Sudah Tepat, Ini Kata Pakar UGM tentang Aturan Pelonggaran Penggunaan Masker

Sudah Tepat, Ini Kata Pakar UGM tentang Aturan Pelonggaran Penggunaan Masker
Aktivitas Warga di Tengah Pelonggaran Pemakaian Masker. ©2022 Liputan6.com/Faizal Fanani
JATENG | 19 Mei 2022 12:08 Reporter : Shani Rasyid

Merdeka.com - Aturan penggunaan masker resmi dilonggarkan. Kini masyarakat boleh membuka masker di tempat-tempat terbuka yang tidak ada kerumunan.

Menurut epidemiolog UGM, dr. Riris Andono Ahmad, kebijakan pemerintah itu sudah tepat. Apalagi risiko penularan COVID-19 di Indonesia sudah menurun.

“Meskipun sekarang kita tahu bahwa herd immunity itu tidak akan terjadi, tetapi semakin banyak orang di populasi yang mempunyai kekebalan akan menyebabkan risiko penularannya menjadi rendah. Indonesia pada saat ini dalam situasi seperti itu,” kata Riris dikutip dari ANTARA pada Rabu (18/5).

Lantas apa yang membuat risiko penularan COVID-19 di Indonesia rendah? Berikut ulasan selengkapnya:

2 dari 3 halaman

Pemicu Kekebalan Masyarakat

aktivitas warga di tengah pelonggaran pemakaian masker
©2022 Liputan6.com/Faizal Fanani

Riris mengatakan, ada dua hal yang menjadi pemicu kekebalan masyarakat. Pertama adalah gelombang Omicron yang berhasil dilalui, dan yang kedua cakupan vaksinasi COVID-19 yang terus meningkat.

“Ini yang mendasari kenapa pada situasi seperti sekarang ini sebenarnya tanpa menggunakan masker pun risiko penularan tidak akan meningkat secara cepat,” kata Riris dikutip dari ANTARA.

Walau begitu, menurutnya aturan penggunaan masker harus kembali diperketat kalau nanti kembali muncul varian baru COVID-19 yang memicu gelombang besar di Indonesia.

3 dari 3 halaman

Memahami Bahwa Pandemi Belum Berakhir

ilustrasi virus corona
©2020 Merdeka.com/liputan6.com

Riris mengingatkan, kebijakan pelonggaran itu harus ditinjau kembali kalau kekebalan populasi dinilai sudah mengalami penurunan signifikan mengingat kekebalan vaksin hanya bertahan 4-6 bulan.

Selain itu, pelonggaran aturan penggunaan masker yang diumumkan Presiden Jokowi harus diikuti dengan komunikasi berkelanjutan mengenai risiko penularan COVID-19, sehingga masyarakat paham bahwa pandemi ini belum berakhir. Selain itu, ketentuan bahwa masker hanya boleh dilepas di ruang terbuka juga harus ditekankan.

“Ini bukan akhir dari sebuah pandemi. Ini hanya situasi ketika memang lagi aman. Ini yang perlu ditambah ketika kebijakan itu dibuat,” kata Riris.

(mdk/shr)

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami