Perpaduan dari Tiga Budaya, Ini 4 Fakta Sejarah Kalender Jawa

Perpaduan dari Tiga Budaya, Ini 4 Fakta Sejarah Kalender Jawa
JATENG » BANYUWANGI | 21 Agustus 2020 06:33 Reporter : Shani Rasyid

Merdeka.com - Kalender Jawa merupakan sebuah sistem penanggalan yang digunakan oleh Kesultanan Mataram serta kerajaan pecahan lain yang mendapatkan pengaruhnya. Sistem penanggalan ini pertama kali dicetuskan oleh Sultan Agung Hanyokrokusuma pada 1633 Masehi.

Sejak tahun itu, sistem penanggalan itu berlaku di seluruh Pulau Jawa terkecuali di wilayah Banten, Batavia, dan Banyuwangi. Sistem penanggalan ini memiliki dua siklus hari, yaitu siklus mingguan yang terdiri dari tujuh hari (Ahad sampai Sabtu) dan siklus pekan pancawara yang terdiri dari lima hari pasaran.

Uniknya, sistem penanggalan ini memadukan 3 sistem penanggalan dari budaya yang berbeda. Yakni perpaduan sistem penanggalan Islam, sistem penanggalan Hindu, dan sistem penanggalan Julian yang berasal dari budaya barat. Berikut selengkapnya:

Baca Selanjutnya: Menggabungkan Kalender Hindu dengan Kalender...

Halaman

(mdk/shr)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami