Terjebak Sandiwara Cinta, Janda Asal Cilacap Ini Jadi Korban Penipuan

Terjebak Sandiwara Cinta, Janda Asal Cilacap Ini Jadi Korban Penipuan
ilustrasi penipuan. ©2013 Merdeka.com
JATENG | 15 September 2020 20:15 Reporter : Shani Rasyid

Merdeka.com - Di dunia ini, yang namanya sandiwara cinta tidak hanya terjadi pada sinetron atau film-film drama. Dalam praktiknya, sandiwara cinta juga bisa terjadi dalam kehidupan nyata. Kisah sandiwara cinta inilah yang menimpa AD (39), seorang janda asal Cilacap setelah ditipu MA (37) calon suaminya yang merupakan duda asal Tegal. Mereka berdua telah berkenalan sejak Juli lalu.

Bukannya berakhir bahagia, kisah cinta antara keduanya justru berakhir memalukan. Walaupun sebelumnya MA sempat melamar AD di rumahnya dan di depan orang tuanya, namun ternyata lamaran itu hanya tipu-tipu belaka. Pada nyatanya sebelum lamaran itu, MA sudah memiliki niat jahat kepada AD dan dia sama sekali tidak mencintai perempuan itu.

Melansir dari Liputan6.com pada Selasa (15/9), selama proses lamaran itu, tak terbesit firasat buruk atau kecurigaan di benak orang tua korban. Bahkan MA tak kesulitan mendapatkan izin untuk mengenalkan AD kepada kedua orang tuanya.

Lantaran anaknya sudah menjanda, orang tua korban tak keberatan. Alhasil, proses lamaran pun berjalan lancar. Tapi sayangnya itu semua hanya sandirwara yang dilakukan AD kepada MA dan keluarganya. Berikut selengkapnya:

2 dari 4 halaman

Kronologi Kejadian

sandiwara cinta di kebumen
©2020 liputan6.com

Proses lamaran itu berjalan lancar, di mana keluarga korban dan para tetangga turut menyaksikan bagaimana MA meminta do’a restu kepada orang tua AD. Walau pada saat itu tak ada yang mengira bahwa lamaran itu bagian dari skenario yang dibuat MA, tapi sebenarnya ada satu kejanggalan di mana MA mengaku kalau orang tuanya berasal dari Purworejo sedangkan KTP-nya, MA berasal dari Tegal. Tapi karena kepiawian MA dalam meyakinkan orang tua AD, kejanggalan itu bisa ditepis.

Pada akhirnya MA mendapat restu dari orang tua AD dan mengajaknya ke Purworejo. Di tengah perjalanan, MA mengajak AD menginap di sebuah losmen di Gombong. Di losmen itulah MA menyetubuhi AD hingga empat kali. Tak sampai di situ, MA juga mengambil ponsel milik korban dan memasukkan alat komunikasi itu ke dalam tasnya.

3 dari 4 halaman

Terlanjur Cinta

pria
www.huffingtonpost.ca

Meskipun mengetahui hal tersebut, AD tak berprasangka buruk karena dia sudah terlanjur cinta dengan MA. Perjalanan mereka pun berlanjut. Di tengah perjalanan, mereka berhenti di SPBU Tersoboyo, Prembun sekitar pukul 20.00. Pada saat itu, MA meminjam uang untuk membeli oleh-oleh untuk keluarga di Purworejo. Dengan ringan tangan, AD memberinya uang Rp500 ribu.

Setelah diberi uang, MA izin untuk beli oleh-oleh sementara AD masuk ke kamar mandi untuk ganti baju. Setelah selesai berdandan, korban kemudian keluar dari kamar mandi dan tak kunjung menemukan calon suaminya itu. Dia pun sempat menunggu calon suaminya hingga berjam-jam sambil menangis. Namun yang ditunggu tak kunjung datang.

4 dari 4 halaman

Korban Penipuan

sandiwara cinta di kebumen
©2020 liputan6.com

Hingga tiba tengah malam, AD akhirnya menyadari bahwa dirinya telah menjadi korban penipuan. Dengan hati yang terluka, dia melaporkan peristiwa yang dialaminya ke Polsek Prembun.

Dari laporan itu, polisi langsung bergerak cepat. Mereka akhirnya berhasil menangkap MA pada hari Senin (31/8/2020) di rumah orang tuanya di Kecamatan Poncowarno, Kabupaten Kebumen.

Kepada polisi, MA mengaku tak berniat sama sekali untuk menikahi korban dan sama sekali tak pernah mencintai korban. Dari awal, dia memang memiliki niat jahat untuk mengelabuhi korban.

Akibat perbuatannya, MA dijerat Pasal 372 KUH Pidana jo Pasal 378 KUH Pidana tentang penipuan dan atau penggelapan dengan ancaman 4 tahun penjara.

(mdk/shr)

TOPIK TERKAIT

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami