Tak Hanya Banjir dan Longsor, BMKG Ingatkan Warga Jateng Waspadai Bencana Ini

Tak Hanya Banjir dan Longsor, BMKG Ingatkan Warga Jateng Waspadai Bencana Ini
JATENG | 11 November 2020 15:25 Reporter : Shani Rasyid

Merdeka.com - Bencana banjir dan tanah longsor yang terjadi di beberapa tempat di Jawa Tengah membuat ribuan orang harus mengungsi. Di Kebumen misalnya, bencana banjir merendam setidaknya 45 desa di 14 kecamatan.

Di kabupaten itu pula dilaporkan bencana tanah longsor tersebar di 31 desa yang tersebar di 12 kecamatan. Bencana tersebut menyebabkan 1 orang meninggal dunia karena hanyut terbawa arus banjir.

Menurut Kepala Kelompok Teknis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap, Teguh Wardoyo, bencana yang terjadi disebabkan oleh fenomena La Nina Moderat sejak Oktober 2020. Fenomena itu menyebabkan curah hujan mengalami peningkatan hingga 100 persen di wilayah itu.

Namun pada kenyataannya curah hujan yang tinggi itu tak hanya akan menyebabkan bencana banjir dan tanah longsor. Ada bahaya lain yang harus diwaspadai. Berikut selengkapnya:

Baca Selanjutnya: Suhu Air Laut Masih Hangat...

Halaman

(mdk/shr)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami