Sejumlah Pesantren di Cilacap Tolak Swab Massal, Ternyata Ini Alasannya

Sejumlah Pesantren di Cilacap Tolak Swab Massal, Ternyata Ini Alasannya
Pondok Pesantren di Cilacap. ©2020 liputan6.com
JATENG | 1 Oktober 2020 16:40 Reporter : Shani Rasyid

Merdeka.com - Tes swab makin digencarkan oleh tim gugus tugas untuk mendeteksi penyebaran Virus Corona. Walau begitu tidak semua orang mau dilakukan tes swab. Mereka memiliki banyak alasan mulai dari merasa sehat-sehat saja sampai takut pada kenyataan bahwa mereka sudah terkena Virus Corona.

Hal yang sama juga terjadi pada beberapa pondok pesantren di Cilacap, Jawa Tengah. Di sana, mereka keberatan melakukan tes usap karena stigma yang bakal ditanggung pesantren itu. Tak dipungkiri, biasanya stigma yang muncul setelah tes swab dilakukan adalah bahwa tempat tersebut mendapat label 'berbahaya' ada Covid-19.

“Karena yang muncul itu kan stigmatisasi. Kalau ada swab, berarti di situ ada COVID-19. Bahasanya bukan menolak tapi keberatan,” ungkap Banu Tolib Majid, Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Cilacap, dikutip dari Liputan6.com pada Kamis (1/10).

Baca Selanjutnya: Tetap Dilakukan...

Halaman

(mdk/shr)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami