Ujian Nasional Dihapus, Nadiem Imbau Sekolah Buat Program Tentukan Kelulusan Sendiri

Ujian Nasional Dihapus, Nadiem Imbau Sekolah Buat Program Tentukan Kelulusan Sendiri
JATENG | 25 Maret 2020 11:20 Reporter : Denny Marhendri

Merdeka.com - Keputusan mengenai Ujian Nasional dihapus diambil setelah Mendikbud Nadiem Makarim mengadakan rapat dengan Komisi X DPR secara online. Hasil keputusan akhirnya menghapus Ujian Nasional 2020. Ada beberapa alasan Mendikbud menghapus Ujian Nasional 2020.

Melansir informasi dari Liputan6.com, alasan yang paling masuk akal untuk digunakan menghapus Ujian Nasional adalah pandemi virus Corona yang semakin mengkhawatirkan. Sampai sekarang kasus virus Corona di Indonesia semakin bertambah. Nadiem tidak ingin membahayakan peserta Ujian Nasional dan pihak-pihak yang terlibat di dalamnya.

"Alasan nomor satu prinsip dasar Kemendikbud adalah keamanan dan kesehatan siswa-siswa kita dan keamanan keluarga siswa-siswa itu, kalau melakukan Ujian Nasional di dalam tempat-tempat pengujian bisa menimbulkan risiko kesehatan," jelas Nadiem.

1 dari 3 halaman

Program untuk Tentukan Kelulusan

Harapan Nadiem dari penghapusan Ujian Nasional adalah sekolah-sekolah dapat mengupayakan program untuk menentukan kelulusan murid-muridnya. Ujian Nasional online menjadi salah satu saran yang Nadiem berikan. Nadiem juga menyarankan untuk menentukan kelulusan murid dengan mengakumulasi nilai pada 5 semester sebelumnya.

"Tidak diperkenankan untuk melakukan tes tatap muka yang mengumpulkan siswa di kelas, ujian sekolah bisa diadministrasi lewat banyak opsi, misalnya online atau angka 5 semester lain itu ditentukan masing-masing sekolah," tambah Nadiem.

Nadiem juga melarang sekolah untuk menerapkan ujian tatap muka yang mengumpulkan murid untuk berada di kelas.

2 dari 3 halaman

Lebih Banyak Risikonya daripada Keuntungannya

Alasan yang menguatkan Nadiem untuk meniadakan Ujian Nasional adalah, menurutnya Ujian Nasional bukan syarat utama untuk melanjutkan jenjang pendidikan perguruan tinggi. Ditambah dengan adanya pandemi virus Corona, Ujian Nasional akan lebih banyak risikonya daripada keuntungannya.

"Kita juga sudah tahu UN bukan untuk syarat kelulusan atau syarat seleksi masuk jenjang pendidikan tinggi, saya rasa di Kemendikbud, lebih banyak risikonya dari pada benefit untuk lanjutkan UN," ucap Nadiem.

Sehingga Nadiem merasa jika Ujian Nasional ini dihapus maka tidak terlalu berdampak pada pendidikan di Indonesia

3 dari 3 halaman

Mengimbau untuk Melakukan Kebijakan Tersebut

Imbauan Nadiem juga diperuntukkan untuk masyarakat Indonesia khususnya anak muda. Nadiem mengimbau untuk melakukan kebijakan yang dibuat pemerintah untuk mencegah persebaran virus Corona ini. Kebijakan untuk social distancing dan physical distancing, karena dengan melakukan hal tersebut persebaran virus corona bisa semakin menurun.

"Sekali lagi saya ingatkan seluruh masyarakat Indonesia untuk serius mengikuti social distancing dan physical distancing terutama yang tinggal dengan orang tua di atas 60, itu merupakan hal yang luar biasa semua anak muda dipastikan menjaga jarak dari orang lanjut usia karena mereka paling rentan," ucap Nadiem mengakhiri.

(mdk/dem)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami