Sultan HB X Ingin Relokasi PKL Malioboro Secepatnya, Ini Alasannya

Sultan HB X Ingin Relokasi PKL Malioboro Secepatnya, Ini Alasannya
Gubernur DIY, Sri Sultan HB X. ©2019 Merdeka.com/Purnomo Edi
JATENG | 26 Januari 2022 15:06 Reporter : Shani Rasyid

Merdeka.com - Permasalahan relokasi pedagang kaki lima (PKL) Malioboro tak kunjung menemukan titik terang. Berbagai petinggi pemerintah turut memberi komentar mulai dari pejabat Kota Yogyakarta, kepala dinas, hingga perwakilan PKL Malioboro sendiri.

Terakhir, Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengkubuwono X turut angkat bicara mengenai permasalahan ini. Ia meminta relokasi pedagang kaki lima (PKL) di Malioboro direalisasikan secepatnya walaupun para pedagang meminta relokasi itu ditunda.

“PKL minta relokasi ditunda, aku minta relokasi cepat,” kata Sultan HB X dikutip dari ANTARA pada Selasa (25/1).

2 dari 4 halaman

Sudah Bersabar 18 Tahun

sri sultan hb x

©2021 Merdeka.com

Sultan HB X mengaku sudah bersabar menunggu selama 18 tahun lamanya untuk memindahkan PKL Malioboro ke lokasi yang baru. Oleh karena itu, baginya permintaan PKL agar proses relokasi ditunda tidak bisa dipenuhi lagi.

“Nggak, nggak. Aku sudah nunggu 18 tahun,” ujarnya.

Menurutnya, lokasi yang selama ini ditempati para PKL di sisi kanan dan kiri Jalan Malioboro merupakan milik pemerintah serta pemilik toko. Jadi bukan fasilitas kaki lima.

3 dari 4 halaman

Demi Kenyamanan

yogyakarta©2017 Merdeka.com

Sementara itu Kepala Dinas Koperasi dan UKM DIY Srie Nurkyatsiwi mengatakan relokasi PKL Malioboro merupakan bentuk upaya memuliakan PKL Malioboro agar mendapatkan tempat yang representatif.

Selain itu, Srie menuturkan bahwa relokasi itu juga bertujuan untuk menata kawasan Malioboro sebagai bagian dari upaya Pemda DIY mengajukan kawasan sumbu filosofi DIY sebagai warisan budaya tak benda oleh UNESCO.

“Kami ini kan di Pemda memuliakan mereka. Bagaimana memberikan ruang yang legal dan representatif,” ujar Srie dikutip dari ANTARA.

4 dari 4 halaman

Harapan PKL Malioboro

Sebelumnya PKL Malioboro berharap agar Pemda DIY dapat menunda rencana relokasi atau penataan hingga satu atau tiga tahun karena saat ini pedagang masih dalam masa pemulihan ekonomi akibat pandemi COVID-19.

Apalagi selama pandemi, para pedagang berada dalam kondisi terpuruk karena dagangan mereka sepi sehingga tak ada pemasukan. Mereka berharap agar konsep penataan PKL di Kawasan Malioboro tidak dilakukan dengan cara relokasi tetapi mempercantik lokasi berjualan PKL.

“Misalnya dengan seragam yang bagus, gerobak yang sama atau urutannya. Jadi tidak perlu dipindah tapi dipercantik saja. Apalagi kami yang jualan kuliner tidak bersinggungan langsung dengan toko,” kata Yati Dimanto, Ketua Paguyuban Angkringan Malioboro, dikutip dari ANTARA.

(mdk/shr)

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Opini