Uniknya Jam Tangan Kayu dari Limbah Skateboard, Terjual ke Ukraina hingga Belgia

Uniknya Jam Tangan Kayu dari Limbah Skateboard, Terjual ke Ukraina hingga Belgia
Jam Tangan Kayu dari Limbah Skateboard. ©2021 Merdeka.com/Yoyok Sunaryo
JATENG | 29 November 2021 19:00 Reporter : Ibrahim Hasan

Merdeka.com - Deretan jam tangan ini bukanlah jam tangan biasa, di sudut ruang perakitan ini seorang pemuda merakit jam tangan buatannya dengan teliti. Inilah ruang produksi jam tangan yang terbuat dari kayu. Dia bernama Andhika Praditya yang telah menggeluti kerajinan jam tangan kayu sejak tahun 2015 di alan Kahuripan Timur Nomor 12 RT 04 RW 01 Sumber Krajan Solo.

Siapa sangka, jam yang seolah nampak sederhana ini punya banyak peminat. Tak main-main, jam tangan kayu hasil karya Andhika mampu melesat hingga pasar mancanegara. Negara seperti Nepal Ukraina, Jerman, Inggris, Perancis, hingga Belgia. Alasannya tidak lain ialah orang disana lebih menyukai produk daur ulang. Ramah lingkungan daripada bahan plastik atau logam.

Uniknya lagi, bahan pembuat jam tangan kayu ini berasal dari limbah papan luncur atau skateboard yang telah patah.

jam tangan kayu dari limbah skateboard

©2021 Merdeka.com/Yoyok Sunaryo


Ada banyak motif yang menjadi keunikan setiap jam tangan kayu. Berbagai motif ini merupakan hasil karya rumahan atau sering disebut dengan UMKM. Berbekal pengalaman pada dunia desain, pada tahun 2014 ia memberanikan diri mencoba membuat jam tangan dari kayu. Hingga akhirnya diminati masyarakat.

Ambisinya menekuni diri sebagai pengrajin jam tangan kayu sangat kuat. Ia membuka ruang pameran di salah satu pusat Elektronik dan Pakaian Bekas (Elpapes) di Banjarsari, Solo. Ia melabeli produk jam tangan kayunya dengan Loosewood yang punya banyak peminat hingga saat ini.

jam tangan kayu dari limbah skateboard

©2021 Merdeka.com/Yoyok Sunaryo

Berbicara soal bahan baku pembuatannya, papan skateboard dipilih karena memiliki ciri khas kayu yang keras. Selain itu, papan skateboard biasanya terdiri dari lapisan-lapisan dengan warna lapisan kayunya yang beragam.

Serpihan kayu ini merupakan bekas papan skateboard yang telah rusak. Tak bisa direparasi, papan skateboard ini berakhir di workshop jam tangan kayu milik Andhika.

Ia mengaku, mendapatkan limbah papan skateboard dari anggota komunitas skateboard di Solo. Sebagai anggotanya, ia biasa membeli papan skateboard yang telah rusak dan tidak layak pakai. Hingga kini ia tak pernah kesulitan mencari bahan baku papan skateboard untuk memenuhi permintaan para pemesan jam tangan kayu.

jam tangan kayu dari limbah skateboard

©2021 Merdeka.com/Yoyok Sunaryo


Saat merintis produksi jam tangan kayu, Andhika hanya menggunakan peralatan yang cukup sederhana. Peralatan manual ia gunakan untuk membuat desain dan bagian-bagian dari jam tangan kayu. Namun demi kepuasan pelanggan, kini ia mulai menggunakan perlengkapan modern.

Digunakannya mesin Computer Numerical Control (CNC) mini agar lebih presisi dan cepat, sedang untuk pemasangan mesin dan strap dilakukan secara manual. Dalam satu bulan, Andika mampu memenuhi kapasitas produksi jam tangan kayunya mulai 10 hingga 15 unit.

Ia tak mau kalah dengan produksi jam tangan pabrikan, oleh karenanya ia selalu mengedepankan ketelitian, kehati-hatian, hingga mengasah keterampilannya dalam membuat kerajinan jam tangan kayu dari papan skateboard.

jam tangan kayu dari limbah skateboard

©2021 Merdeka.com/Yoyok Sunaryo


Selain berfokus pada jam tangan kayu, Andika juga merambah kerajinan kacamata dengan frame kayu. Kacamata unik dari kayu ini juga banyak peminat, mulai dari pameran, hingga pasar media sosial. Baik jam tangan maupun kacamata berbahan kayunya dilirik oleh Walikota Solo Gibran Rakabuming Raka ke beberapa pameran di Eropa.

Harga jam tangan tersebut berkisar antara Rp 475 ribu hingga Rp 650 ribu. Sedangkan harga kacamata dari kayu mencapai Rp 400 ribu per unit. Semuanya ditentukan oleh bahan, motif, dan kerumitan pengerjaan. Andika mengaku usaha kerajinan jam tangan kayunya mampu mencapai omzet rata-rata Rp 6 juta hingga Rp 9 juta per bulannya.

(mdk/Ibr)

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami