai bahan dalam batangan cokelat.

Selain rasanya yang lezat, coklat memiliki kandungan antioksidan kuat yang memberikan berbagai manfaat bagi tubuh. Mulai dari membantu meningkatkan aliran darah, menurunkan tekanan darah, dan mengurangi risiko penyakit jantung. Ini juga meningkatkan kadar serotonin dan dopamin, yang membantu meningkatkan mood. Banyak orang disarankan untuk makan lebih banyak cokelat hitam karena mengandung manfaat yang lebih sehat.

3 dari 4 halaman

Fakta-Fakta tentang Coklat

Setelah mengetahui sejarah Hari Coklat Sedunia, berikutnya tak kalah menarik untuk dibahas adalah berbagai fakta tentang coklat. Fakta pertama, biji kakao pernah digunakan sebagai mata uang barter di Maya Times, jauh sebelum makanan ringan ini menjadi camilan yang populer saat ini.

Bukan hanya itu, coklat juga sempat dimanfaatkan sebagai obat. Di mana susu coklat yang ditemukan ditemukan oleh Dr. Hans Sloane, pernah dijual sebagai obat di Irlandia. Coklat juga diketahui dapat menyembuhkan gangguan batuk. Manfaat ini didapatkan dari kandungan theobromine, yang dinilai dapat mengurangi gejala batuk lebih baik dibandingkan sirup obat batuk.

Fakta berikutnya, Swiss dikenal sebagai negara penghasil coklat dan masyarakatnya mengonsumsi sekitar 8,8 kg cokelat per tahun. Sementara produk coklat pertama adalah coklat panas yang ditemukan oleh bangsa Maya sekitar 3.000 tahun yang lalu.

4 dari 4 halaman

Cara Merayakan

Setelah mengetahui sejarah Hari Coklat Sedunia dan berbagai faktanya, terakhir akan dijelaskan bagaimana cara merayakan peringatan ini setiap tahun. Cara merayakan Hari Coklat Sedunia tidak lain adalah dengan mengonsumsi coklat sebagai makanan ringan atau makanan penutup. Anda juga bisa menyuguhkan sajian coklat saat berkumpul dengan teman, keluarga, atau di berbagai acara.

Anda juga bisa merayakan Hari Coklat Sedunia dengan mengunjungi toko cokelat atau toko permen untuk mencicipi sajian coklat lezat yang beragam. Anda juga bisa berwisata ke pabrik coklat untuk mengetahui bagaimana proses pembuatan coklat sebelum dipasarkan.

Terakhir, Anda bisa merayakan Hari Coklat Sedunia dengan membaca berbagai artikel atau informasi tentang coklat. Bisa juga dengan menonton film dokumenter atau film genre lain yang berhubungan dengan coklat, seperti “Charlie and the Chocolate Factory”, “The Chocolate Touch”, dan “Candy's Chocolate Kingdom”.

(mdk/ayi)

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Opini