Warga Banyumas Ini Kirim TKI Secara Ilegal ke Malaysia, Begini Modusnya

Warga Banyumas Ini Kirim TKI Secara Ilegal ke Malaysia, Begini Modusnya
Sejumlah Tenaga Kerja Indonesia (TKI) menunggu bus di Bandara Soekarno Hatta. Liputan6.com/Angga Yuniar
JATENG | 26 Januari 2021 13:30 Reporter : Shani Rasyid

Merdeka.com - Pengiriman Tenaga Kerja Indonesia (TKI) secara ilegal belum bisa diberantas dengan utuh di negeri ini. Masih ada saja oknum-oknum yang mengambil kesempatan dalam kesempitan karena lemahnya penegakan hukum di Tanah Air. Hal ini membuat transaksi ilegal itu berjalan mulus tanpa sempat dihalau oleh pihak kepolisian.

Di Banyumas, Jawa Tengah, Unit IV Sat Reskrim mengungkap kasus tindak pidana penempatan tenaga kerja ilegal asal Indonesia pada Kamis (21/1). Pelaku utama dalam kasus tersebut adalah seorang perempuan berinisial YUN (42), warga Patikraja, Banyumas, yang sebenarnya merupakan kepala cabang perusahaan penyalur tenaga kerja Indonesia.

Namun, meski sehari-hari dia bekerja sebagai penyalur tenaga kerja yang resmi, namun di balik itu YUN juga mengirim tenaga kerja secara ilegal. Itulah yang YUN lakukan pada LSA (22), warga Kemranjen, Banyumas, yang ingin bekerja di Malaysia sebagai asisten rumah tangga. Lalu bagaimana modus YUN dalam melancarkan aksinya itu? Berikut selengkapnya:

2 dari 3 halaman

Modus Pengiriman TKI Ilegal

pengiriman tenaga kerja illegal di banyumas
©2021 Liputan6.com

Sebelum mengirim LSA ke Malaysia, pertama-tama hal yang dilakukan YUN adalah membuat paspor biasa dengan dalih LSA akan berlibur. Kepada petugas imigrasi, LSA akan disuruh menunjukkan tiket pulang pergi Indonesia-Malaysia.

Sebelum berangkat ke Malaysia, LSA disuruh menginap di rumah YUN selama satu minggu. Di sana, LSA akan mendapat pelatihan tentang adat istiadat orang Malaysia maupun bahasa yang digunakan di Malaysia.

Setelah pelatihan selesai, pelaku mendampingi korban untuk berangkat melalui Bandara Yogyakarta dengan tujuan Batam. Dari Batam, mereka akan menyeberang ke Malaysia dengan kapal.

3 dari 3 halaman

Tidak Bisa Pulang ke Indonesia

kerja indonesia tki menunggu bus di bandara soekarno hatta
Liputan6.com/Angga Yuniar

Sesampainya di Malaysia, pelaku bersama korban menemui agen yang merupakan kenalan pelaku. Agen itu kemudian mengantar LSA kepada bos tempat dia bekerja.

Di sana, YUN diberi upah oleh bos korban sebesar 6 ribu Ringgit atau sekitar Rp 20 juta. Namun, persoalan muncul sejak Mei, di mana Malaysia menerapkan lockdown ketat. Karena kebijakan itulah YUN mengaku tidak bisa memulangkan LSA kembali ke Indonesia.

Atas penangkapan terhadap pengiriman TKI ilegal ini, polisi mengamankan satu set komputer Acer, satu buah handphone merek Oppo Reno 3, satu bundel foto copy kartu keluarga, ijazah SD, SMP, dan SMA, KTP dan biodata korban, dan satu bundel foto copy persyaratan pengajuan paspor kunjungan milik korban.

(mdk/shr)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami